I.PENDAHULUAN
I.a.Tujuan
Untuk mengetahui indeks luas daun jagung dan kacang tanah
Untuk menentukan pengaruh dari penggunaan pupuk organik
Pemanenan unsur ‘N’ pada udara.
I.b.Latar Belakang
Sejak perang dunia ke-2 seluruh dunia kekurangan pangan khususnya Negara-Negara bekas jajahan termaksud Indonesia. PBB sebagai lembaga dunia merasa bertanggung jawab atas kelaparan dunia. Maka dibentuklah lembaga Food and Agricalture Organization (FAO) untuk mengatasi permasalahan pangan dunia. Untuk tujuan tersebut lahirlah progam yang terkenal,yaitu Revolusi Hijau. Tahun 1968, program Revolusi Hijau diadopsi oleh Pemerintah Indonesia dengan program Panca Usaha Tani yang menitik beratkan pada penggunaan benih unggul, pestisida dan pupuk buatan dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sebagai ujung tombaknya.
Penelitian pemulihan jagung menduduki arti yang sangat penting dalam usaha peningkatan produksi secara nyata, karena melalui kegiatan ini dihasilkan varietas unggul yang bedaya hasil tinggi dan tahan terhadap penyakit utama bulai. Oleh karena itu penelitian pemuliaan jagung nasional ditujukan untuk pengembangan komponen paket teknologi tepat guna bagi berbagai agro-ekosistem berupa varietas unggul, baik komposisi maupun hibrida. Disamping itu pemuliaan jagung juga harus dapat menyediakan benih pemuliaan serta informasi dasar tentang metode pemuliaan.
Dengan adanya reorganisasi dilingkungan badan penelitian dan pengembangan pertanian yang dikaitkan dengan mendapat setiap balai penelitian, maka pemulian jagung di Ballitan Bogor ditekankan kepada pembentukan varietas komposit dataran rendah yang berdaya hasil tinggi dan tahan penyakit bulai; varietas dataran tinggi yang berumur 100-110 hari, berdaya hasil tinggi, tahan penyakit bulai, busuk tongkol, bercak daun dan karat; penghasilan informasi yang lebih mendasar untuk menunjang penelitian pemulian terapan.
II.TINJAUAN PUSTAKA
Tumpangsari merupakan salah satu cara pola tanam yang melakukan penanaman lebih dari satu tanaman, baik dalam arti umur sama maupun umur berbeda. Sebagai contoh tanaman tumpang sari sama umur yaitu jagung dan kedelai.
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia ataupun hewan. Di Indonesia, jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi. Sedangkan bedasarkan urutan bahan makanan pokok didunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi.
Produksi jagung hingga kini dikonsumsi oleh manusia dalam berbagai bentuk penyajian. Buah jagung yang masih muda, terutama jenis jagung manis(sweet corn)sangat disukai orang dan biasanya disajikan dalam bentuk jagung rebus atau jagung baker, selain itu juga sering dijumpai tepung maizena dan minyak jagung.
Tanaman jagung termasuk keluarga (famili) grameneae,seperti kebanyakan jenis rumput-rumputan. Tetapi tanaman jagung yang termasuk genus zea ini hanya memiliki spesies tunggal.
Jenis-jenis tanaman jagung yaitu :
a)Jagung tepung (zea mays L. amylacea strut)
b)Jagung gizi kuda (zea mays indentata)
c)Jagung mutiara (zea mays indurata)
d)Jagung berondong (zea mays L. everta strut)
e)Jagung manis (zea mays L. saccharata)
f)Jagung bungkus (zea mays L. tunicata strut)
Lahan yang dipergunakan untuk tempat bertanam jagung hendaklah diperhatikan. Sudah sesuaikah dengan persyaratan tumbuh tanaman tersebut?. Di Indonesia jagung ditanam didataran rendah maupun dataran tinggi. Baik disawah, tegal maupun perkarangan. Lahan yang tersedia menentukan kebijaksanaan perencanaan misalnya pola tanam, kepentingan penanaman, keperluan benih sesuai jarak tanam. ini semua berkaitan dengan keadaan lahan, luas lahan, kemiringan dan lain sebagainya.
Benih sebagai bahan utama atau modal pokok dalam budidaya tanaman jagung. Benih yang diperlukan biasanya dikaitkan dengan tujuan dan perencanaan penanaman. Oleh sebab itu biasanya terjadi jumlah kebutuhan benih per Ha berbeda, varietas yang diusahakannya pun kadang-kadang berbeda.
Waktu tanam yang tepat merupakan usaha memperkecil kegagalan panen. Sesuatu yang sekiranya menjadi menjadi kendala pada proses pengolahan tanaman hingga panen perluh mendapat perhatian, misalnya musim tanam, kesulitan air, pengaruh hama yang menyerang tanaman jagung pada saat tertentu. Demikian pula penyakit yang sering menyerang pada keadaan tanaman jagung yang kurang baik.
Tanaman jagung memerlukan jarak tanam yang cukup. Berbagai pengaturan jarak tanam telah dilakukan guna mendapat produksi yang optimal dan pengaturan jarak tanam sangat menentukan keutuhan benih.
Tanaman yang dibudidayakan oleh manusia pada perinsipnya mempunyai tunjuan yang utama untuk memperoleh produksi maksimum yang berkesinambungan.
III.ALAT DAN BAHAN
Pada pengamatan berjalan alat dan bahan yang kami butuhkan ataupun yang kami gunakan sebagai berikut :
Alat
1.Gunting
2.Penggaris
3.Meteran
4.Timangan
5.Oven
Bahan
1.Kertas
2.Daun
IV.PELAKSANAAN
Penanaman jagung dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama pada tanggal 3 oktober 2005 dan pada tahap kedua pada tanggal 10 Oktober 2005. penanaman jagung dan kacang tanah dari pengolahan lahan sampai dengan panen yang bekerja didalamnya yaitu seluruh kelompok II. Pada tanggal 9 Januari 2006 seluruh kelompok II melaksanakan penelitihan tentang perhitungan ILD dan pengaruh pupuk orgaanik. Kemudian pengovenan dilakukan didalam ruang labolatorium tanah, hasil dari perhitungan di ruang labolatorium dapat dilihat dihasil pengamatan.
V.HASIL PENGAMATAN
V.a.Kualitatif
Pada tanaman jagung dan kacang tanah yang kami tanam. Hasil yang kami dapat tidak begitu banyak atau pun memuaskan. Tanaman yang kami tanam mengalami kegagalan dan kerusakan. Kerusakan tanaman ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1.Karena pupuk yang tidak mendukung
2.Perawatan yang kurang intensif
3.Benih yang kurang baik
4.Curah hujan yang tidak diinginkan
5.Hama
V.b.Kuantitatif (perhitungan)
1. tanaman jagung
Table luas daun tanaman jagung
Ulangan
Berat pada kertas (gr)
Berat 10 cm2
Luas daun
I
1,98 gr
0,05 gr
396 cm2
II
1,51 gr
0,05 gr
302 cm2
III
1,96 gr
0,05 gr
392 cm2
Luas daun =
Ulangan I luas daun = =396 gr/cm2
Ulangan II luas daun = =302 gr/cm2
Ulangan III luas daun = = 392 gr/cm2
Tabel Indeks Luas Daun (ILD) tanaman jagung
No
Luas daun
Jumlah daun
Luas seluruh daun
I
396
16
6336
II
302
14
4228
III
392
14
5488
Rt
363,33
14,67
5350,67
Indeks Luas Daun (ILD) =
=
= 0,54 gram/cm2
Tabel Konstanata tanaman jagung
Sampel
Σ daun
Σ buah
Tinggi
Panjang daun
I
16 cm
2
186 cm
90 cm
II
14 cm
2
139 cm
65 cm
III
14 cm
2
169 cm
78 cm
Rata-rata
14,67 cm
2
164,67 cm
77,6 cm
Sampel
Lebar daun
Konstanta
Luas daun
Luas keseluruhan daun
I
7 cm
1,6
396 cm
6336 cm
II
3,5 cm
0,75
302 cm
4228 cm
III
5,5 cm
1,1
392 cm
5488 cm
Rata-rata
5,33 cm
1,15
363,33 cm
5350,67 cm
Perhitungan konstanta :
Ulangan I luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
396 = konstanta x 90 x 7
396 = konstanta x 360
Konstanta =
Konstanta = 1,6
Ulangan II luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
302 = konstanta x 65 x 3,5
302 = konstanta x 227,5
Konstanta =
Konstanta = 0,75
Ulangan III luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
392 = konstanta x 78 x 5,5
302 = konstanta x 429
Konstanta =
Konstanta = 1,1
Tabel data daun jagung setelah dioven pada ruang labolatorium tanah
ulangan
Berat daun setelah dioven
Berat seluruhnya setelah dioven
I
2,52 gram
40,45 gram
II
1,43 garm
20,02 gram
III
2,26 gram
31,64 gram
Jumlah
6,21 gram
92,11 gram
Rata-rata
2,07 gram
30,70 gram
Luas daun seluruhnya =
=
= 5388,18 gram/cm
2. Tanaman kacang tanah
Tabel luas tanaman kacang tanah
Ulangan
Berat pada kertas (gr)
Berat 10 cm2
Luas daun
I
0,10 gr
0,04 gr
25 cm2
II
0,06 gr
0,04 gr
15 cm2
III
0,10 gr
0,04 gr
25 cm2
Luas daun =
Ulangan I luas daun = = 25 gr/cm2
Ulangan II luas daun = = 15gr/cm2
Ulangan III luas daun = = 25 gr/cm2
Tabel Indeks Luas Daun (ILD) tanaman kacang tanah
No
Luas daun
Jumlah daun
Luas seluruh daun
I
25
528
13.200
II
15
332
4.980
III
25
232
5.800
Rt
21,67
364
7993,33
Indeks =
=
= 19,98 gram/cm2
Tabel Konstanta tanaman kacang tanah
Sampel
Σ daun
Σ buah
Tinggi
Panjang daun
I
528
12
65 cm
7,5 cm
II
332
9
45 cm
6,5 cm
III
232
6
25 cm
6 cm
Rata-rata
364
9
45 cm
6,67 cm
Sampel
Lebar daun
Konstanta
Luas daun
Luas keseluruhan daun
I
3 cm
0,9
25 cm
13.200 cm
II
2,5 cm
1,08
15 cm
4.980 cm
III
2 cm
0,48
25 cm
5.800 cm
Rata-rata
2,5 cm
0,82
21,67 cm
7993,33 cm
Perhitungan konstanta :
Ulangan I luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
25 = konstanta x 7,5 x 3
25 = konstanta x 22,5
Konstanta =
Konstanta = 0,9
Ulangan II luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
15 = konstanta x 6,5 x 2,5
15 = konstanta x 16,25
Konstanta =
Konstanta = 1,08
Ulangan III luas daun(cm2) = konstanta x panjang x lebar
25 = konstanta x 6 x 2
25 = konstanta x 12
Konstanta =
Konstanta = 0,48
Table data daun kacang tanah setelah dioven
ulangan
Berat daun setelah dioven
Berat seluruhnya setelah dioven
I
0,06 gram
31,68 gram
II
0,06 garm
19,92 gram
III
0,,08 gram
18,56 gram
Jumlah
0,,2 gram
70,16 gram
Rata-rata
2,06 gram
23,39 gram
Luas daun seluruhnya =
=
= 5388,18 gram/cm
VI.PEMBAHASAN
Pada tanaman jagung yang sehat memiliki nilai konstanta lebih dari 5 maka dinyatakan tanaman tersebut cukup sehat begitu juga pada tanaman kacang tanah apabila nilai konstantanya lebih dari 15 maka tanaman tersebut dinyatakan sehat. Dalam hasil pengamatan kami, penanaman jagung dan tanaman kacang tanah dengan sistem pertanian organik.pada perhitungan diatas hasil yang kami dapat pada ulangan I-III adalah 0,82 pada tanman kacang tanah, pada tanaman jagung nilai konstantanya adalah 1,15 menurut teori yang ada tanaman jagung dan kacang tanah termaksud tanaman yang kurus, penyebab dari semua ini adalah :
1.Perawatan yang kurang intensif, karena pada waktu perawatan berjalan para mahasiswa khususnya kelompok II mudik untuk berlebaran.
2.Kurangnya pupuk organik yang diberikan pada tanaman tersebut dan kurangnya modal.
3.Terserangnya hama dan penyakit seperti :
a.Lalat Bibit (Atherigona exigua Stein)
Hama ini menyerang pada bagian benih jagung dan dapat juga menjadi hama padi gogo serta jenia rumput-rumputan lain.
b.Ulat Pemotong (Spodoptera litura)
Ulat ini sering menyerang pucuk daun dengan cara memotong, ulat tersebut juga digolongkan sebagai ulat pemotong dengan terpotongnya pucuk daun, maka pertumbuhan tanaman tersebut terganggu.
c.Penyakit Bercak Daun (Leaf bligh)
Penyakit ini menyerang pada bagain daun akibatnya daun akan mongering dan mati sehingga menggagu pemasakan makanan didalam daun, dan pertumbuhannya terhambat.
4.Keadaan iklim yang kurang mendukung dalam pertumbuhan tanaman-tanaman ini. Seperti : curah hujan yang kurang baik, akibatnya air yang berlebihan.
VII.KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas maka kami dapat menyimpulkan bahwa tanaman jagung dan kacang tanah tersebut kurang bagus ataupun dikatakan kurus dan tidak memuaskan pada pertumbuhannya. Umumnya tanaman jagung dan kacang tanah dapat tumbuh sehat, apabila unsur hara yang tersedia pada tanah dapat mencukupi kebutuhan tanaman tersebut. Disamping itu tanaman ini kurang perawatan dan adanya gangguan dari hama maupun penyakit. Curah hujan yang ada pada saat itu juga menggagu pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Aak. 1993. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Kanisius. Yogyakarta
Subandi, Syam Mahyuddin Dan Yuswadi. 1985. Hasil Penelitian Jagung, Sorgum, Terigu. Badan Penelitihan Dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTEK SISTEM PERTANIAN
Telah Diterima Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan Mata Kuliah Sistem Pertanian Di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian. Di Yogyakarta Pada Tanggal ….. Januari 2006
Tim Pengampu
Mata Kuliah Sistem Pertanian
Semester I Tahun Akademik 2005/2006
Dosen
Ir. SUWONDO, MS
NIP.080 044 046
Dosen
Ir. NUGROHOTOMO
NIP. 080 141 004
Mengetahui :
Ketua STPP Magelang
DR. Ir. THOMAS WIDODO, MEd.
NIP. 080 062 640
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Prakek Sistem Pertanian.
Adapun laporan ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti ujian Mata Kuliah Sistem Pertanian Tahun Akademik 2005 / 2006 di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
1.Bapak DR. Ir. Thomas Widodo, MEd. Selaku Ketua STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
2.Bapak Ir. Suwondo, MS. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Sistem Pertanian.
3.Ir.Nugrohotomo. Selaku dosen pengampu Mata Kuliah Sistem Pertanian.
4.Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Dalam penyusunan laporan ini, kami sebagai penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini dapat berguna bagi penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.
LAPORAN
PRAKTEK SISTEM PERTANIAN
OLEH :
KELOMPOK II (DUA)
1.Emil Mufti : 05.1.4.05.0194
2.Erwin : 05.1.4.05.0195
3.Linariati : 05.1.4.05.0202
4.Muhammad Yakub : 05.1.4.05.0204
5.Naroh : 05.1.4.05.0207
6.Rahmat Idris : 05.1.4.05.0212
7.Slamet Mustofa : 05.1.4.05.0217
8.Wahyudi : 05.1.4.05.0225
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MAGELANG JURUSAN PENYULUHAN PERTANIAN
DI YOGYAKARTA
2006
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Kata Pengantar ii
Daftar isi iii
I. Pendahuluan 1
II. Tinjauan Pustaka 2
III. Alat dan Bahan 3
IV. Pelaksanaan 4
V. Hasil Pengamatan 4
VI. Pemahasan 10
VII. Kesimpulan 11
Daftar Pustaka 12
Tampilkan postingan dengan label Agriculture Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agriculture Indonesia. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Januari 2009
Pascapanen Bayam
PASCAPANEN BAYAM
( Alternanthera spp. )
Oleh:
N A R O H
Nirem.05.1.4.05.0207
A.Pengumpulan
Pengumpulan dilakukan setelah panen dengan cara meletakkan di suatu tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membuat daun layu.
B.Penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran dilakukan dengan memisahkan bayam yang busuk dan rusak dengan bayam yang baik dan segar. Disamping itu juga penggolongan terhadap bayam yang daunnya besar dan yang daunnya kecil. Setelah itu diikat besar-besar maupun langsung degan ukuran ibu jari.
C.Penyimpanan
Penyimpanan untuk menjaga kesegaran bayam dapat diperpanjang dari 12 jam tempat terbuka (suhu kamar) menjadi 12-14 hari dengan perlakuan suhu dingin mendekati 0 derajat C, misalnya dengan remukan es.
D.Pengemasan dan Pengangkutan
Pengemasan (pewadahan) dalam telombong atau dedaunan yang digulungkan menyelimuti seluruh bagian bayam, sehingga terhindar dari pengaruh langsung sinar matahari. Pengangkutan ke pasar dengan cara dipikul maupun angkutan lainnya, seperti mobil atau gerobak.
E.Pencucian
Pencucian hasil panen pada air yang mengalir dan bersih, atau air yang disemprotkan melalui selang maupun pancuran.
F.Penanganan Lain
Bayam dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sewaktu memasak bayam ialah tidak boleh terlalu lama. Bayam cukup hanya direbus selama ± 5 menit. Memasak bayam terlalu lama akan menyebabkan daun-daunnya menjadi hancur (lonyoh), rasanya tidak enak, dan kandungan vitamin C-nya menguap (menghilang).
G.Gambaran Peluang Agribisnis
Sampai saat ini pola pemasaran bayam yang berjalan adalah rantai pemasaran tradisional. Petani produsen menjual hasilnya ke leverensir/tengkulak kebun yang ditugaskan oleh leverensir. Leverensir lalu mengirim hasil langsung ke bandar untuk diteruskan ke pasar-pasar kecil sebagai pengecer yang akhirnya sampai ke konsumen. Dapat pula petani produsen langsung menjual hasilnya ke pengecer setempat. Berarti, tata niaga tersebut belum berjalan dengan efisien. Sistem tata niaga dianggap efisien bila mempunyai 2 syarat:
a)Hasil dari pertani diterima konsumen dengan biaya murah.
b)Harga yang dibayarkan konsumen dibagikan secara adil pada semua pihak yang ikut serta dalam memproduksi dan memasarkan hasil tersebut.
Untuk menghitung besarnya hasil yang diterima petani, tidak terlepas dari perhitungan margin dari lembaga tata niaga yang bersangkut paut. Dasar perhitungan marketing margin ialah penyerahan di konsumen akhir dari semua penerimaan untuk saluran yang sama, yakni terhadap 1 kg sayur yang dijual di konsumen akhir. Biasanya bandar dan pengecer mempunyai penerimaan margin terbesar pada tata niaga rantai panjang. Sedangkan untuk tata niaga rantai pendek, petani dan pengecer mendapatkan margin yang cukup besar. Contohnya, margin yang diterima oleh petani dan lembaga tata niaga di daerah Lembang. Pada tata niaga rantai panjang, petani mendapat bagian sebesar 58,6%. Pada tata niaga rantai pendek petani mendapat bagian 88%, sedangkan lembaga tata niaga mendapatkan hanya 12%.
( Alternanthera spp. )
Oleh:
N A R O H
Nirem.05.1.4.05.0207
A.Pengumpulan
Pengumpulan dilakukan setelah panen dengan cara meletakkan di suatu tempat yang teduh agar tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membuat daun layu.
B.Penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran dilakukan dengan memisahkan bayam yang busuk dan rusak dengan bayam yang baik dan segar. Disamping itu juga penggolongan terhadap bayam yang daunnya besar dan yang daunnya kecil. Setelah itu diikat besar-besar maupun langsung degan ukuran ibu jari.
C.Penyimpanan
Penyimpanan untuk menjaga kesegaran bayam dapat diperpanjang dari 12 jam tempat terbuka (suhu kamar) menjadi 12-14 hari dengan perlakuan suhu dingin mendekati 0 derajat C, misalnya dengan remukan es.
D.Pengemasan dan Pengangkutan
Pengemasan (pewadahan) dalam telombong atau dedaunan yang digulungkan menyelimuti seluruh bagian bayam, sehingga terhindar dari pengaruh langsung sinar matahari. Pengangkutan ke pasar dengan cara dipikul maupun angkutan lainnya, seperti mobil atau gerobak.
E.Pencucian
Pencucian hasil panen pada air yang mengalir dan bersih, atau air yang disemprotkan melalui selang maupun pancuran.
F.Penanganan Lain
Bayam dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Sewaktu memasak bayam ialah tidak boleh terlalu lama. Bayam cukup hanya direbus selama ± 5 menit. Memasak bayam terlalu lama akan menyebabkan daun-daunnya menjadi hancur (lonyoh), rasanya tidak enak, dan kandungan vitamin C-nya menguap (menghilang).
G.Gambaran Peluang Agribisnis
Sampai saat ini pola pemasaran bayam yang berjalan adalah rantai pemasaran tradisional. Petani produsen menjual hasilnya ke leverensir/tengkulak kebun yang ditugaskan oleh leverensir. Leverensir lalu mengirim hasil langsung ke bandar untuk diteruskan ke pasar-pasar kecil sebagai pengecer yang akhirnya sampai ke konsumen. Dapat pula petani produsen langsung menjual hasilnya ke pengecer setempat. Berarti, tata niaga tersebut belum berjalan dengan efisien. Sistem tata niaga dianggap efisien bila mempunyai 2 syarat:
a)Hasil dari pertani diterima konsumen dengan biaya murah.
b)Harga yang dibayarkan konsumen dibagikan secara adil pada semua pihak yang ikut serta dalam memproduksi dan memasarkan hasil tersebut.
Untuk menghitung besarnya hasil yang diterima petani, tidak terlepas dari perhitungan margin dari lembaga tata niaga yang bersangkut paut. Dasar perhitungan marketing margin ialah penyerahan di konsumen akhir dari semua penerimaan untuk saluran yang sama, yakni terhadap 1 kg sayur yang dijual di konsumen akhir. Biasanya bandar dan pengecer mempunyai penerimaan margin terbesar pada tata niaga rantai panjang. Sedangkan untuk tata niaga rantai pendek, petani dan pengecer mendapatkan margin yang cukup besar. Contohnya, margin yang diterima oleh petani dan lembaga tata niaga di daerah Lembang. Pada tata niaga rantai panjang, petani mendapat bagian sebesar 58,6%. Pada tata niaga rantai pendek petani mendapat bagian 88%, sedangkan lembaga tata niaga mendapatkan hanya 12%.
Pemanfaatan Limbah Pertanian
ACARA I
BUDIDAYA JAMUR MERANG
A.Tujuan Praktek
1.Mengetahui cara melakukan sistem budidaya pada jamur merang
2.Agar mahasiswa dapat melakukan budidaya jamur merang.
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya janur merang pada bulan November 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Jamur merang merupakan jenis jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Jamur kancing dapat dikatakan merupakan kerabat terdekat dari jamur merang, hal tersebut karena bentuk umum dan sifat-sifat keduanya yang sangat mirip.
Dalam budidayanya, jamur merupakan tanman yang ditanam dengan temperatur, kelembapan dan ventilasi yang terkontrol. Pada budidaya jamur merang diperlukan lingkungan dengan temperatur ± 33 oC dan kelembapan ± 85%. Dalam sistem penanaman dikenal tiga sistem yaitu dengan papan, talang dan dengan kantong. Sistem talang digunakan untuk penanaman yang besar dan merupakan metode yang umum. Sistem kantung dapat dibuat dengan biaya yang terbatas dan menjadi semakin populer saat ini. Metode ini juga untuk mengeleminir masalah hama dan penyakit yaitu dengan memisahkan kantung yang terkontaminasi tersebut. Jamur ini dibudidayakan biasanya bisa dipanen setelah ± 10 hari, tetapi dapat lebih lama tergantung pada temperatur dan kelembapan lingkungan.
Jamur merang dibudidayakan di dalam bangunan rumah kaca yang disebut kumbung. Jamur merang memilih jerami sebagai media utama. Media jamur merang yang berupa jerami padi yang sudah dikomposkan diletakan diatas rak di dalam kumbung. Budidaya jamur secara tradisional biasanya dilakukan di alam terbuka dengan hanya ditutup plastik.
D.Alat dan Bahan Praktek
Bahan:
1.Jerami padi
2.Kapur CaCO3
3.Dedak
4.Pupuk kandang
5.Limbah kapas
Alat:
1.Cangkul
2.Ember
3.Sabit
E.Langkah Kerja Dalam Praktek
1.Kumbung dibuat terlebih dahulu
2.Kompos dibuat terlebih dahulu dimana lapisan atas adalah kompos kapas dan lapisan bawah kompos jerami
3.Memasukan kompos
a.± 10 hari kompos jerami masuk kumbung, di tata setinggi ± 40 cm/rak
b.Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikomposkan selama 1 bulan
4.Tebar kapur di lantai kumbung
5.Pasteurisasi sampai suhu 70 o C pertahankan 5-8 jam
6.Lakukan penanaman setelah kumbung didiamkan selama 2 x 2 jam
7.Tanam bibit dengan cara alur log dihancurkan agar lembut dan bisa dibagi-bagi
F.Hasil Pengamatan Praktek
Dengan diadakanya praktek beberapa hari yang lalu maka diperoleh hasil kegiatan praktek sebagai berikut:
1.Setelah selama 1 minggu kumbung yang dibuat suhunya sudah terkontaminasi suhu luar.
2.Jamur yang ditanam tidak tumbuh disebabkan karena pupuk kompos yang dijadikan untuk media tanam sudah terlalu lama, sehingga kandungan haranya sudah berkurang.
3.Banyaknya biji-biji gulma yang tumbuh diatas media tanam.
G.Pembahasan
Pada praktek Jamur merang dibudidayakan didalam bangunan rumah plastic yang disebut kumbung. Pada budidaya jamur merang ini jerami sebagai media utama. Dimana media jamur merang yang berupa jerami padi yang sudah dikomposkan diletakan diatas rak yang terbuat dari bambu serta dibentuk sedemikian rupa didalam kumbung. Budidaya jamur merang secara tradisional biasanya dilakukan dialam terbuka dengan menggunakan plastic sebagai atap atu penutup.
Berdasarkan hasil pengamatan praktek yang telah dilakukan pada budidaya jamur merang dapat dilihat bahwa alat pasteurisasi tidaklah sesuai standart sehingga kumbung yang ingin diseterilkan hasilnya tidak optimal, sehingga dalam kumbung terdapat berbagai rumput – rumput berkembang setelah pasteurisasi.
Dalam penanaman jamur merang hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum penanaman media harus disiram terlebih dahulu bertujuan untuk melembabkan media tanam jamur merang. Sedangkan media yang digunakan dari kompos unsur hara yang terdapat belum bisa digunakan karena kompos tersebut sudah terlalu lama akibatnya hara suda berkurang.
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang budidaya jamur merang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.Pada media tanam yang digunakan pada budidaya jamur merang tidak 100% steril karena saat pasteurisasi dilaksanakan ada hambatan-hambatan yang terjadi akhirnya hasil pasteurisasi tidak sempurna.
2.Untuk mendapatkan hasil yang baik maka, perlu dilakukan perlakuan yang intensif serta terjaga dengan baik keadaan ruangan (kumbung).
3.Pada media yang digunakan untuk budidaya jamur merang sudah terlalu masak dimana kandungan haranya yang terdapat didalam kompos sudah berkurang.
ACARA II.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS
(Pupuk Padat)
A.Tujuan
1.Agar mahasiswa mengetahui cara membuat pupuk kompos (pupuk padat).
2.Agar mahasiswa dapat melakukan pembuatan pupuk kompos (pupuk padat)
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya pembuatan pupuk kompos pada bulan desember 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Pupuk kompos merupakan dekomposisi bahan – bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme.
Kompos merupakan hasil dekomposisi bahan organic seperti tanaman, hewan atau limbah organik. Kompos memiliki peranan sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya. Penambahan kompos ke dalam tanah dapat memperbaiki struktur, tekstur, dan lapisan tanah, sehingga akan memperbaiki keadaan draenase, aerase, absorbsi panas, kemampuan daya serap tanah terhadap air serta berguna untuk mengendalikan erosi tanah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk membatasi hilangnya unsur hara dan mengembalikan kesuburan tanah adalah dengan cara mendaur ulang limbah organik, seperti limbah dari kandang peternakan, kotoran manusia, sisa tanaman atau sisa pengolahan tanaman. Hasil daur limbah organik tersebut dikembalikan ke lahan baik secara langsung maupun secara diolah menjadi kompos atau difermentasikan. Dengan memanfaatkan pupuk organik, unsur hara dalam tanah bisa diperbaiki atau ditingkatkan.
D.Bahan dan Alat Praktek
Bahan Praktek
1.Sampah organic ( Daun – daun hijau, jerami, rumput, dll )
2.Pupuk kandang 200 Kg.
3.Urea 1 Kg.
4.TSP 1 Kg.
5.EM4
6.Kapur secukupnya
7.Gula 2 Kg.
8.Air
Alat Praktek
b.Cangkul / Sekop
c.Ember
d.Sabit / Parang
e.Terpal
f.Balok kayu untuk alas cacah
g.Gatul jari
h.Sprayer / gembor
E.Langkah Kerja Praktek
1.Sampah organik dipotong kecil – kecil / dicacah
2.Tempatkan bahan tersebut ditempat yang teduh terlindungi dari sinar matahari dan hujan dengan cara bersap – sap
3.Tiap sap diberi pupuk kandang, Urea, TSP, Kapur.
4.Membuat adonan cair dengan cara mencampurkan Bio Tan, gula pasir dan air sumur.
5.Tiap sap disemprotkan atau disiram dengan cairan mikro menggunakan sprayer atau gembor secara merata disusul ditaburi bekatul dipermukaan dengan merata. Ulangi dengan menambah ketinggian ditumpukkan tetapi dengan ukuran dan perlakuan yang sama dengan yang awal, kemudian ditutup rapat dengan plastik / karung goni / terpal
6.Hari ke – 7 penutupannya bisa dibuka dan diadakan pengadukan, setelah itu tutup kembali dengan terpal.
7.Setiap 4 hari sekali, media harus diaduk agar merata, ulangi terus proses pengadukan sampai hari ke – 28.
8.Hari ke-30 pupuk sudah jadi dan perlu kering anginkan terlebih dahulu.
9.Masukkan dalam karung dan simpan ditempat yang kering.
F.Hasil Pengamatan Praktek
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dilapangan maka diperoleh hasil bahwa:
1.Untuk mendapatkan kompos yang baik bahan baku harus di cincang
2.Penaburan dedak dan starter harus merata agar dekomposernya merata
3.Setelah dilakukan pembalikan tumpukan kompos pada beberapa hari sudah pemberian starter dapat terlihat bahwa bahan sudah mulai terurai.
G.Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa Untuk mendapatkan hasil kompos yang baik bahan baku harus dicincang untuk dihaluskan karena dengan itu dalam hal pembalikan kita tidak akan kesulitan. Pupuk yang sedang dalam proses dekomposer harus lah diperhatikan suhunya karena kalau suhu terlalu tinggi maka mikroorganisme tidak dapat bekerja dengan optimal oleh karena itu perlu adanya pembalikan dan pembukan atau penutupan tumpukan kompos untuk menjaga suhu tetap setabil dan sesuai dengan yang diminta oleh mikroorganisme yang berperan dalam dekomposer.
Dimana kompos merupakan hasil dekomposisi bahan organik seperti tanaman, hewan atau limbah organik. Kompos memiliki peranan sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang pembuatan pupuk kompos (pupuk padat) maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Kompos sangat banyak memberikan keuntungan, dapat menyediakan unsur hara terlengkap, serta memberikan kehidupan bagi musuh alami. Peranan kompos sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya.
2.Perlakuan pencincangan bahan baku yaitu rerumputan serta sejenisnya yang mana dilakukan untuk mempermudah dalam pembalikan dan mempermuda dalam penguraian nantinya.
3.Agar dekomposernya sempurna maka dilakukan penaburan dedak dan stater yang merata.
ACARA III.
PEMBUATAN PUPUK CAIR
A.Tujuan Praktek
1.Agar mahasiswa mengetahui cara membuat pupuk cair.
2.Agar mahasiswa dapat melakukan pembuatan cair.
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya pembuatan pupuk kompos pada bulan desember 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Kelangkaan pupuk yang semakin mendesak petani, sehingga memaksa petani untuk memunculkan kreatifitas. Pupuk organik cair yang terbuat dari urine, merupakan terobosan untuk mengatasi permasalah kelangkaan pupuk. Pupuk organik cair adalah pupuk yang kandungan bahan kimianya maksimum 5 %. Karena itu kandungan NPK pupuk organik cair relatif rendah.
Secara tradisional, petani telah banyak memanfaatkan pupuk organik cair dari urine hewan. Pada saat ini, telah beredar pupuk organik cair hasil pengolahan bioteknologi.
Pertanian organik sebagai pola pertanian yang mencoba untuk selaras dengan kaidah dan hukum alam menunjukkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Semakin hari menunjukkan perkembangan yang pesat.
Pada hakekatnya pembangunan pertanian adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia/petani agar mampu memanfaatkan sumberdaya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki menuju pertanian yang tangguh, serta berwawasan lingkungan.
Pola dasar pembangunan pertanian yang ditempuh, menganut pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang dalam pelaksanaannya, pertanian yang tangguh dicerminkan pada empat aspek pembangunan pertanian yaitu petani yang mandiri, aparat pertanian yang professional, lembaga sosial ekonomi yang mendukung, serta sumberdaya alam yang tetap lestari.
Urine kelinci dapat dijadikan sebagai cairan pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Penampungan urine dapat dilakukan dengan mennyediakan alas triplek berlapiskan plastik atau seng yang ditempatkan di bawah lantai kandang sehingga berfungsi sebagai talang yang mengalirkan urine ke tempat penampungan. Prinsip dasarnya starter bakteri EM4 ditambahkan dalam urine, dan agar bakteri dapat berkembang biak ditambahkan larutan gula pekat yang berfungsi sebagai sumber makanan dan energi bagi bakteri.
D.Bahan dan Alat Praktek
Bahan Praktek
1.Sereh
2.Jahe halus 1 Kg
3.Lengkuas halus 1 Kg
4.Kunyit halus 1 Kg
5.Air kencing kelinci 20 liter
6.Gula 0,5 Kg
7.Susu sapi murni 1 liter.
Alat Praktek
1.Drum plastik
2.Ember plastik
3.Sabit / Parang
4.Pengaduk
5.Balok kayu untuk alas cacah
6.Lumpung besi dan alu besi
E.Langkah Kerja Praktek
1.Sereh dipotong kecil – kecil / dicacah, lalu ditumbuk halus
2.Semua bahan dimasukkan kedalam tong / drum plastic
3.Aduk hingga rata
4.Tong / drum plastic ditutup rapat
5.Fermentasikan
6.Hari ke 7 penutupnya dibuka dan diadakan pengadukan, setelah itu tutup kembali.
7.Setiap 4 hari sekali, media harus diaduk agar merata, ulangi terus proses pengadukan sampai hari ke 14
8.Hari ke 15 pupuk cair sudah jadi
9.Disaring dan dimasukkan kedalam botol yang bersih dan disimpan ditempat yang kering.
F.Hasil Pengamatan Praktek
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dilapangan maka diperoleh hasil bahwa :
1.Pupuk cair dari urine bisa dipadukan dengan denga pestisida nabati dengan mencampur Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit.
2.Dilakukan pengadukan setiap 4 hari sekali supaya bakteri dapat melakukan permentasi dengan optimal
3.Pada saat Fermentasi pupuk cair tidak boleh terkena sinar mata hari secara langsung sehingga harus diletakan pada tempat yang lembap dan diletakan pada temapt yang lembab.
G.Pembahasan
Limbah pada urine kelinci dapat dijadikan sebagai cairan pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Penampungan urine dapat dilakukan dengan mennyediakan alas triplek berlapiskan plastik atau seng yang ditempatkan di bawah lantai kandang sehingga berfungsi sebagai talang yang mengalirkan urine ke tempat penampungan.
Dari hasil kegiatan praktek pada pembuatan pupuk organik cair dapat dicampur Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit. Keguanannya agar pupuk juga dapat untuk mengendalikan berbagai hama tanaman, untuk mengoptimalkan frmentasi pupuk harus di aduk setiap 4 hari sekali dan tidak terkena sinar mata hari secar langsung.
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang pembuatan pupuk cair maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Untuk mendukung suatu kegiatan maka alat dan bahan praktek harus memadai karena sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapatkan.
2.Untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik dan biologis maka dapat menggunakan pupuk organik cair.
3.Pada praktek pembuatan pupuk cair yang telah dilakukan dengan kombinasi bahan Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit sebagai pestisida nabati.
4.kegiatan pengadukan pada proses permentasi dilakukan selama 4 hari sekali agar hasil yang hasil dapat memuaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Djuarnani Nan.2005, Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka .Jakarta.p74.
Hidayat Nur. 2007. Blanching, Pasteurisai dan Sterilisasi. Pengantar teknologi. Minggu 7. Ptp 2007. Wordpress.com
Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya ( P4S ) Mutiara di Desa Glagahsari, Kecamatan Umbulharjo, Kotamadya Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
BUDIDAYA JAMUR MERANG
A.Tujuan Praktek
1.Mengetahui cara melakukan sistem budidaya pada jamur merang
2.Agar mahasiswa dapat melakukan budidaya jamur merang.
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya janur merang pada bulan November 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Jamur merang merupakan jenis jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Jamur kancing dapat dikatakan merupakan kerabat terdekat dari jamur merang, hal tersebut karena bentuk umum dan sifat-sifat keduanya yang sangat mirip.
Dalam budidayanya, jamur merupakan tanman yang ditanam dengan temperatur, kelembapan dan ventilasi yang terkontrol. Pada budidaya jamur merang diperlukan lingkungan dengan temperatur ± 33 oC dan kelembapan ± 85%. Dalam sistem penanaman dikenal tiga sistem yaitu dengan papan, talang dan dengan kantong. Sistem talang digunakan untuk penanaman yang besar dan merupakan metode yang umum. Sistem kantung dapat dibuat dengan biaya yang terbatas dan menjadi semakin populer saat ini. Metode ini juga untuk mengeleminir masalah hama dan penyakit yaitu dengan memisahkan kantung yang terkontaminasi tersebut. Jamur ini dibudidayakan biasanya bisa dipanen setelah ± 10 hari, tetapi dapat lebih lama tergantung pada temperatur dan kelembapan lingkungan.
Jamur merang dibudidayakan di dalam bangunan rumah kaca yang disebut kumbung. Jamur merang memilih jerami sebagai media utama. Media jamur merang yang berupa jerami padi yang sudah dikomposkan diletakan diatas rak di dalam kumbung. Budidaya jamur secara tradisional biasanya dilakukan di alam terbuka dengan hanya ditutup plastik.
D.Alat dan Bahan Praktek
Bahan:
1.Jerami padi
2.Kapur CaCO3
3.Dedak
4.Pupuk kandang
5.Limbah kapas
Alat:
1.Cangkul
2.Ember
3.Sabit
E.Langkah Kerja Dalam Praktek
1.Kumbung dibuat terlebih dahulu
2.Kompos dibuat terlebih dahulu dimana lapisan atas adalah kompos kapas dan lapisan bawah kompos jerami
3.Memasukan kompos
a.± 10 hari kompos jerami masuk kumbung, di tata setinggi ± 40 cm/rak
b.Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikomposkan selama 1 bulan
4.Tebar kapur di lantai kumbung
5.Pasteurisasi sampai suhu 70 o C pertahankan 5-8 jam
6.Lakukan penanaman setelah kumbung didiamkan selama 2 x 2 jam
7.Tanam bibit dengan cara alur log dihancurkan agar lembut dan bisa dibagi-bagi
F.Hasil Pengamatan Praktek
Dengan diadakanya praktek beberapa hari yang lalu maka diperoleh hasil kegiatan praktek sebagai berikut:
1.Setelah selama 1 minggu kumbung yang dibuat suhunya sudah terkontaminasi suhu luar.
2.Jamur yang ditanam tidak tumbuh disebabkan karena pupuk kompos yang dijadikan untuk media tanam sudah terlalu lama, sehingga kandungan haranya sudah berkurang.
3.Banyaknya biji-biji gulma yang tumbuh diatas media tanam.
G.Pembahasan
Pada praktek Jamur merang dibudidayakan didalam bangunan rumah plastic yang disebut kumbung. Pada budidaya jamur merang ini jerami sebagai media utama. Dimana media jamur merang yang berupa jerami padi yang sudah dikomposkan diletakan diatas rak yang terbuat dari bambu serta dibentuk sedemikian rupa didalam kumbung. Budidaya jamur merang secara tradisional biasanya dilakukan dialam terbuka dengan menggunakan plastic sebagai atap atu penutup.
Berdasarkan hasil pengamatan praktek yang telah dilakukan pada budidaya jamur merang dapat dilihat bahwa alat pasteurisasi tidaklah sesuai standart sehingga kumbung yang ingin diseterilkan hasilnya tidak optimal, sehingga dalam kumbung terdapat berbagai rumput – rumput berkembang setelah pasteurisasi.
Dalam penanaman jamur merang hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum penanaman media harus disiram terlebih dahulu bertujuan untuk melembabkan media tanam jamur merang. Sedangkan media yang digunakan dari kompos unsur hara yang terdapat belum bisa digunakan karena kompos tersebut sudah terlalu lama akibatnya hara suda berkurang.
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang budidaya jamur merang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.Pada media tanam yang digunakan pada budidaya jamur merang tidak 100% steril karena saat pasteurisasi dilaksanakan ada hambatan-hambatan yang terjadi akhirnya hasil pasteurisasi tidak sempurna.
2.Untuk mendapatkan hasil yang baik maka, perlu dilakukan perlakuan yang intensif serta terjaga dengan baik keadaan ruangan (kumbung).
3.Pada media yang digunakan untuk budidaya jamur merang sudah terlalu masak dimana kandungan haranya yang terdapat didalam kompos sudah berkurang.
ACARA II.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS
(Pupuk Padat)
A.Tujuan
1.Agar mahasiswa mengetahui cara membuat pupuk kompos (pupuk padat).
2.Agar mahasiswa dapat melakukan pembuatan pupuk kompos (pupuk padat)
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya pembuatan pupuk kompos pada bulan desember 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Pupuk kompos merupakan dekomposisi bahan – bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme.
Kompos merupakan hasil dekomposisi bahan organic seperti tanaman, hewan atau limbah organik. Kompos memiliki peranan sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya. Penambahan kompos ke dalam tanah dapat memperbaiki struktur, tekstur, dan lapisan tanah, sehingga akan memperbaiki keadaan draenase, aerase, absorbsi panas, kemampuan daya serap tanah terhadap air serta berguna untuk mengendalikan erosi tanah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk membatasi hilangnya unsur hara dan mengembalikan kesuburan tanah adalah dengan cara mendaur ulang limbah organik, seperti limbah dari kandang peternakan, kotoran manusia, sisa tanaman atau sisa pengolahan tanaman. Hasil daur limbah organik tersebut dikembalikan ke lahan baik secara langsung maupun secara diolah menjadi kompos atau difermentasikan. Dengan memanfaatkan pupuk organik, unsur hara dalam tanah bisa diperbaiki atau ditingkatkan.
D.Bahan dan Alat Praktek
Bahan Praktek
1.Sampah organic ( Daun – daun hijau, jerami, rumput, dll )
2.Pupuk kandang 200 Kg.
3.Urea 1 Kg.
4.TSP 1 Kg.
5.EM4
6.Kapur secukupnya
7.Gula 2 Kg.
8.Air
Alat Praktek
b.Cangkul / Sekop
c.Ember
d.Sabit / Parang
e.Terpal
f.Balok kayu untuk alas cacah
g.Gatul jari
h.Sprayer / gembor
E.Langkah Kerja Praktek
1.Sampah organik dipotong kecil – kecil / dicacah
2.Tempatkan bahan tersebut ditempat yang teduh terlindungi dari sinar matahari dan hujan dengan cara bersap – sap
3.Tiap sap diberi pupuk kandang, Urea, TSP, Kapur.
4.Membuat adonan cair dengan cara mencampurkan Bio Tan, gula pasir dan air sumur.
5.Tiap sap disemprotkan atau disiram dengan cairan mikro menggunakan sprayer atau gembor secara merata disusul ditaburi bekatul dipermukaan dengan merata. Ulangi dengan menambah ketinggian ditumpukkan tetapi dengan ukuran dan perlakuan yang sama dengan yang awal, kemudian ditutup rapat dengan plastik / karung goni / terpal
6.Hari ke – 7 penutupannya bisa dibuka dan diadakan pengadukan, setelah itu tutup kembali dengan terpal.
7.Setiap 4 hari sekali, media harus diaduk agar merata, ulangi terus proses pengadukan sampai hari ke – 28.
8.Hari ke-30 pupuk sudah jadi dan perlu kering anginkan terlebih dahulu.
9.Masukkan dalam karung dan simpan ditempat yang kering.
F.Hasil Pengamatan Praktek
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dilapangan maka diperoleh hasil bahwa:
1.Untuk mendapatkan kompos yang baik bahan baku harus di cincang
2.Penaburan dedak dan starter harus merata agar dekomposernya merata
3.Setelah dilakukan pembalikan tumpukan kompos pada beberapa hari sudah pemberian starter dapat terlihat bahwa bahan sudah mulai terurai.
G.Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa Untuk mendapatkan hasil kompos yang baik bahan baku harus dicincang untuk dihaluskan karena dengan itu dalam hal pembalikan kita tidak akan kesulitan. Pupuk yang sedang dalam proses dekomposer harus lah diperhatikan suhunya karena kalau suhu terlalu tinggi maka mikroorganisme tidak dapat bekerja dengan optimal oleh karena itu perlu adanya pembalikan dan pembukan atau penutupan tumpukan kompos untuk menjaga suhu tetap setabil dan sesuai dengan yang diminta oleh mikroorganisme yang berperan dalam dekomposer.
Dimana kompos merupakan hasil dekomposisi bahan organik seperti tanaman, hewan atau limbah organik. Kompos memiliki peranan sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang pembuatan pupuk kompos (pupuk padat) maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Kompos sangat banyak memberikan keuntungan, dapat menyediakan unsur hara terlengkap, serta memberikan kehidupan bagi musuh alami. Peranan kompos sangat penting bagi tanah karena dapat mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik, dan biologisnya.
2.Perlakuan pencincangan bahan baku yaitu rerumputan serta sejenisnya yang mana dilakukan untuk mempermudah dalam pembalikan dan mempermuda dalam penguraian nantinya.
3.Agar dekomposernya sempurna maka dilakukan penaburan dedak dan stater yang merata.
ACARA III.
PEMBUATAN PUPUK CAIR
A.Tujuan Praktek
1.Agar mahasiswa mengetahui cara membuat pupuk cair.
2.Agar mahasiswa dapat melakukan pembuatan cair.
B.Waktu dan Tempat Kegiatan Praktek
Waktu pelaksanan praktek budidaya pembuatan pupuk kompos pada bulan desember 2008 yang bertempatkan di lahan praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
C.Tinjauan Pustaka
Kelangkaan pupuk yang semakin mendesak petani, sehingga memaksa petani untuk memunculkan kreatifitas. Pupuk organik cair yang terbuat dari urine, merupakan terobosan untuk mengatasi permasalah kelangkaan pupuk. Pupuk organik cair adalah pupuk yang kandungan bahan kimianya maksimum 5 %. Karena itu kandungan NPK pupuk organik cair relatif rendah.
Secara tradisional, petani telah banyak memanfaatkan pupuk organik cair dari urine hewan. Pada saat ini, telah beredar pupuk organik cair hasil pengolahan bioteknologi.
Pertanian organik sebagai pola pertanian yang mencoba untuk selaras dengan kaidah dan hukum alam menunjukkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Semakin hari menunjukkan perkembangan yang pesat.
Pada hakekatnya pembangunan pertanian adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia/petani agar mampu memanfaatkan sumberdaya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki menuju pertanian yang tangguh, serta berwawasan lingkungan.
Pola dasar pembangunan pertanian yang ditempuh, menganut pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang dalam pelaksanaannya, pertanian yang tangguh dicerminkan pada empat aspek pembangunan pertanian yaitu petani yang mandiri, aparat pertanian yang professional, lembaga sosial ekonomi yang mendukung, serta sumberdaya alam yang tetap lestari.
Urine kelinci dapat dijadikan sebagai cairan pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Penampungan urine dapat dilakukan dengan mennyediakan alas triplek berlapiskan plastik atau seng yang ditempatkan di bawah lantai kandang sehingga berfungsi sebagai talang yang mengalirkan urine ke tempat penampungan. Prinsip dasarnya starter bakteri EM4 ditambahkan dalam urine, dan agar bakteri dapat berkembang biak ditambahkan larutan gula pekat yang berfungsi sebagai sumber makanan dan energi bagi bakteri.
D.Bahan dan Alat Praktek
Bahan Praktek
1.Sereh
2.Jahe halus 1 Kg
3.Lengkuas halus 1 Kg
4.Kunyit halus 1 Kg
5.Air kencing kelinci 20 liter
6.Gula 0,5 Kg
7.Susu sapi murni 1 liter.
Alat Praktek
1.Drum plastik
2.Ember plastik
3.Sabit / Parang
4.Pengaduk
5.Balok kayu untuk alas cacah
6.Lumpung besi dan alu besi
E.Langkah Kerja Praktek
1.Sereh dipotong kecil – kecil / dicacah, lalu ditumbuk halus
2.Semua bahan dimasukkan kedalam tong / drum plastic
3.Aduk hingga rata
4.Tong / drum plastic ditutup rapat
5.Fermentasikan
6.Hari ke 7 penutupnya dibuka dan diadakan pengadukan, setelah itu tutup kembali.
7.Setiap 4 hari sekali, media harus diaduk agar merata, ulangi terus proses pengadukan sampai hari ke 14
8.Hari ke 15 pupuk cair sudah jadi
9.Disaring dan dimasukkan kedalam botol yang bersih dan disimpan ditempat yang kering.
F.Hasil Pengamatan Praktek
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dilapangan maka diperoleh hasil bahwa :
1.Pupuk cair dari urine bisa dipadukan dengan denga pestisida nabati dengan mencampur Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit.
2.Dilakukan pengadukan setiap 4 hari sekali supaya bakteri dapat melakukan permentasi dengan optimal
3.Pada saat Fermentasi pupuk cair tidak boleh terkena sinar mata hari secara langsung sehingga harus diletakan pada tempat yang lembap dan diletakan pada temapt yang lembab.
G.Pembahasan
Limbah pada urine kelinci dapat dijadikan sebagai cairan pupuk organik yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Penampungan urine dapat dilakukan dengan mennyediakan alas triplek berlapiskan plastik atau seng yang ditempatkan di bawah lantai kandang sehingga berfungsi sebagai talang yang mengalirkan urine ke tempat penampungan.
Dari hasil kegiatan praktek pada pembuatan pupuk organik cair dapat dicampur Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit. Keguanannya agar pupuk juga dapat untuk mengendalikan berbagai hama tanaman, untuk mengoptimalkan frmentasi pupuk harus di aduk setiap 4 hari sekali dan tidak terkena sinar mata hari secar langsung.
H.Kesimpulan
Dengan didapatnya hasil pengamatan dan pembahasan diatas tentang pembuatan pupuk cair maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Untuk mendukung suatu kegiatan maka alat dan bahan praktek harus memadai karena sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapatkan.
2.Untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat kimia, fisik dan biologis maka dapat menggunakan pupuk organik cair.
3.Pada praktek pembuatan pupuk cair yang telah dilakukan dengan kombinasi bahan Sereh, Jahe halus, Lengkuas dan Kunyit sebagai pestisida nabati.
4.kegiatan pengadukan pada proses permentasi dilakukan selama 4 hari sekali agar hasil yang hasil dapat memuaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Djuarnani Nan.2005, Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka .Jakarta.p74.
Hidayat Nur. 2007. Blanching, Pasteurisai dan Sterilisasi. Pengantar teknologi. Minggu 7. Ptp 2007. Wordpress.com
Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya ( P4S ) Mutiara di Desa Glagahsari, Kecamatan Umbulharjo, Kotamadya Yogyakarta, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Business Plan
PERENCANAAN
WIRAUSAHA ( Business Plan) PENGOLAHAN KEDELAI
(USAHA PEMBUATAN TAHU)
Di Desa Lama Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat
Propinsi Sumatra Utara
OLEH :
N A R O H
Nirem.05.1.05.0207
ABSTRAK
Tahu adalah bahan makanan olahan yang terbuat dari kedelai, bertekstur kenyal, berwarna putih/kuning, berbentuk segi empat ukuran 3 x 3 cm atau tergantung selera yang diinginkan. Bagi masyarakat konsumen di Indonesia baik yang ada di kota dan di pedesaan, produk tahu merupakan bagian makanan sebagai lauk pauk, disayur atau diolah menjadi bentuk makanan lain sebagai pelengkap makanan ringan pendamping minum kopi. Disamping harganya relatif murah, tahu memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi serta banyak mengandung serat yang dapat melancarkan proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia, sehingga tahu merupakan salah satu pilihan makanan masyarakat di Indonesia.
Proses pembuatannya cukup sederhana dan bahan baku berupa kedelai mudah didapat serta tersedia sepanjang tahun. Dengan keadaan tersebut diatas merangsang dunia usaha terutama perusahaan home industri kecil, banyak pemilik modal yang berjiwa wiraswasta tertarik untuk menanamkan modalnya dalam usaha pengolahan kedelai menjadi tahu. Jenis usaha pengolahan kedelai menjadi tahu cukup menarik karena tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, proses pembuatannya sederhana, secara ekonomi cepat menghasilkan uang. Dalam pemasarannya, karena makanan tahu sudah memasyarakat baik di kota maupun di desa dalam berbagai tingkatan status sosial masyarakat. Hal ini memperlancar proses pemasaran dan proses produksi dapat berjalan terus menerus.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kedelai termasuk bahan makanan yang penting setelah bahan pangan padi dan jagung. Dalam mempertahankan stabilitas pangan nasional bahan pangan padi dan jagung merupakan bahan pangan pokok bagi bangsa Indonesia sebagai sumber karbohidrat. Sedangkan bahan pangan yang berupa kacang-kacangan merupakan bahan pangan pendukung bahan pangan pokok, karena bahan pangan dari kacang-kacangan termasuk kedelai sebagai sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh setiap manusia.
Karena kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi. Bagi masyarakat Indonesia bahan pangan kedelai ini, sudah sangat memasyarakat dan dikenal oleh semua lapisan masyarakat baik di kota maupun di pedesaan. Banyak ragam produk dari bahan pangan kedelai yang diolah perusahaan dari tingkat besar sampai perusahaan tingkat bawah/home industri yang membuat produk olahan kedelai menjadi bahan pangan siap saji, siap konsumsi yang beredar di masyarakat konsumen seperti kecap, susu sari kedelai, tahu, tempe, tauco dan lain-lain.
Masalah yang terjadi di tingkat konsumen sekarang ini adalah bahwa makanan olahan dari bahan kedelai, berupa tahu, tempe, kecap dianggap sebagai makanan disepelekan, dianggap sebagai makanannya orang kelas rendah, rasanya kurang enak, cepat membosankan dan tidak disukai oleh generasi anak-anak dan remaja.
Masyarakat konsumen sekarang lebih banyak memilih rasa enak, penampilan menarik yang dapat merangsang selera makan, memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dan masalah kandungan gizi, protein yang terkandung dalam makanan tersebut serta harga yang harus mereka beli dinomorduakan.
Kondisi masyarakat seperti ini, kalau ditinjau dari segi bisnis merupakan peluang besar yang dapat dijadikan sebagai sumber usaha yang produksinya disenangi dan dibutuhkan oleh masyarakat konsumen.
B.Tujuan
1.Agar mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan, dan menambah pengalaman dalam usaha pengolahan kedelai menjadi tahu.
2.Dengan adanya usaha ini nantinya diharapkan dapat menambah penghasilan mahasiswa.
C.Manfaat
1.Untuk mengurangi banyaknya pengangguran yang selama ini terjadi dikalangan masyarakat.
2.Menambah keterampilan dan pengetahuan mahasiswa untuk berwirausaha.
BAB II
PEDOMAN PENGEMBANGAN USAHA
A.Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Produk makanan olahan dari kedelai berupa tahu merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, semua lapisan masyarakat baik yang tinggal di kota dan di desa semua sudah mengenal tahu dan sering memakan tahu.
Karena sebagian besar masyarakat konsumen tahu sudah mengetahui bahwa kandungan gizi dan protein yang ada dalam makanan tahu cukup tinggi. Sedangkan ditinjau dari ekonomi, harga makanan tahu cukup murah. Sehingga merupakan hal yang wajar kalau masyarakat baik di kota dan di desa banyak yang mengkonsumsi tahu.
Kondisi seperti ini merupakan peluang besar bagi usahawan untuk menanamkan modalnya di bidang pengolahan kedelai menjadi tahu. karena prospek pemasaran tahu dimasa-masa yang akan datang cukup cerah, dengan berkembangnya masyarakat yang sadar gizi dan pertambahan penduduk yang terjadi pada setiap tahun merupakan peluang untuk berkembangnya industri tahu.
B.Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat, faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Pada dasarnya makanan tahu ini tidak tahan lama dalam penyimpanan, 1 – 2 hari dapat bertahan lebih, dari 2 hari makanan tahu sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi.
Untuk memperjelas strategi pemasaran tersebut diatas terlihat pada bagan pemasaran berikut ini :
Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan
BAB III
ANALISIS USAHA
A.Analisis Pasar
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
Maka dengan melihat pasar tradisional sebagai sentral kebutuhan masyarakat akan kebutuhannya sehari-hari. Terlihat jelas penjualan dari produk makanan tahu, tiap hari selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung, pendatang serta masyarakat setempat. Tidak kurang dari 500 orang berkunjung ke pasar Tradisional untuk mencari / membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Diperkirakan apabila di pasar stradisional tersebut pengunjung membeli tahu cukup 10 % saja dari konsumen pasar tradisional, berarti sudah jelas 50 orang yang membeli tahu rata - rata seharga Rp. 5.000,- sudah terjadi output Rp. 250.000,-/hari/tempat.
Dengan demikian ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).
B.Analisis Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
Sedangkan nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
Kemampuan produksi pengolahan tahu setiap harinya adalah sebagai berikut :
1.Kedelai 50 Kg @ Rp.3.500 = Rp.175.000,-
2.Kayu Bakar 0.5 m3 @ Rp.100.000 = Rp.50.000,-
3.Bensin untuk penggilingan 2 Liter = Rp.10.000.-
4.Tenaga kerja 3 orang @ Rp.25.000 = Rp.75.000,-
Jumlah Pengeluaran = Rp.310.000,-
Produksi tahu setiap cetak dati 5 Kg kedelai menjadi 200 potong tahu @ Rp.200,- = Rp.40.000,-
Untuk 50 Kg kedelai =50/ 5 x Rp.40.000,- = Rp.400.000,-
Produk sampingan ampas tahu = 5 / 50 x Rp.4.000,- =Rp.40.000,-
Pendapatan tahu setiap harinya = Rp.440.000,-
Keuntungan usaha tahu tiap harinya adalah Rp.440.000,- - Rp.310.000 = Rp.130.000,-
C.Kondisi Manajemen
Manajemen dalam usaha merupakan bagian kegiatan yang sangat penting, karena dengan adanya manajemen maju mundurnya usaha dapat terkontrol dan mudah dipantau dalam pelaksanaanya serta setiap saat dapat dievaluasi.
Menurut Prof Charlie Chang (1995), untuk menjamin kemampuan suatu industri bertahan (“survive”) dalam era global ini, maka penerapan Manajemen Mutu Total bukan lagi merupakan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan. Untuk mengelola manajemen secara baik dan praktis, maka dapat dibagi atas tiga suara, yaitu Voice of Customer, Voice of Employee dan Voice of Process.
Manajemen mutu total dapat dilihat sebagai pendekatan utama untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan industri. Industri harus memahami bagaimana pelanggannya memandang mutu dan tingkat mutu yang diharapkan pelanggan. Industri harus berusaha menawarkan mutu lebih baik dari pada saingannya. Hal ini melibatkan komitmen manajemen dan karyawan secara total dalam usaha mencapai mutu yang lebih tinggi.
Minimal dalam manajemen perusahaan tahu, ada 3 bagian penting, yaitu: manajemen perencanaan, manajemen pelaksanaan dan manajemen keuangan. Dari ketiga bagian ini dalam pelaksanaannya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan karena saling terkait satu sama lainnya.
D.Kondisi Persaingan
Dalam bentuk usaha apapun usaha kecil maupun usaha besar persaingan tetap selalu ada baik dalam usaha produksi, maupun dalam pemasaran. Apalagi usaha pembuatan tahu yang proses produksinya cukup sederhana dan tidak membutuhkan modal besar.
Untuk mengantisipasi persaingan dalam usaha, sebagai pelaku usaha harus aktif memantau situasi pasar dan selera/keinginan konsumen, agar produk yang kita jual senantiasa cocok dengan kondisi pasar dan keinginan dari konsumen.
Pada dasarnya mutu produk yang diutamakan diamana, Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat. Definisi ini berpusat pada pelanggan, dimana pelanggan punya kebutuhan dan pengharapan tertentu. Selain itu mutu dapat diartikan jaminan kesetiaan pelanggan, pertahanan terbaik melawan saingan dari luar dan satu-satunya jalan menuju pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng
E.Kondisi Harga
Dalam penentuan harga jual produk tahu yang menjadi pertimbangan harga jual adalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, tenaga kerja, bahan dan nilai keuntungan 20 – 30 %. Apabila pesaing menjual harga lebih murah, maka tindakan yang akan dilakukan yaitu memasang harga pada prosentase terendah yaitu 20 % dan mempertahankan atau meningkatkan kualitas produksi agar dapat memikat pelanggan / konsumen dengan produk yang dikeluarkan.
Untuk melayani beraneka ragam selera konsumen dan kemampuan daya beli konsumen, produk yang dijual juga dibentuk menjadi beberapa ukuran, yaitu ukuran besar, ukuran sedang dan ukuran kecil, dengan harga jual mengikuti besarnya ukuran produk. Sebagai pengusaha tahu kita harus dapat menjaga, memelihara pelayanan agar konsumen dapat menikmati kepuasan dan pada akhirnya akan menjadi pelanggan tetap.
F.Kondisi Promosi dan Iklan
Dalam dunia pemasaran produk olahan dan lain-lain unsur promosi dan iklan merupakan bagian yang penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat konsumen.
Makin banyak masyarakat yang mengenal serta mengetahui tentang produk yang akan membeli produk tersebut. Apalagi produk makanan yang dikategorikan basah yang pada isu sekarang terjadi adanya penggunaan bahan pengawet dari Formalin dan Borax. Maka, tindakan yang dilakukan dengan menggunakan spanduk yang dipasang di tempat produksi dan tempat penjualan / pemasaran serta penyebaran media informasi berupa lifleat kepada para pedagang pengecer dan warung-warung makanan karena haini merupakan suatu alat untuk memberi informasi kedapa masyarakat konsumen / pelanggan.
G.Kondisi Keuangan
1.Modal Tetap
a.Bangunan usaha ukuran 6 x 9
b.Peralatan usaha
c.Mesin penggiling kedelai 1 unit
d.Kendaraan roda dua 1 unit
= Rp. 8.500.000,-
= Rp. 3.000.000,-
= Rp. 5.000.000,-
= Rp. 8.000.000,-
2.Modal Variabel
a.Kedelai 300 Kg @ Rp. 3.500,-
b.Tenaga kerja 3 orang @ Rp. 25.000,-
c.Kayu bakar 6 m3 @ Rp. 100.000,-
d.Uang kas/cadangan
Jumlah
= Rp. 1.050.000,-
= Rp. 75.000,-
= Rp. 600.000,-
= Rp. 500.000,-
= Rp. 26.725.000,-
3.Perputaran Keuangan Per Hari
a.Pengadaan bahan kedelai 50 Kg @ Rp. 35.000,-
b.Pengadaan kayu bakar 0,5 m3 @ Rp. 100.000,-
c.Gaji karyawan 3 orang @ Rp. 25.000,-
d.Pengadaan bensin 2 liter @ Rp. 5.000,-
Jumlah
= Rp. 175.000,-
= Rp. 50.000,-
= Rp. 75.000,-
= Rp. 10.000,-
= Rp. 310.000,-
Pendapatan produk pokok tahu
Pendapatan sampingan (ampas)
Jumlah
= Rp. 400.000,-
= Rp. 40.000,-
= Rp. 440.000,-
Pendapatan usaha / hari :
Rp. 440.000,- - Rp. 310.000,- = Rp. 130.000,-
Pendapatan somah usaha :
Rp. 130.000,- + ( 2 HOK keluarga x Rp. 25.000) = Rp. 180.000,-
BAB IV
KESIMPULAN
Tahu adalah bahan makanan olahan yang terbuat dari kedelai, produk tahu merupakan bagian makanan sebagai lauk pauk, disayur atau diolah menjadi bentuk makanan lain sebagai pelengkap makanan ringan pendamping minum kopi. Disamping itu harganya relatif murah, tahu memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi serta banyak mengandung serat. Proses pembuatannya cukup sederhana dan bahan baku berupa kedelai mudah didapat serta tersedia sepanjang tahun. Jenis usaha pengolahan kedelai menjadi tahu cukup menarik karena tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, proses pembuatannya sederhana, secara ekonomi cepat menghasilkan uang.
DAFTAR PUSTAKA
Cung, C. 1995. Best Practices of Total Quality Management, Makalah seminar PQM. Jakarta
Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta
Ishikawa, K. dan David, J.L. 1992. Pengendalian Mutu terpadu. Penerbit P.T. Remaja Rosdakarya, Bandung
Nainggolan, M. 1996. Total Customer sutisfaction, P.T. Agro Manunggal International Corporate Training Centre, Jakarta.
Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
WIRAUSAHA ( Business Plan) PENGOLAHAN KEDELAI
(USAHA PEMBUATAN TAHU)
Di Desa Lama Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat
Propinsi Sumatra Utara
OLEH :
N A R O H
Nirem.05.1.05.0207
ABSTRAK
Tahu adalah bahan makanan olahan yang terbuat dari kedelai, bertekstur kenyal, berwarna putih/kuning, berbentuk segi empat ukuran 3 x 3 cm atau tergantung selera yang diinginkan. Bagi masyarakat konsumen di Indonesia baik yang ada di kota dan di pedesaan, produk tahu merupakan bagian makanan sebagai lauk pauk, disayur atau diolah menjadi bentuk makanan lain sebagai pelengkap makanan ringan pendamping minum kopi. Disamping harganya relatif murah, tahu memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi serta banyak mengandung serat yang dapat melancarkan proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia, sehingga tahu merupakan salah satu pilihan makanan masyarakat di Indonesia.
Proses pembuatannya cukup sederhana dan bahan baku berupa kedelai mudah didapat serta tersedia sepanjang tahun. Dengan keadaan tersebut diatas merangsang dunia usaha terutama perusahaan home industri kecil, banyak pemilik modal yang berjiwa wiraswasta tertarik untuk menanamkan modalnya dalam usaha pengolahan kedelai menjadi tahu. Jenis usaha pengolahan kedelai menjadi tahu cukup menarik karena tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, proses pembuatannya sederhana, secara ekonomi cepat menghasilkan uang. Dalam pemasarannya, karena makanan tahu sudah memasyarakat baik di kota maupun di desa dalam berbagai tingkatan status sosial masyarakat. Hal ini memperlancar proses pemasaran dan proses produksi dapat berjalan terus menerus.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kedelai termasuk bahan makanan yang penting setelah bahan pangan padi dan jagung. Dalam mempertahankan stabilitas pangan nasional bahan pangan padi dan jagung merupakan bahan pangan pokok bagi bangsa Indonesia sebagai sumber karbohidrat. Sedangkan bahan pangan yang berupa kacang-kacangan merupakan bahan pangan pendukung bahan pangan pokok, karena bahan pangan dari kacang-kacangan termasuk kedelai sebagai sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh setiap manusia.
Karena kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi. Bagi masyarakat Indonesia bahan pangan kedelai ini, sudah sangat memasyarakat dan dikenal oleh semua lapisan masyarakat baik di kota maupun di pedesaan. Banyak ragam produk dari bahan pangan kedelai yang diolah perusahaan dari tingkat besar sampai perusahaan tingkat bawah/home industri yang membuat produk olahan kedelai menjadi bahan pangan siap saji, siap konsumsi yang beredar di masyarakat konsumen seperti kecap, susu sari kedelai, tahu, tempe, tauco dan lain-lain.
Masalah yang terjadi di tingkat konsumen sekarang ini adalah bahwa makanan olahan dari bahan kedelai, berupa tahu, tempe, kecap dianggap sebagai makanan disepelekan, dianggap sebagai makanannya orang kelas rendah, rasanya kurang enak, cepat membosankan dan tidak disukai oleh generasi anak-anak dan remaja.
Masyarakat konsumen sekarang lebih banyak memilih rasa enak, penampilan menarik yang dapat merangsang selera makan, memiliki nilai sosial yang lebih tinggi dan masalah kandungan gizi, protein yang terkandung dalam makanan tersebut serta harga yang harus mereka beli dinomorduakan.
Kondisi masyarakat seperti ini, kalau ditinjau dari segi bisnis merupakan peluang besar yang dapat dijadikan sebagai sumber usaha yang produksinya disenangi dan dibutuhkan oleh masyarakat konsumen.
B.Tujuan
1.Agar mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan, dan menambah pengalaman dalam usaha pengolahan kedelai menjadi tahu.
2.Dengan adanya usaha ini nantinya diharapkan dapat menambah penghasilan mahasiswa.
C.Manfaat
1.Untuk mengurangi banyaknya pengangguran yang selama ini terjadi dikalangan masyarakat.
2.Menambah keterampilan dan pengetahuan mahasiswa untuk berwirausaha.
BAB II
PEDOMAN PENGEMBANGAN USAHA
A.Pemasaran
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Produk makanan olahan dari kedelai berupa tahu merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, semua lapisan masyarakat baik yang tinggal di kota dan di desa semua sudah mengenal tahu dan sering memakan tahu.
Karena sebagian besar masyarakat konsumen tahu sudah mengetahui bahwa kandungan gizi dan protein yang ada dalam makanan tahu cukup tinggi. Sedangkan ditinjau dari ekonomi, harga makanan tahu cukup murah. Sehingga merupakan hal yang wajar kalau masyarakat baik di kota dan di desa banyak yang mengkonsumsi tahu.
Kondisi seperti ini merupakan peluang besar bagi usahawan untuk menanamkan modalnya di bidang pengolahan kedelai menjadi tahu. karena prospek pemasaran tahu dimasa-masa yang akan datang cukup cerah, dengan berkembangnya masyarakat yang sadar gizi dan pertambahan penduduk yang terjadi pada setiap tahun merupakan peluang untuk berkembangnya industri tahu.
B.Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat, faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Pada dasarnya makanan tahu ini tidak tahan lama dalam penyimpanan, 1 – 2 hari dapat bertahan lebih, dari 2 hari makanan tahu sudah rusak dan tidak layak dikonsumsi.
Untuk memperjelas strategi pemasaran tersebut diatas terlihat pada bagan pemasaran berikut ini :
Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan
BAB III
ANALISIS USAHA
A.Analisis Pasar
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.
Maka dengan melihat pasar tradisional sebagai sentral kebutuhan masyarakat akan kebutuhannya sehari-hari. Terlihat jelas penjualan dari produk makanan tahu, tiap hari selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung, pendatang serta masyarakat setempat. Tidak kurang dari 500 orang berkunjung ke pasar Tradisional untuk mencari / membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Diperkirakan apabila di pasar stradisional tersebut pengunjung membeli tahu cukup 10 % saja dari konsumen pasar tradisional, berarti sudah jelas 50 orang yang membeli tahu rata - rata seharga Rp. 5.000,- sudah terjadi output Rp. 250.000,-/hari/tempat.
Dengan demikian ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).
B.Analisis Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.
Sedangkan nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.
Kemampuan produksi pengolahan tahu setiap harinya adalah sebagai berikut :
1.Kedelai 50 Kg @ Rp.3.500 = Rp.175.000,-
2.Kayu Bakar 0.5 m3 @ Rp.100.000 = Rp.50.000,-
3.Bensin untuk penggilingan 2 Liter = Rp.10.000.-
4.Tenaga kerja 3 orang @ Rp.25.000 = Rp.75.000,-
Jumlah Pengeluaran = Rp.310.000,-
Produksi tahu setiap cetak dati 5 Kg kedelai menjadi 200 potong tahu @ Rp.200,- = Rp.40.000,-
Untuk 50 Kg kedelai =50/ 5 x Rp.40.000,- = Rp.400.000,-
Produk sampingan ampas tahu = 5 / 50 x Rp.4.000,- =Rp.40.000,-
Pendapatan tahu setiap harinya = Rp.440.000,-
Keuntungan usaha tahu tiap harinya adalah Rp.440.000,- - Rp.310.000 = Rp.130.000,-
C.Kondisi Manajemen
Manajemen dalam usaha merupakan bagian kegiatan yang sangat penting, karena dengan adanya manajemen maju mundurnya usaha dapat terkontrol dan mudah dipantau dalam pelaksanaanya serta setiap saat dapat dievaluasi.
Menurut Prof Charlie Chang (1995), untuk menjamin kemampuan suatu industri bertahan (“survive”) dalam era global ini, maka penerapan Manajemen Mutu Total bukan lagi merupakan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan. Untuk mengelola manajemen secara baik dan praktis, maka dapat dibagi atas tiga suara, yaitu Voice of Customer, Voice of Employee dan Voice of Process.
Manajemen mutu total dapat dilihat sebagai pendekatan utama untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan industri. Industri harus memahami bagaimana pelanggannya memandang mutu dan tingkat mutu yang diharapkan pelanggan. Industri harus berusaha menawarkan mutu lebih baik dari pada saingannya. Hal ini melibatkan komitmen manajemen dan karyawan secara total dalam usaha mencapai mutu yang lebih tinggi.
Minimal dalam manajemen perusahaan tahu, ada 3 bagian penting, yaitu: manajemen perencanaan, manajemen pelaksanaan dan manajemen keuangan. Dari ketiga bagian ini dalam pelaksanaannya menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan karena saling terkait satu sama lainnya.
D.Kondisi Persaingan
Dalam bentuk usaha apapun usaha kecil maupun usaha besar persaingan tetap selalu ada baik dalam usaha produksi, maupun dalam pemasaran. Apalagi usaha pembuatan tahu yang proses produksinya cukup sederhana dan tidak membutuhkan modal besar.
Untuk mengantisipasi persaingan dalam usaha, sebagai pelaku usaha harus aktif memantau situasi pasar dan selera/keinginan konsumen, agar produk yang kita jual senantiasa cocok dengan kondisi pasar dan keinginan dari konsumen.
Pada dasarnya mutu produk yang diutamakan diamana, Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat. Definisi ini berpusat pada pelanggan, dimana pelanggan punya kebutuhan dan pengharapan tertentu. Selain itu mutu dapat diartikan jaminan kesetiaan pelanggan, pertahanan terbaik melawan saingan dari luar dan satu-satunya jalan menuju pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng
E.Kondisi Harga
Dalam penentuan harga jual produk tahu yang menjadi pertimbangan harga jual adalah besarnya biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, tenaga kerja, bahan dan nilai keuntungan 20 – 30 %. Apabila pesaing menjual harga lebih murah, maka tindakan yang akan dilakukan yaitu memasang harga pada prosentase terendah yaitu 20 % dan mempertahankan atau meningkatkan kualitas produksi agar dapat memikat pelanggan / konsumen dengan produk yang dikeluarkan.
Untuk melayani beraneka ragam selera konsumen dan kemampuan daya beli konsumen, produk yang dijual juga dibentuk menjadi beberapa ukuran, yaitu ukuran besar, ukuran sedang dan ukuran kecil, dengan harga jual mengikuti besarnya ukuran produk. Sebagai pengusaha tahu kita harus dapat menjaga, memelihara pelayanan agar konsumen dapat menikmati kepuasan dan pada akhirnya akan menjadi pelanggan tetap.
F.Kondisi Promosi dan Iklan
Dalam dunia pemasaran produk olahan dan lain-lain unsur promosi dan iklan merupakan bagian yang penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat konsumen.
Makin banyak masyarakat yang mengenal serta mengetahui tentang produk yang akan membeli produk tersebut. Apalagi produk makanan yang dikategorikan basah yang pada isu sekarang terjadi adanya penggunaan bahan pengawet dari Formalin dan Borax. Maka, tindakan yang dilakukan dengan menggunakan spanduk yang dipasang di tempat produksi dan tempat penjualan / pemasaran serta penyebaran media informasi berupa lifleat kepada para pedagang pengecer dan warung-warung makanan karena haini merupakan suatu alat untuk memberi informasi kedapa masyarakat konsumen / pelanggan.
G.Kondisi Keuangan
1.Modal Tetap
a.Bangunan usaha ukuran 6 x 9
b.Peralatan usaha
c.Mesin penggiling kedelai 1 unit
d.Kendaraan roda dua 1 unit
= Rp. 8.500.000,-
= Rp. 3.000.000,-
= Rp. 5.000.000,-
= Rp. 8.000.000,-
2.Modal Variabel
a.Kedelai 300 Kg @ Rp. 3.500,-
b.Tenaga kerja 3 orang @ Rp. 25.000,-
c.Kayu bakar 6 m3 @ Rp. 100.000,-
d.Uang kas/cadangan
Jumlah
= Rp. 1.050.000,-
= Rp. 75.000,-
= Rp. 600.000,-
= Rp. 500.000,-
= Rp. 26.725.000,-
3.Perputaran Keuangan Per Hari
a.Pengadaan bahan kedelai 50 Kg @ Rp. 35.000,-
b.Pengadaan kayu bakar 0,5 m3 @ Rp. 100.000,-
c.Gaji karyawan 3 orang @ Rp. 25.000,-
d.Pengadaan bensin 2 liter @ Rp. 5.000,-
Jumlah
= Rp. 175.000,-
= Rp. 50.000,-
= Rp. 75.000,-
= Rp. 10.000,-
= Rp. 310.000,-
Pendapatan produk pokok tahu
Pendapatan sampingan (ampas)
Jumlah
= Rp. 400.000,-
= Rp. 40.000,-
= Rp. 440.000,-
Pendapatan usaha / hari :
Rp. 440.000,- - Rp. 310.000,- = Rp. 130.000,-
Pendapatan somah usaha :
Rp. 130.000,- + ( 2 HOK keluarga x Rp. 25.000) = Rp. 180.000,-
BAB IV
KESIMPULAN
Tahu adalah bahan makanan olahan yang terbuat dari kedelai, produk tahu merupakan bagian makanan sebagai lauk pauk, disayur atau diolah menjadi bentuk makanan lain sebagai pelengkap makanan ringan pendamping minum kopi. Disamping itu harganya relatif murah, tahu memiliki kandungan gizi dan protein yang cukup tinggi serta banyak mengandung serat. Proses pembuatannya cukup sederhana dan bahan baku berupa kedelai mudah didapat serta tersedia sepanjang tahun. Jenis usaha pengolahan kedelai menjadi tahu cukup menarik karena tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, proses pembuatannya sederhana, secara ekonomi cepat menghasilkan uang.
DAFTAR PUSTAKA
Cung, C. 1995. Best Practices of Total Quality Management, Makalah seminar PQM. Jakarta
Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta
Ishikawa, K. dan David, J.L. 1992. Pengendalian Mutu terpadu. Penerbit P.T. Remaja Rosdakarya, Bandung
Nainggolan, M. 1996. Total Customer sutisfaction, P.T. Agro Manunggal International Corporate Training Centre, Jakarta.
Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Uasaha Tanaman Hias
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dewasa ini jumlah pengangguran semakin meningkat, baik penggangguran terdidik maupun tidak terdidik yang menjadi masalah, baik ditinjau dari lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Apabila tidak ditangani secara serius akan berkembang menjadi masalah-masalah sosial.
Untuk mengatasi hal tersebut, dari pihak keluarga perlu ada semacam perhatian bagi anggota keluarganya untuk mencari jalan keluar/terobosan baru dengan bekerja tanpa menggantungkan pekerjaan dari pemerintah/swasta, yang disebut dengan berwiraswasta/wirausaha.
Kesiapan memasuki dunia usaha dapat diperoleh dengan membekali/ melengkapi diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan langsung dengan usaha yang sudah direncanakan. Berapa bekal ketrampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pengusaha antara lain; ketrampilan berpikir kreatif, ketrampilan membuat keputusan, ketrampilan dalam memimpin, dan ketrampilan menejerial.
Bekal pengetahuan dan ketrampilan tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan magang. Magang adalah sebuah kegiatan yang bisa mengubah sikap seseorang, terlebih bila orang tersebut memang memiliki kemauan yang kuat untuk mengubah dirinya. Ketika kemauan itu muncul, maka hasil kegiatan magang bekal yang praktis, yang akan menuntun langkah kita menuju perubahan.
B.Tujuan Kegiatan
Kegiatan magang ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman langsung dan belajar pada situasi nyata tentang dunia usaha tanaman hias yang terjadi dilapangan.
C.Manfaat Kegiatan
1.Menambah pengetahuan mahasiswa tentang cara berwirausaha tanaman hias yang baik dan sukses.
2.Sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa dalam melakukan wirausaha nantinya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Prospek agribisnis tanaman hias beberapa tahun terakhir sangatlah cerah baik didalam maupun diluar negeri. Indonesia kaya tanaman hias serta bunga potong. Akan tetapi dalam penggalian potensi serta pemanfaatannya sangatlah rendah (12-15%). Kekayaan akan ragam dan jenis plora hias makin bertambah dalam pemulian tanaman dan introduksi dari luar negeri.
Hasil dari tanaman hias itu sendiri banyak digunakan sebagai sarana peralatan tradisional, keagamaan, upacara kenegaraan, bahan makanan dan minuman, obat pewangi, kerajinan serta sebagai kenyamanan lingkungan disekitar.
Permintaan tanaman hias sangatlah meningkat dengan didukungnya oleh perkembangan kota besar, tempat pariwisata, pemukiman serta meningkatnya pendapatan. Dimana peluang ekspor dari tanaman hias itu sendiri cukuplah besar diantaranya Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Belanda, Singapura, Prancis, Hongkong, Denmark, Swedia, Australia, Hawai, Malaysia serta Arab Saudi.
Tanaman hias memiliki bagian-bagian yang sangat menarik dimana diantaranya yaitu tanaman hias berdaun indah (Bentuk, warna, serta kelembutan daun), tanaman hias berbunga indah (bentu, warna serta bau), tanaman hias berbentuk indah ( struktur dan tekstur).
Penempatan tanaman hias ada dua yaitu Indoor Plant adalah tanaman hias didalam ruangan, yang berguna untuk menghiasi ruangan dan dapat berfungsi sebagai pajangan, pembatas, kamiflase tempat yang lebih menarik. Sedangkan Outdoor Plant adalah tanaman hias diluar ruangan, dimana tanaman ini tahan terhadap sinar matahari langsung yang dapat berfungsi sebagai penahan debu, angin, cahaya, serta menambah kesegaran.
Umur tanaman hias ada tiga diantarnya adalah tanaman hias semusim yang sering kali disebut dengan Annual, tanaman hias tahunan yang sering disebut dengan Perennual, sedangkan yang terakhir yaitu tanaman hias dua musim yang sering disebut dengan Biannual.
Perbanyakan tanaman hias dengan cara Generatif dan vegetatif. Perbanyakan Generatif adalah perbanyakan tanaman dengan biji dan spora. Sedangkan perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan cara cangkok, stek, anakan/tunas, umbi lapis, okulasi, sambung dan kultur jaringan.
Tanaman hias dapat menggunakan pot dari tanah liat, pot dari kayu dan pot dari plastik. Pot tanah liat adalah wadah terbaik, serta dingin untuk tanaman. Pot kayu adalah juga sebagai wadah terbaik serta dingin bagi tanaman akan tetapi cepat rusak. Sedangkan pot plastik adalah suatu wadah yang lebih baik dari yang lainnya akan tetapi perlu dibuat lubang pembuangan air.
Media tanam pada tanaman hias yang banyak digunakan dipasaran yaitu potongan sabut kelapa, potongan batang pakis, pecahan genting atau batu bata, ijuk, batu apung, perlit, zeolit, spon, arang dan bayak lagi yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hias.
Tanaman hias memerlukan perawatan yang intensif agar tetap terjaga keindahannya, baik dari segi media tanam, pemupukan, penyiraman, dan lain sebainya sangat perlu diperhatikan.
BAB III
METODOLOGI
A.Waktu dan Tempat
Kegiatan magang kewirausahaan tanamn hias ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Senin, 13 Oktober 2008
Tempat : Son Garden
Jln.Kumendaman Mj II/581 Yogyakarta (Belakang Hotel Brongto)
B.Metode Pengambilan Data
Dalam kegiatan magang kewirausahan tanaman hias data yang diperoleh yaitu data primer dengan menggunakan koesioner tau pertanyaan-pertanyaan yang menyakut kegiatan usaha tanaman hias.
C.Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam magaang kewirausahaan tanaman hias untuk memperoleh data yaitu alat tulis serta bahan yaitu koesioner atau pertanyaan-pertanyaan yang neyangkut kegiatan usahan tanaman hias di Son garden.
BAB IV
HASIL KEGIATAN MAGANG
A.Biografi Usahawan
1.Nama Usaha : “ Son Garden “
2.Nama Pemilik : Bpk Dian Maulana. SH
3.Jenis Usaha : Tanaman Hias
4.Umur : 48 Tahun
5.Alamat usaha/ rumah : Di jln.Kumendaman Mj II/581 Yogyakarta
6.Jumlah keluarga : 3 Orang
7.Moto hidup : Kesuksesan ada ditangan sendiri.
8.Moto usaha : Waktu adalah segalanya.
B.Rangkuman Materi
Bapak Dian Maulana, SH merupakan pemilik sekaligus pengelolah usaha tanaman hias yang menyediakan banyak jenis tanaman hias, mulai dari tanaman hias berdaun indah, tanaman hias berbunga indah serta tanaman hias berbentuk/berbatang indah, yang mana tanaman hias ini semua banyak diminati orang.
Usaha tanaman hias ini sudah lama ditekuni oleh bapak Dian Maulan, SH sejak tahun 80-an. Usaha tanaman hias ini termasud usaha yang sudah cukup berhasil dan dapat menopang kebutuhan hidup keluarganya. Dari keberhasilan usaha ini, bapak Dian Maulana, SH telah berhasil meyekolahkan anaknya serta mengekuliahkan anyaknya. Disamping itu pula bapak Dian Maulana, SH merencanakan ingin membuka jaringan tanaman hias di kota Magelang, karena beliau memandang tanaman hias untuk tahun kedepannya banyak dicari orang terutama bagi kalangan menengah. Bapak Dian Maulana, SH tergolong orang yang sabar, ulet usaha, berkat keuletannya beliau telah memiliki rumah yang cukup bagus dan memiliki dua sepeda motor serta satu buah mobil bak terbuka yang berguna untuk mengankut dan mengantarkan tanaman hias kepelanggan tanaman hias.
Jenis usaha yang digeluti ini memiliki strategi yang cukup bagus agar bisa bertahan yaitu dengan berusaha membudidayakan serta membentuk bunga agar pelangan tertarik atas kereaktifitasnya, dengan tidakannya ini beliau berharap semua pelanggan tidak akan kecewa dan seterusnya akan datang.
Alasan saya memilih Son Garden sebagai tempat magang sebab pertama kali saya mencari bunga dengan teman saya untuk mengisi Stan Pameran yang diselenggarakan di Kampus STPP Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian saya melihat jenis bunga yang ada si Son Garden cukuplah banyak dan berpariasi.
Ketertarikan saya disini cukup beralasan dan dipandang telah memenuhi keriteria sebagai berikut :
1.Pengetahuan dan pengalaman dalam bidang usaha tanaman hias ini bisa diserap dan dapat diterapkan.
2.Merupakan usaha sederhana, milik sendiri yang sudah berhasil sejak lama.
3.Usaha tanaman hias ini telah berjalan selama puluhan tahun.
C.Hasil Wawancara
1.Motivasi
Usaha tanaman his ini telah tergeluti oleh saya sejak lama karena terpandang sangat digemari banyak orang dan salah satu hobi saya, terutama bagi kalangan menegah dan kalangan keatas yang memiliki uang lebih ataupun hobinya di tanaman hias. Seperti contoh tanaman Anthorium yang beberapa tahun lalu harganya melambung begitu pesat, bagi penggemar tanaman hias uang tiada arti bila dibandingkan dengan hobi. Jutaan rupiah yang mereka keluarkan tidak akan rugi asalkan hobinya dapat terpenuhi dan tercapai.
Sebelum berusaha tanaman hias ini saya hanya buruh bangunan serta yang lainya. Pada suatu hari saya berbincang-bincang dengan rekan saya tentang berwirausaha kecil-kecilan, timbul dibenak untuk membuka usaha tanaman hias, dengan beberapa pertimbangan. Setelah beberapa bulan saya pertimbangkan dan mengumpulkan dana untuk usaha tersebut maka terkumpullah dana dan saya membukanya dengan kecil=kecilan. Usaha ini berawal dari keyakinan, tekat dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Usaha ini terbuka berkisar tahun 1982-1983. dengan dorongan keluarga serta keyakinan dan tekat yang kuat untuk berhasil maka, say muali merintis usaha ini secara kecil-kecilan.
Tujuan hidup adalah berusaha sendiri dan membangun pekerjaan untuk orang banyak itung-itung membantu atau meringankan orang disekitar. Serta ingin hidup keluarga sejahtera kecukupan sandang, pangan dan lainnya.
Kalau cerita masalah impian, banyak impian yang mau diraih akan tetapi yang sederhana saja yaitu usaha yang saya jalani ini berjalan dengan lancar dan untuk keluarga agar kehidupan tentram, aman dan nyaman.
Tentang kendala, memang banyak kendala dalam berusaha akan tetapi dengan kendala tersebutlah membuat suatu pelajaran dan pengalaman, karena siapa pun yang berusaha pasti mengalami kendala maupun masalah didalam usahanya. Untuk kendala yang pertama yaitu modal sebab untuk membeli bunga untuk diperbanyak memerlukan uang yang cukup besar. Kedua alat tranportasi yaitu mobil yang mana saat ini hanya satu unit mobil dimana mobil diperlukan untuk mengambil dan mengantar pesanan konsumen.
Prestasi buat kami tidak ada, saya sudah merasa puas atas keadaan yang sekarang atas usaha tanaman hias ini karena banyak pelanggan yang percaya kepada saya untuk pembelian atau transaksi tanaman hias ini.
Untuk penghargaan jelas saya menginginkannya, sebab kepuasan pelanggang ada pada kita atau kepuasan pelanggan adalah kepuasan saya juga. Disamping kita memperikan kepuasan atas hobinya kita juga diuntungkan.
2.Kepemimpinan
Dalam menjalankan kegiatan usaha tanaman hias ini bapak Dian Maulana, SH dibantu oleh 4 karyawan salah satunya termaksud anak perempuannya sendiri yang sekarang berumur 21 tahun, yang ketiga karyawannya yaitu 1 adalah perempuan berumur 22 tahun dengan pendidikan terakhir SMP, serta yang keduanya yaitu laki-laki dengan usia 29 tahun dan 31 tahun dengan pendidikan terakhir SD dan SMA.
Pekerjaan sudah menjadi rutinitas dan tugasnya sudah menjadi kebiasaan kesehariannya untuk melayani pelanggan yang ingin membeli tanaman hias. Dengan adanya bantuan dari anak perempuanya serta 3 karyawan lainya, bapak Dian Maulana, SH dapat mengerjakan aktivitas yang lainnya diluar usaha tanaman hias.
Semua karyawan yang ada dibawah pimpinan anak perempuan saya, yang mana karyawan tersebut datang berkerja mulai pukul 08.00 sampai 21.00. contoh-contoh yang kami berikan untuk karyawan yaitu tentang kedisiplinan kehadiran dengan demikian kami harus datang lebih awal dari pada karyawan.
Mengenai upa untuk tenaga kerja ini kami meberikan sebesar Rp. 21.000 untuk uapa tenaga kerja laki-laki dan Rp. 18.000 untuk upah tenaga kerja wanita, serta kami berikan makan siang. sedangkan untuk upah tenaga kerja anak saya tidak saya patokkan sebab saya berusaha ini untuk keluarga dan anak saya nantinya. Untuk tunjangan kami memberikan hanya di saat lebaran Idul Fitri.
3.Penentuan Harga Jual
Menentukan harga jual kami tidak terlalu tinggi agar memperoleh untuk yang besar, kami hanya ingin mencari pelanggan agar usaha ini nantinya bisa saya berikan kepada anak saya. Untuk menentukan harga jual kami tidak bisa memastikan sebab tergantung ketenaran tanaman hias itu sendiri, terkadang kita mendapatkan untung yang lumayan besar dibanding harga pokok, akan tetapi bisa kemungkinan harga tanaman hias di bawah harga pokok. Untuk menjual tanaman hias perluh diperhatikan ketenaran, umur, bentuk dan lain sebagainya pertimbangan harga.
Kegiatan promosi kami tidak perna mengadakannya karena usaha kami tidak terlalu besar, usaha ini hanyalah usaha kecil-kecilan. Biaya yang sering dikeluarkan hanyalah untuk distribusi, itu juga tidak bisa dipastikan karena ada hari-hari yang sepi untuk kedatangan pelanggan.Keuntungan yang kita harapkan yaitu diatas harga pokok. Sebab keuntungan tanaman hias tidak bisa dipastikan.
4.Pemasaran
Pemasaran yang selama ini kami lakukan sangatlah sederhana dan tanpa promosi, kami hanya sering mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di kota Yogyakarta saya. Karena usaha saya ini sebagai penyalur hobi bagi saya dan bagi penghobi lainnya.
Kaitan dengan distribusi adalah suatu penyaluran atau antar pesanan yang agak banyak maka kami menggunakan mobil bak terbuka, serta melalui telekomunikasi dengan pelanggan.
Dalam dunia usaha jelas persaingan selalu ada. Cukup banyak pengusaha tanaman hias dikota Yogayakarta ini. Akan tetapi kami tidak perlu takut untuk bersaing karena dalam melakukan usaha kepuasan konsumen merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Jadi walaupun produk yang dipasarkan sama, dengan pelayanan yang lebih kepada konsumen menjadikan nilai tambah bagi usaha yang kami geluti ini.
Tanaman hias yang ada di Son Garden ini cukuplah banyak, di mulai dari tanaman hias berdaun indah sampai tanaman hias berbentuk indah seperti Bonsai. Untuk tanaman hias unggulan kami tidak bisa jelaskan sebab setiap satu, dua tahun atau lebih ketenaran tanaman hias berganti-ganti. Memang untuk saat ini mulai tenar dan dicari banyak orang adalah tanaman hias jenis puring. Akan tetapi dengan bergantinya waktu tanaman hias berjenis puring ini akan tidak digemari lagi jika sudah banyak yang memilikinya.
Permintaan akan tanaman hias itu sendiri dari waktu kewaktu jelas meningkat sebab bagi pehobi tanaman hias ia akan semangkin mencari tanaman hias yang sebanyak-banyaknya serta di perkirakan 10 tahun kedepan bakal menjadi tenar dan dicari banyak orang.
Dalam usaha tanaman hias ini permasalahan pemasaran sering terjadi yaitu alat distribusi yang kurang, serta jumlah tanaman hias yang sedikit dan langkah.
Strategi-strategi kami dalam pemasaran tanaman hias yang diterapkan agar usaha tetap eksis diantaranya adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin, melayani permintaan dengan sistem pembayaran dibelakang atau bon.
5.Pengelolaan Dana
Dalam usaha tanaman hias ini bermodalkan dari tabungan keluarga yang tidak begitu besar, serta bantuan dari saudara-saudara yang akhirnya sudah saya kembalikan dengan cara mengangsur. Terkadang ada bantuan dari rekan-rekan dalam bentuk tanaman. Sampai saat ini usaha suda berjalan dengan lancar dengan hasil yang cukup memuaskan.
6.Evaluasi Kewirausahaan
Trend usaha dalam waktu 2 tahun terakhir mengalami peningkatan dengan indikator tanaman hias yang dijual lebih banyak variasinya, jenis dan macamnya. Mengenai pelanggan setiap tahunnya bertambah.
Ketika pertanyaan diajukan mengenai keuntungan, bapak Dian Maulana, SH agak tertutup, tetapi beliau hanya merasakan setiap tahun omzet penjualannya semangkin meningkat.
Stretegi yang dapat diterapkan pada masa lalu dan sekarang adalah mempertahankan hubungan dengan karyawa, pelanggan/konsumen, dan pelantara (distributor) yang sudah terjalin baik, serta meningkatkan hubungan baru dengan calon-calon pelanggan lainnya.
BAB V
PERMASALAHAN
Dari hasil wawancara terdapat beberapa hal yang perlu diangkat sebagai permasalahan yang terdapat pada Son Garden, diantaranya adalah:
1.Sebelum menekuni usaha tanaman hias bapak Dian Maulana, SH pernah bekerja sebagai buru bangunan yang tiap minggu menerima gaji yang tidak begitu besar dan tidak sepenuhnya gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pekerjaan tersebut ditinggalkan karena bapak merasa menerima gaji yang ketergantungan.
2.Pengantara Tanaman hias kepada pelanggan tidak begitu cepat karena kurangnya alat distribusi.
3.Dalam usahanya ini bapak Dian Maulana, SH belum bisa menetapkan Keuntungan marjin sebab tergantung dengan tenarnya tanaman hias itu sendiri.
4.Tidak melakukan kegiatan promosi setelah distribusi produknya lancar
5.Strategi menghadapi era globalisasi masih kurang.
BAB VI
PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH
A.Pembahasan
Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi pada kegiatan usaha tanaman hias di Son Garden dapat dibahas :
1.Usaha penjualan tanaman hias seyogyanya tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan, hal ini tidak lepas dari tingkat keberhasilan. Subur dalam menjalankan usahanya yang sudah dirintis sejak tahun 1982an.
2.Usaha penjualan tanaman hias yang dilakukan bapak Dian Maulana, SH semakin maju apa bila alat distribusi yang mencukupi serta adanya pelayanan yang baik terhadap pelanggan, kerjasama yang baik dengan Karyawan.
3.Keuntungan marjin yang tinggi memang dambaan setiap pengusaha, tetapi hal tersebut belum tentu menguntungkan bagi kelancaran dan keberlangsungan usaha untuk jangka panjang. Siklus produksi yang lancar, dengan menentukan keuntungan marjin lebih menjamin masa depan sebuah usaha untuk tumbuh dan berkembang .
4.Kegiatan promosi sebaiknya diadakan, walaupun distribusi produk sudah dianggap lancar.
5.Beberapa permasalahan yang teridentifikasi dalam masalah tersebut merupakan hal-hal yang dipertimbangkan dalam menghadapi era globalisasi.
B.Pemecahan Masalah
1.Penjualan tanaman hias adalah salah satu usaha yang menjanjikan selama masih ada pelanggan khususnya pehobi tanaman hias yang melakukan usaha dibidang pertanian.
2.Penambahan alat distribusi agar tanaman hias yang ingin didistribusikan kepelanggan dapat berjalan dengan lancar.
3.Tentukan untuk menentukan keuntuangan marjin yang jelas serta memperkecil kelemahan dan memperkuat daya saing usaha.
4.Promosi harus dilakukan dalam kegiatan usaha untuk menunjang kelancaran suatu usaha.
5.Era globalisasi membutuhkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk menghadapinya jadi harus membuka diri terhadap berbagai perkembangan informasi dan teknologi.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang didapat dari Son Garden serta pembahasannya dapat disimpulkan, sebagai berikut :
1.Penjualan tanaman hias merupakan salah satu usaha yang tergolong produktif dan menguntungkan, apalagi untuk beberapa tahun kedepan yang mana untuk melayani pehobi tanaman hias dari waktu-kewaktu semangkin meningkat.
2.Son Garden yang selama ini di pegang dan dikendalikan oleh bapak Dian Maulana, SH merupakan pengusaha yang tergolong berhasil.
B.Saran
Untuk pengembangan usaha tanaman hias dimasa yang akan datang, bapak Dian Maulana, SH harus membuka diri terhadap perkembangan berbagai teknologi dan informasi khususnya, berkaitan dengan semangkin meningkatnya pehobi tanaman hias dari waktu-kewaktu.
DAFTAR PUSTAKA
Agus. FX. 2004. Hand Out Mata Kuliah Kewirausahaan. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
Sri Sugihartiningsih, 2002, Hand Out Mata Kuliah Budidaya Tanaman Hias. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
www.kebonkembang.com
by Naroh
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dewasa ini jumlah pengangguran semakin meningkat, baik penggangguran terdidik maupun tidak terdidik yang menjadi masalah, baik ditinjau dari lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Apabila tidak ditangani secara serius akan berkembang menjadi masalah-masalah sosial.
Untuk mengatasi hal tersebut, dari pihak keluarga perlu ada semacam perhatian bagi anggota keluarganya untuk mencari jalan keluar/terobosan baru dengan bekerja tanpa menggantungkan pekerjaan dari pemerintah/swasta, yang disebut dengan berwiraswasta/wirausaha.
Kesiapan memasuki dunia usaha dapat diperoleh dengan membekali/ melengkapi diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang berhubungan langsung dengan usaha yang sudah direncanakan. Berapa bekal ketrampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pengusaha antara lain; ketrampilan berpikir kreatif, ketrampilan membuat keputusan, ketrampilan dalam memimpin, dan ketrampilan menejerial.
Bekal pengetahuan dan ketrampilan tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan magang. Magang adalah sebuah kegiatan yang bisa mengubah sikap seseorang, terlebih bila orang tersebut memang memiliki kemauan yang kuat untuk mengubah dirinya. Ketika kemauan itu muncul, maka hasil kegiatan magang bekal yang praktis, yang akan menuntun langkah kita menuju perubahan.
B.Tujuan Kegiatan
Kegiatan magang ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman langsung dan belajar pada situasi nyata tentang dunia usaha tanaman hias yang terjadi dilapangan.
C.Manfaat Kegiatan
1.Menambah pengetahuan mahasiswa tentang cara berwirausaha tanaman hias yang baik dan sukses.
2.Sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa dalam melakukan wirausaha nantinya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Prospek agribisnis tanaman hias beberapa tahun terakhir sangatlah cerah baik didalam maupun diluar negeri. Indonesia kaya tanaman hias serta bunga potong. Akan tetapi dalam penggalian potensi serta pemanfaatannya sangatlah rendah (12-15%). Kekayaan akan ragam dan jenis plora hias makin bertambah dalam pemulian tanaman dan introduksi dari luar negeri.
Hasil dari tanaman hias itu sendiri banyak digunakan sebagai sarana peralatan tradisional, keagamaan, upacara kenegaraan, bahan makanan dan minuman, obat pewangi, kerajinan serta sebagai kenyamanan lingkungan disekitar.
Permintaan tanaman hias sangatlah meningkat dengan didukungnya oleh perkembangan kota besar, tempat pariwisata, pemukiman serta meningkatnya pendapatan. Dimana peluang ekspor dari tanaman hias itu sendiri cukuplah besar diantaranya Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Belanda, Singapura, Prancis, Hongkong, Denmark, Swedia, Australia, Hawai, Malaysia serta Arab Saudi.
Tanaman hias memiliki bagian-bagian yang sangat menarik dimana diantaranya yaitu tanaman hias berdaun indah (Bentuk, warna, serta kelembutan daun), tanaman hias berbunga indah (bentu, warna serta bau), tanaman hias berbentuk indah ( struktur dan tekstur).
Penempatan tanaman hias ada dua yaitu Indoor Plant adalah tanaman hias didalam ruangan, yang berguna untuk menghiasi ruangan dan dapat berfungsi sebagai pajangan, pembatas, kamiflase tempat yang lebih menarik. Sedangkan Outdoor Plant adalah tanaman hias diluar ruangan, dimana tanaman ini tahan terhadap sinar matahari langsung yang dapat berfungsi sebagai penahan debu, angin, cahaya, serta menambah kesegaran.
Umur tanaman hias ada tiga diantarnya adalah tanaman hias semusim yang sering kali disebut dengan Annual, tanaman hias tahunan yang sering disebut dengan Perennual, sedangkan yang terakhir yaitu tanaman hias dua musim yang sering disebut dengan Biannual.
Perbanyakan tanaman hias dengan cara Generatif dan vegetatif. Perbanyakan Generatif adalah perbanyakan tanaman dengan biji dan spora. Sedangkan perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman dengan cara cangkok, stek, anakan/tunas, umbi lapis, okulasi, sambung dan kultur jaringan.
Tanaman hias dapat menggunakan pot dari tanah liat, pot dari kayu dan pot dari plastik. Pot tanah liat adalah wadah terbaik, serta dingin untuk tanaman. Pot kayu adalah juga sebagai wadah terbaik serta dingin bagi tanaman akan tetapi cepat rusak. Sedangkan pot plastik adalah suatu wadah yang lebih baik dari yang lainnya akan tetapi perlu dibuat lubang pembuangan air.
Media tanam pada tanaman hias yang banyak digunakan dipasaran yaitu potongan sabut kelapa, potongan batang pakis, pecahan genting atau batu bata, ijuk, batu apung, perlit, zeolit, spon, arang dan bayak lagi yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hias.
Tanaman hias memerlukan perawatan yang intensif agar tetap terjaga keindahannya, baik dari segi media tanam, pemupukan, penyiraman, dan lain sebainya sangat perlu diperhatikan.
BAB III
METODOLOGI
A.Waktu dan Tempat
Kegiatan magang kewirausahaan tanamn hias ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Senin, 13 Oktober 2008
Tempat : Son Garden
Jln.Kumendaman Mj II/581 Yogyakarta (Belakang Hotel Brongto)
B.Metode Pengambilan Data
Dalam kegiatan magang kewirausahan tanaman hias data yang diperoleh yaitu data primer dengan menggunakan koesioner tau pertanyaan-pertanyaan yang menyakut kegiatan usaha tanaman hias.
C.Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam magaang kewirausahaan tanaman hias untuk memperoleh data yaitu alat tulis serta bahan yaitu koesioner atau pertanyaan-pertanyaan yang neyangkut kegiatan usahan tanaman hias di Son garden.
BAB IV
HASIL KEGIATAN MAGANG
A.Biografi Usahawan
1.Nama Usaha : “ Son Garden “
2.Nama Pemilik : Bpk Dian Maulana. SH
3.Jenis Usaha : Tanaman Hias
4.Umur : 48 Tahun
5.Alamat usaha/ rumah : Di jln.Kumendaman Mj II/581 Yogyakarta
6.Jumlah keluarga : 3 Orang
7.Moto hidup : Kesuksesan ada ditangan sendiri.
8.Moto usaha : Waktu adalah segalanya.
B.Rangkuman Materi
Bapak Dian Maulana, SH merupakan pemilik sekaligus pengelolah usaha tanaman hias yang menyediakan banyak jenis tanaman hias, mulai dari tanaman hias berdaun indah, tanaman hias berbunga indah serta tanaman hias berbentuk/berbatang indah, yang mana tanaman hias ini semua banyak diminati orang.
Usaha tanaman hias ini sudah lama ditekuni oleh bapak Dian Maulan, SH sejak tahun 80-an. Usaha tanaman hias ini termasud usaha yang sudah cukup berhasil dan dapat menopang kebutuhan hidup keluarganya. Dari keberhasilan usaha ini, bapak Dian Maulana, SH telah berhasil meyekolahkan anaknya serta mengekuliahkan anyaknya. Disamping itu pula bapak Dian Maulana, SH merencanakan ingin membuka jaringan tanaman hias di kota Magelang, karena beliau memandang tanaman hias untuk tahun kedepannya banyak dicari orang terutama bagi kalangan menengah. Bapak Dian Maulana, SH tergolong orang yang sabar, ulet usaha, berkat keuletannya beliau telah memiliki rumah yang cukup bagus dan memiliki dua sepeda motor serta satu buah mobil bak terbuka yang berguna untuk mengankut dan mengantarkan tanaman hias kepelanggan tanaman hias.
Jenis usaha yang digeluti ini memiliki strategi yang cukup bagus agar bisa bertahan yaitu dengan berusaha membudidayakan serta membentuk bunga agar pelangan tertarik atas kereaktifitasnya, dengan tidakannya ini beliau berharap semua pelanggan tidak akan kecewa dan seterusnya akan datang.
Alasan saya memilih Son Garden sebagai tempat magang sebab pertama kali saya mencari bunga dengan teman saya untuk mengisi Stan Pameran yang diselenggarakan di Kampus STPP Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian saya melihat jenis bunga yang ada si Son Garden cukuplah banyak dan berpariasi.
Ketertarikan saya disini cukup beralasan dan dipandang telah memenuhi keriteria sebagai berikut :
1.Pengetahuan dan pengalaman dalam bidang usaha tanaman hias ini bisa diserap dan dapat diterapkan.
2.Merupakan usaha sederhana, milik sendiri yang sudah berhasil sejak lama.
3.Usaha tanaman hias ini telah berjalan selama puluhan tahun.
C.Hasil Wawancara
1.Motivasi
Usaha tanaman his ini telah tergeluti oleh saya sejak lama karena terpandang sangat digemari banyak orang dan salah satu hobi saya, terutama bagi kalangan menegah dan kalangan keatas yang memiliki uang lebih ataupun hobinya di tanaman hias. Seperti contoh tanaman Anthorium yang beberapa tahun lalu harganya melambung begitu pesat, bagi penggemar tanaman hias uang tiada arti bila dibandingkan dengan hobi. Jutaan rupiah yang mereka keluarkan tidak akan rugi asalkan hobinya dapat terpenuhi dan tercapai.
Sebelum berusaha tanaman hias ini saya hanya buruh bangunan serta yang lainya. Pada suatu hari saya berbincang-bincang dengan rekan saya tentang berwirausaha kecil-kecilan, timbul dibenak untuk membuka usaha tanaman hias, dengan beberapa pertimbangan. Setelah beberapa bulan saya pertimbangkan dan mengumpulkan dana untuk usaha tersebut maka terkumpullah dana dan saya membukanya dengan kecil=kecilan. Usaha ini berawal dari keyakinan, tekat dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. Usaha ini terbuka berkisar tahun 1982-1983. dengan dorongan keluarga serta keyakinan dan tekat yang kuat untuk berhasil maka, say muali merintis usaha ini secara kecil-kecilan.
Tujuan hidup adalah berusaha sendiri dan membangun pekerjaan untuk orang banyak itung-itung membantu atau meringankan orang disekitar. Serta ingin hidup keluarga sejahtera kecukupan sandang, pangan dan lainnya.
Kalau cerita masalah impian, banyak impian yang mau diraih akan tetapi yang sederhana saja yaitu usaha yang saya jalani ini berjalan dengan lancar dan untuk keluarga agar kehidupan tentram, aman dan nyaman.
Tentang kendala, memang banyak kendala dalam berusaha akan tetapi dengan kendala tersebutlah membuat suatu pelajaran dan pengalaman, karena siapa pun yang berusaha pasti mengalami kendala maupun masalah didalam usahanya. Untuk kendala yang pertama yaitu modal sebab untuk membeli bunga untuk diperbanyak memerlukan uang yang cukup besar. Kedua alat tranportasi yaitu mobil yang mana saat ini hanya satu unit mobil dimana mobil diperlukan untuk mengambil dan mengantar pesanan konsumen.
Prestasi buat kami tidak ada, saya sudah merasa puas atas keadaan yang sekarang atas usaha tanaman hias ini karena banyak pelanggan yang percaya kepada saya untuk pembelian atau transaksi tanaman hias ini.
Untuk penghargaan jelas saya menginginkannya, sebab kepuasan pelanggang ada pada kita atau kepuasan pelanggan adalah kepuasan saya juga. Disamping kita memperikan kepuasan atas hobinya kita juga diuntungkan.
2.Kepemimpinan
Dalam menjalankan kegiatan usaha tanaman hias ini bapak Dian Maulana, SH dibantu oleh 4 karyawan salah satunya termaksud anak perempuannya sendiri yang sekarang berumur 21 tahun, yang ketiga karyawannya yaitu 1 adalah perempuan berumur 22 tahun dengan pendidikan terakhir SMP, serta yang keduanya yaitu laki-laki dengan usia 29 tahun dan 31 tahun dengan pendidikan terakhir SD dan SMA.
Pekerjaan sudah menjadi rutinitas dan tugasnya sudah menjadi kebiasaan kesehariannya untuk melayani pelanggan yang ingin membeli tanaman hias. Dengan adanya bantuan dari anak perempuanya serta 3 karyawan lainya, bapak Dian Maulana, SH dapat mengerjakan aktivitas yang lainnya diluar usaha tanaman hias.
Semua karyawan yang ada dibawah pimpinan anak perempuan saya, yang mana karyawan tersebut datang berkerja mulai pukul 08.00 sampai 21.00. contoh-contoh yang kami berikan untuk karyawan yaitu tentang kedisiplinan kehadiran dengan demikian kami harus datang lebih awal dari pada karyawan.
Mengenai upa untuk tenaga kerja ini kami meberikan sebesar Rp. 21.000 untuk uapa tenaga kerja laki-laki dan Rp. 18.000 untuk upah tenaga kerja wanita, serta kami berikan makan siang. sedangkan untuk upah tenaga kerja anak saya tidak saya patokkan sebab saya berusaha ini untuk keluarga dan anak saya nantinya. Untuk tunjangan kami memberikan hanya di saat lebaran Idul Fitri.
3.Penentuan Harga Jual
Menentukan harga jual kami tidak terlalu tinggi agar memperoleh untuk yang besar, kami hanya ingin mencari pelanggan agar usaha ini nantinya bisa saya berikan kepada anak saya. Untuk menentukan harga jual kami tidak bisa memastikan sebab tergantung ketenaran tanaman hias itu sendiri, terkadang kita mendapatkan untung yang lumayan besar dibanding harga pokok, akan tetapi bisa kemungkinan harga tanaman hias di bawah harga pokok. Untuk menjual tanaman hias perluh diperhatikan ketenaran, umur, bentuk dan lain sebagainya pertimbangan harga.
Kegiatan promosi kami tidak perna mengadakannya karena usaha kami tidak terlalu besar, usaha ini hanyalah usaha kecil-kecilan. Biaya yang sering dikeluarkan hanyalah untuk distribusi, itu juga tidak bisa dipastikan karena ada hari-hari yang sepi untuk kedatangan pelanggan.Keuntungan yang kita harapkan yaitu diatas harga pokok. Sebab keuntungan tanaman hias tidak bisa dipastikan.
4.Pemasaran
Pemasaran yang selama ini kami lakukan sangatlah sederhana dan tanpa promosi, kami hanya sering mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di kota Yogyakarta saya. Karena usaha saya ini sebagai penyalur hobi bagi saya dan bagi penghobi lainnya.
Kaitan dengan distribusi adalah suatu penyaluran atau antar pesanan yang agak banyak maka kami menggunakan mobil bak terbuka, serta melalui telekomunikasi dengan pelanggan.
Dalam dunia usaha jelas persaingan selalu ada. Cukup banyak pengusaha tanaman hias dikota Yogayakarta ini. Akan tetapi kami tidak perlu takut untuk bersaing karena dalam melakukan usaha kepuasan konsumen merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan. Jadi walaupun produk yang dipasarkan sama, dengan pelayanan yang lebih kepada konsumen menjadikan nilai tambah bagi usaha yang kami geluti ini.
Tanaman hias yang ada di Son Garden ini cukuplah banyak, di mulai dari tanaman hias berdaun indah sampai tanaman hias berbentuk indah seperti Bonsai. Untuk tanaman hias unggulan kami tidak bisa jelaskan sebab setiap satu, dua tahun atau lebih ketenaran tanaman hias berganti-ganti. Memang untuk saat ini mulai tenar dan dicari banyak orang adalah tanaman hias jenis puring. Akan tetapi dengan bergantinya waktu tanaman hias berjenis puring ini akan tidak digemari lagi jika sudah banyak yang memilikinya.
Permintaan akan tanaman hias itu sendiri dari waktu kewaktu jelas meningkat sebab bagi pehobi tanaman hias ia akan semangkin mencari tanaman hias yang sebanyak-banyaknya serta di perkirakan 10 tahun kedepan bakal menjadi tenar dan dicari banyak orang.
Dalam usaha tanaman hias ini permasalahan pemasaran sering terjadi yaitu alat distribusi yang kurang, serta jumlah tanaman hias yang sedikit dan langkah.
Strategi-strategi kami dalam pemasaran tanaman hias yang diterapkan agar usaha tetap eksis diantaranya adalah memberikan pelayanan sebaik mungkin, melayani permintaan dengan sistem pembayaran dibelakang atau bon.
5.Pengelolaan Dana
Dalam usaha tanaman hias ini bermodalkan dari tabungan keluarga yang tidak begitu besar, serta bantuan dari saudara-saudara yang akhirnya sudah saya kembalikan dengan cara mengangsur. Terkadang ada bantuan dari rekan-rekan dalam bentuk tanaman. Sampai saat ini usaha suda berjalan dengan lancar dengan hasil yang cukup memuaskan.
6.Evaluasi Kewirausahaan
Trend usaha dalam waktu 2 tahun terakhir mengalami peningkatan dengan indikator tanaman hias yang dijual lebih banyak variasinya, jenis dan macamnya. Mengenai pelanggan setiap tahunnya bertambah.
Ketika pertanyaan diajukan mengenai keuntungan, bapak Dian Maulana, SH agak tertutup, tetapi beliau hanya merasakan setiap tahun omzet penjualannya semangkin meningkat.
Stretegi yang dapat diterapkan pada masa lalu dan sekarang adalah mempertahankan hubungan dengan karyawa, pelanggan/konsumen, dan pelantara (distributor) yang sudah terjalin baik, serta meningkatkan hubungan baru dengan calon-calon pelanggan lainnya.
BAB V
PERMASALAHAN
Dari hasil wawancara terdapat beberapa hal yang perlu diangkat sebagai permasalahan yang terdapat pada Son Garden, diantaranya adalah:
1.Sebelum menekuni usaha tanaman hias bapak Dian Maulana, SH pernah bekerja sebagai buru bangunan yang tiap minggu menerima gaji yang tidak begitu besar dan tidak sepenuhnya gaji cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pekerjaan tersebut ditinggalkan karena bapak merasa menerima gaji yang ketergantungan.
2.Pengantara Tanaman hias kepada pelanggan tidak begitu cepat karena kurangnya alat distribusi.
3.Dalam usahanya ini bapak Dian Maulana, SH belum bisa menetapkan Keuntungan marjin sebab tergantung dengan tenarnya tanaman hias itu sendiri.
4.Tidak melakukan kegiatan promosi setelah distribusi produknya lancar
5.Strategi menghadapi era globalisasi masih kurang.
BAB VI
PEMBAHASAN DAN PEMECAHAN MASALAH
A.Pembahasan
Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi pada kegiatan usaha tanaman hias di Son Garden dapat dibahas :
1.Usaha penjualan tanaman hias seyogyanya tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan, hal ini tidak lepas dari tingkat keberhasilan. Subur dalam menjalankan usahanya yang sudah dirintis sejak tahun 1982an.
2.Usaha penjualan tanaman hias yang dilakukan bapak Dian Maulana, SH semakin maju apa bila alat distribusi yang mencukupi serta adanya pelayanan yang baik terhadap pelanggan, kerjasama yang baik dengan Karyawan.
3.Keuntungan marjin yang tinggi memang dambaan setiap pengusaha, tetapi hal tersebut belum tentu menguntungkan bagi kelancaran dan keberlangsungan usaha untuk jangka panjang. Siklus produksi yang lancar, dengan menentukan keuntungan marjin lebih menjamin masa depan sebuah usaha untuk tumbuh dan berkembang .
4.Kegiatan promosi sebaiknya diadakan, walaupun distribusi produk sudah dianggap lancar.
5.Beberapa permasalahan yang teridentifikasi dalam masalah tersebut merupakan hal-hal yang dipertimbangkan dalam menghadapi era globalisasi.
B.Pemecahan Masalah
1.Penjualan tanaman hias adalah salah satu usaha yang menjanjikan selama masih ada pelanggan khususnya pehobi tanaman hias yang melakukan usaha dibidang pertanian.
2.Penambahan alat distribusi agar tanaman hias yang ingin didistribusikan kepelanggan dapat berjalan dengan lancar.
3.Tentukan untuk menentukan keuntuangan marjin yang jelas serta memperkecil kelemahan dan memperkuat daya saing usaha.
4.Promosi harus dilakukan dalam kegiatan usaha untuk menunjang kelancaran suatu usaha.
5.Era globalisasi membutuhkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk menghadapinya jadi harus membuka diri terhadap berbagai perkembangan informasi dan teknologi.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Dari hasil wawancara yang didapat dari Son Garden serta pembahasannya dapat disimpulkan, sebagai berikut :
1.Penjualan tanaman hias merupakan salah satu usaha yang tergolong produktif dan menguntungkan, apalagi untuk beberapa tahun kedepan yang mana untuk melayani pehobi tanaman hias dari waktu-kewaktu semangkin meningkat.
2.Son Garden yang selama ini di pegang dan dikendalikan oleh bapak Dian Maulana, SH merupakan pengusaha yang tergolong berhasil.
B.Saran
Untuk pengembangan usaha tanaman hias dimasa yang akan datang, bapak Dian Maulana, SH harus membuka diri terhadap perkembangan berbagai teknologi dan informasi khususnya, berkaitan dengan semangkin meningkatnya pehobi tanaman hias dari waktu-kewaktu.
DAFTAR PUSTAKA
Agus. FX. 2004. Hand Out Mata Kuliah Kewirausahaan. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
Sri Sugihartiningsih, 2002, Hand Out Mata Kuliah Budidaya Tanaman Hias. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.
www.kebonkembang.com
by Naroh
Sistem Penyuluhan
Lembar : A
PETUNJUK PENYULUHAN
Judul : Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
TIK : Agar setelah penyuluhan peserta trampil dalam melakukan pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai.
Alat dan Bahan : Alat tulis, spidol, kertas koran.
Informasi Pokok : Teknik Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai.
Informasi Penunjang : Sistem pengendalian alami.
Metode : Ceramah dan Diskusi
Waktu : 100 menit
No.
Kegiatan Pernyuluhan
Waktu (Menit)
Alat Bantu / Bahan / Gambar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Siapkan alat dan bahan
Menjelaskan susunan acara penyuluhan.
Menjelaskan latar belakang dilakukannya penyuluhan
Menjelaskan tanda-tanda serangan penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai
Menjelaskan cara pengendalian penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai
Memaparkan sistem pengendalian alami
Diskusi dan evaluasi
Penutup
10
10
15
15
20
10
15
10
Alat bantu, bahan
Kertas koran, spidol
Kertas koran, spidol
Audio visual, kertas koran, sepidol.
Audio visual, kertas koran, sepidol.
Lembar evaluasi
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
Lembar : B
INFORMASI POKOK
Judul : Pengendalian Penyakit Patek (Antaknosa) Pada Tanaman Cabai.
PENDAHULUAN
Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim. Sehingga tidak heran kalau pada musim hujan dunia pertanian banyak disibukkan oleh masalah penyakit tanaman sperti penyakit kresek dan blas pada padi, antraknosa cabai dan sebagainya. Sementara pada musim kemarau banyak masalah hama penggerek batang padi, hama belalang kembara, serta thrips maupun patek pada cabai
TINJAUAN PUSTAKA
Ada beberapa penyakit pada tanaman cabai diantaranya adalah penyakit Patek (Antraknosa) yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici menyebabkan kerugian yang sangat besar baik didaerah tropis maupun subtropis (Agrios,1997). Pathogen Antraknosa dapat menyerang cabai mentah, cabai matang atau cabai yang sudah dipasarkan sehingga menyebabkan buah membusuk-kering dan tidak dapat dipasarkan (Martoredjo,1984)
MATERI PENYULUHAN
Ciri-ciri serangan penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabai
Penyakit Patek (antraknosa) pada tanaman cabai sangatlah sulit untuk dikendalikan apabila sudah menyerang, diantaranya disebabkan oleh benih yang kurang sehat.
Gejalanya ada dua macam yaitu:
1.Colletrotichum sp
Jamur ini menyerang pada bagian tengah buah cabai serta serangannya pada buah cabai yang tua.
2.Glocosporium sp
Sedangkan Glocosporium sp menyerang pada bagian ujung atau pucuk buah cabai serta serangannya pada buah cabai mudah maupun tua.
Pengendalian penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai.
Dengan adanya penyakit tersebut pada tanaman cabai maka ada beberapa cara pengendalian yang dapat digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.Pengendalian Dengan Cara Penggunaan Benih Sehat
a.Cabai yang akan dijadikan benih harus berasal dari tanaman serta lingkungan yang sehat atau tidak terkena hama penyakit.
b.Buah cabai yang diambil bijinya harus berbentuk sempurna, tidak cacat, bebas hama penyakit dan umurnya cukup tua,
c.Cabai yang akan di jadikan benih berasal dari hasil panenan 3,4,5,6,7
d.Buah cabai yang diambil 1/3 dari buah cabai, tetap ditengan bagian buah cabai.
2.Faktor Penyebab Penyakit Patek (Antaknosa)
a.Penggunaan pupuk N yang terlalu banyak, menyebabkan tanaman menjadi rimbun dan kelembaban meningkat akhirnya timbul jamur. Dengan demikian pupuk N harus dikurangi.
b.Kelembaban iklim mikro, dimana kelembaban ini timbul akibat jarak tanam yang terlalu rapat serta pemangkasan yang tidak dilakukan.
c.Percikan air hujan atau air siraman yang mengenai buah cabai. Akibatnya buah cabai diselimuti air hujan atau air siraman tersebut menimbulkan jamur. Maka untuk pengendaliannya harus menggunakan MPHP atau penutup tanah.
3.Pengendalian Dengan Penggunaan Agen Hayati
a.Gliocladium sp
b.Thricoderma sp
c.Dapat juga menggunakan agen hayati yang bersifat endopit dimana agen hayati ini dapat masuk kedalam bagian tanaman serta dapat membunuh jamur dan bersosialisasi dengan tanaman iduk atau tanaman inang.
4.Fungisida
Lembar : C
INFORMASI PENUNJANG
Judul : Sistem Pengendalian Alami
Bagaimana sikap kita dan apa yang harus kita lakukan agar sistem pengendalian alami tetap berjalan?
a.Penggunaan bahan organik setiap melakukan budidaya
Dimana bahan organik memiliki manfaat sebagai berikut:
1)Bahan organik dapat memberikan keuntungan bagi tanaman dan sekitarnya.
2)Bahan organik mampu menyediakan unsur hara terlengkap.
3)Bahan organik dapat memberikan kehidupan bagi musuh alami.
4)Bahan organi juga dapat menyimpan air lebih lama karena bahan organik bersifat lengas yang tinggi.
b.Introduksi musuh alami
Intoduksi ini termaksud dalam pemanfaatan tanah-tanah yang relatif tidak pernah diolah. Seperti contoh tanah yang terdapat dibawah pohon bambu, karena pohon bambu tidak pernah dilakukan pemupukan kimiawi akibatnya kehidupan mikroorganisme yang ada didalam tanah tetap terjaga dengan baik.
c.Konservasi Musuh alami
Konservasi Musuh Alami ini termaksud penyelamatan musuh alami, seperti contoh jangan melakukan pembakaran jerami sebab di tumpukan jerami terdapat ribuan mikro organisme yang dapat menguntungkan bagi pertanian.
Lembar : D
EVALUASI PERFORMASI
Judul : Pengandalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
No
Kegiatan
Aspek
Indikator / Kriteria
Nilai
Penilai
Ket
A
B
C
Peserta
Penyuluh
X
1.
Mengidentifikasi tanda serangan Penyakit Patek (Antraknosa)
Ketepatan
Mampu menunjukkan tipe tanda serangan :
A.3
B.2
C.1
3.
Menentukan cara pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa)
Ketepatan
Mampu memilih dan menentukan jenis pengendalian:
A.Tepat
B.Kurang tepat
C.Tidak tepat
Keterangan :
A = Baik
B = Cukup Baik
C = Kurang Baik
Jumlah Nilai
Nilai Akhir
Paraf Penyuluh
A
B
C
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
Lembar : E
EVALUASI AKHIR
Judul : Pengandalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
1.Bagaimana melakukan identifikasi tanda-tanda serangan Penyakit Patek (Antraknosa)?
2.Bagaimana cara menentukan pengendalian yang tepat?
3.Kapan pengendalian Cabai dilakukan?
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
PETUNJUK PENYULUHAN
Judul : Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
TIK : Agar setelah penyuluhan peserta trampil dalam melakukan pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai.
Alat dan Bahan : Alat tulis, spidol, kertas koran.
Informasi Pokok : Teknik Pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai.
Informasi Penunjang : Sistem pengendalian alami.
Metode : Ceramah dan Diskusi
Waktu : 100 menit
No.
Kegiatan Pernyuluhan
Waktu (Menit)
Alat Bantu / Bahan / Gambar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Siapkan alat dan bahan
Menjelaskan susunan acara penyuluhan.
Menjelaskan latar belakang dilakukannya penyuluhan
Menjelaskan tanda-tanda serangan penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai
Menjelaskan cara pengendalian penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai
Memaparkan sistem pengendalian alami
Diskusi dan evaluasi
Penutup
10
10
15
15
20
10
15
10
Alat bantu, bahan
Kertas koran, spidol
Kertas koran, spidol
Audio visual, kertas koran, sepidol.
Audio visual, kertas koran, sepidol.
Lembar evaluasi
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
Lembar : B
INFORMASI POKOK
Judul : Pengendalian Penyakit Patek (Antaknosa) Pada Tanaman Cabai.
PENDAHULUAN
Organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama, penyakit dan gulma. Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim. Sehingga tidak heran kalau pada musim hujan dunia pertanian banyak disibukkan oleh masalah penyakit tanaman sperti penyakit kresek dan blas pada padi, antraknosa cabai dan sebagainya. Sementara pada musim kemarau banyak masalah hama penggerek batang padi, hama belalang kembara, serta thrips maupun patek pada cabai
TINJAUAN PUSTAKA
Ada beberapa penyakit pada tanaman cabai diantaranya adalah penyakit Patek (Antraknosa) yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici menyebabkan kerugian yang sangat besar baik didaerah tropis maupun subtropis (Agrios,1997). Pathogen Antraknosa dapat menyerang cabai mentah, cabai matang atau cabai yang sudah dipasarkan sehingga menyebabkan buah membusuk-kering dan tidak dapat dipasarkan (Martoredjo,1984)
MATERI PENYULUHAN
Ciri-ciri serangan penyakit patek (antraknosa) pada tanaman cabai
Penyakit Patek (antraknosa) pada tanaman cabai sangatlah sulit untuk dikendalikan apabila sudah menyerang, diantaranya disebabkan oleh benih yang kurang sehat.
Gejalanya ada dua macam yaitu:
1.Colletrotichum sp
Jamur ini menyerang pada bagian tengah buah cabai serta serangannya pada buah cabai yang tua.
2.Glocosporium sp
Sedangkan Glocosporium sp menyerang pada bagian ujung atau pucuk buah cabai serta serangannya pada buah cabai mudah maupun tua.
Pengendalian penyakit patek (Antraknosa) pada tanaman cabai.
Dengan adanya penyakit tersebut pada tanaman cabai maka ada beberapa cara pengendalian yang dapat digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.Pengendalian Dengan Cara Penggunaan Benih Sehat
a.Cabai yang akan dijadikan benih harus berasal dari tanaman serta lingkungan yang sehat atau tidak terkena hama penyakit.
b.Buah cabai yang diambil bijinya harus berbentuk sempurna, tidak cacat, bebas hama penyakit dan umurnya cukup tua,
c.Cabai yang akan di jadikan benih berasal dari hasil panenan 3,4,5,6,7
d.Buah cabai yang diambil 1/3 dari buah cabai, tetap ditengan bagian buah cabai.
2.Faktor Penyebab Penyakit Patek (Antaknosa)
a.Penggunaan pupuk N yang terlalu banyak, menyebabkan tanaman menjadi rimbun dan kelembaban meningkat akhirnya timbul jamur. Dengan demikian pupuk N harus dikurangi.
b.Kelembaban iklim mikro, dimana kelembaban ini timbul akibat jarak tanam yang terlalu rapat serta pemangkasan yang tidak dilakukan.
c.Percikan air hujan atau air siraman yang mengenai buah cabai. Akibatnya buah cabai diselimuti air hujan atau air siraman tersebut menimbulkan jamur. Maka untuk pengendaliannya harus menggunakan MPHP atau penutup tanah.
3.Pengendalian Dengan Penggunaan Agen Hayati
a.Gliocladium sp
b.Thricoderma sp
c.Dapat juga menggunakan agen hayati yang bersifat endopit dimana agen hayati ini dapat masuk kedalam bagian tanaman serta dapat membunuh jamur dan bersosialisasi dengan tanaman iduk atau tanaman inang.
4.Fungisida
Lembar : C
INFORMASI PENUNJANG
Judul : Sistem Pengendalian Alami
Bagaimana sikap kita dan apa yang harus kita lakukan agar sistem pengendalian alami tetap berjalan?
a.Penggunaan bahan organik setiap melakukan budidaya
Dimana bahan organik memiliki manfaat sebagai berikut:
1)Bahan organik dapat memberikan keuntungan bagi tanaman dan sekitarnya.
2)Bahan organik mampu menyediakan unsur hara terlengkap.
3)Bahan organik dapat memberikan kehidupan bagi musuh alami.
4)Bahan organi juga dapat menyimpan air lebih lama karena bahan organik bersifat lengas yang tinggi.
b.Introduksi musuh alami
Intoduksi ini termaksud dalam pemanfaatan tanah-tanah yang relatif tidak pernah diolah. Seperti contoh tanah yang terdapat dibawah pohon bambu, karena pohon bambu tidak pernah dilakukan pemupukan kimiawi akibatnya kehidupan mikroorganisme yang ada didalam tanah tetap terjaga dengan baik.
c.Konservasi Musuh alami
Konservasi Musuh Alami ini termaksud penyelamatan musuh alami, seperti contoh jangan melakukan pembakaran jerami sebab di tumpukan jerami terdapat ribuan mikro organisme yang dapat menguntungkan bagi pertanian.
Lembar : D
EVALUASI PERFORMASI
Judul : Pengandalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
No
Kegiatan
Aspek
Indikator / Kriteria
Nilai
Penilai
Ket
A
B
C
Peserta
Penyuluh
X
1.
Mengidentifikasi tanda serangan Penyakit Patek (Antraknosa)
Ketepatan
Mampu menunjukkan tipe tanda serangan :
A.3
B.2
C.1
3.
Menentukan cara pengendalian Penyakit Patek (Antraknosa)
Ketepatan
Mampu memilih dan menentukan jenis pengendalian:
A.Tepat
B.Kurang tepat
C.Tidak tepat
Keterangan :
A = Baik
B = Cukup Baik
C = Kurang Baik
Jumlah Nilai
Nilai Akhir
Paraf Penyuluh
A
B
C
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
Lembar : E
EVALUASI AKHIR
Judul : Pengandalian Penyakit Patek (Antraknosa) Pada Tanaman Cabai
1.Bagaimana melakukan identifikasi tanda-tanda serangan Penyakit Patek (Antraknosa)?
2.Bagaimana cara menentukan pengendalian yang tepat?
3.Kapan pengendalian Cabai dilakukan?
Yogyakarta, Desember 2008
Penyusun
N A R O H
Berpikir Pertanian
MENARUH PERHATIAN TERHADAP
WAKTU YANG ANDA MILIKI
Waktu adalah hidup. Ia tidak akan diulang dan diganti. Bila anda memboroskan hidup, tapi bila anda menguasai hidup, dan mengambil manfaat yang sebaiknya dari hidup. Sebagai seorang konsultan perencanaan waktu dan sasaran hidup, maka saya telah saya telah mengembangkan suatu sistem yang saat ini menyatakan telah bisa menolong jutaan orang untuk menetapkan penggunaan terbaik dari waktu yang mereka miliki dan yang juga berarti mengontrol hidup mereka sendiri. Saya bukanlah seorang pengatur “waktu dan gerak” yang ingin agar segala-galanya dilakukan dalam waktu yang sesingkat mungkin dan dalam gerak yang sedikit mungkin. Efisien semacam itu hanya membuat suatu aktivitas menjadi kehilangan jiwa dan ia tinggal menjadi suatu rentetan rutinitas yang mekanis. Saya akan memperlihatkan kepada anda cara-cara bijaksana agar anda dapat menjadi tuan dari jam bukan budak dari jam dan melakukan apa yang anda inginkan dari hidup anda.
Akhirnya, didalam hidup anda tidak ada yang lebih penting dari pada waktu anda. Saya tidak bisa memberikan kepada anda lebih banyak lagi waktu dari pada yang sudah anda miliki. Tapi saya bisa membantu anda untuk mempergunakan waktu yang anda miliki itu dengan lebih efektif.
PENGONTROLAN
DIMULAI DENGAN PERENCANAAN
“Saya merasa seperti pemborosan waktu terlalu banyak, melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi saya, padahal sementara itu hidup saya menggelinding terus”
“Begitu banyak yang perluh saya lakukan, dan tak cukup bagi saya untuk melakukan semua itu, saya gelisah terlalu banyak beban, letih, tegang. Rasanya saya selalu memaksa diri dan saya sama sekali tidak bisa santai”.
Inilah hal-hal yang sering saya dengar dari orang-orang yang datang kepada saya membicarakan persoalan mereka dengan waktu. Dibalik setiap pertanyaan diatas terdapat harapan kalaulah terjadi hal yang berbeda. “Kalaulah saya bisa mengatasi situasi”. “Kalaulah saya bisa lebih menyerupai si ini dan si itu, yang kelihatannya mempunyai waktu untuk melakukan segala-galanya dan tokh masih bisa rileks serta bahagia”. “Kalaulah saya bisa melakukan apa yang memang ingin saya lakukan”. “Kalaulah saya yang mengontrol”.
Perencanaan ialah membawa masa depan ke masa kini, sehingga anda bisa melakukan sesuatu mengenai hal itu sekarang. Semua kita membuat perencanaan. Banyak orang membuat perencanaan secara asal-asalan. Mereka baru membuar perencanaan karena terpaksa. Jika anda hanya membuat rencana seperti itu, maka akan ada resiko bahwa pada saat dimana sebenarnya anda perlu membuat rencana maka anda tidak membuat rencana.
Tahukah anda bagaimana anda menyusun prioritas anda sekarang?
Membuat perencanaan dan membuat pilihan acapkali merupakan suatu pekerjaan yang berat. Hal ini menuntut pemikiran dan pengambilan keputusan secara cermat. Hal ini juga memaksa anda untuk mengenali keteria-keteria apa yang anda pakai dalam menetapkan prioritas. Keteria yang berbeda bisa menyebabkan prioritas yang berbeda, dan menimbulkan pertentangan kepentingan. Tapi jika anda sadar akan hal ini, yang menjadi keteria adalah kemajuan diri, maka penggunaan waktu yang baik ialah melanjutkannya.
Banyak orang yang menghadapi kesulitan dalam membuat perencanaan karena mereka memandang perencanaan hanya sebagai kegiatan “berfikir” dan yang sering diartikan sebagai “menerawang kelangit-langit” atau “berhanyal”. Mereka membutuhkan suatu sarana yang lebih kongrit dari perencanaan. Berdasarkan pengalaman menangani ribuan orang, maka saya tiba pada kasimpulan bahwa adalah lebih baik bila perencanaan diartikan sebagai “menulis” daripada “berfikir”.
Apa sebenarnya yang anda ingginkan dari hidup ini?
Apa sasaran hidup anda?
Bagaimana kira-kira anda menghabiskan waktu dalam tiga tahun mendatang?
Jika seandainya
anda tahu bahwa enam bulan dari sekarang anda akan disambar petir, bagaimana kira-kira anda menjalani hidup sampai saat yang ditetapkan itu tiba?
Pertanyaan seperti yang menjadi judul diatas mungkin kelihatan sudah agak kuno, tapi barang kali anda memang belum pernah mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Sumber daya paling pokok yang menjadi modal awal dari semua orang ialah masa hidupnya; semua menit, jam, hari, dan tahunyang dijalaninya. Hanya dalam rangkah inilah perencanaan waktu baru bisa dimungkinkan.itu jugalah sebabnya saya menyarankan anda agar mulai dengan merumuskan sasaran hidup anda.
Dengan menuliskan pernyataan sasaran hidup, maka anda akan dibantu dengan menemukan apa yang sebenarnya ingin anda lakukan, anda akan dibantu untuk termotivasi melakukan dan memberikan makna kepada cara-cara anda memakai waktu anda. Pernyataan sasaran hidup ini akan memberi arah pada hidup anda. Pernyataan sasaran hidup bukanlah suatu daya gaib atau latihan untuk meramal.
Pernyataan sasaran hidup membantu membawa masa depan anda ke masa sekarang, yaitu dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana masa depan yang anda harapkan itu. Pada saat penyataan sasaran hidup berhenti, maka mulailah bekerja alat kedua untuk merencanakan waktu. Alat ini membantu anda menetapkan kegiatan tertentu yang bisa anda lakukan sekarang, membantu meraih sasaran hidup dimasa mendatang.
Sasaran tidak dapat kita kerjakan. Karena perencanaan dan penetapan sasaran jangka panjang haruslah dibarengi dengan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mensyaratkan menentukan aktivitas yang lebih sepesifik. Suatu aktivitas bisa kita dilakukan, karena aktivitas adalah langkah-langkah yang kita lakukan menuju suatu sasaran.
MAMFAAT DARI PENJADWALAN
Kalau tadinya anda sudah merasa sibuk, maka ini anda akan merasa lebih sibuk lagi, sebab di samping apa yang sedang anda kerjakan sekarang, maka anda harus pula melakukan aktivitas. Untuk mencari jalan keluar dari dilemma ini maka cobalah bayangkan selama beberapa menit sasaram-sasaran hidup sebagai latar belakang dan renungkanlah hal-hal yang medesak untuk dilakukan pada ekstrim lainnya.
apa yang harus anda lakukan hari ini?
Tentu saja anda memerlukan waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting seperti makan dan tidur. Jumlah waktu yang anda alokasikan untuk hal-hal itu mungkin berbeda-beda, tapi ada jumlah waktu minimum yang diperlukan untuk melakukan aktivitas itu secara normal. Kecuali anda benar-benar kaya dan secara keuangan tidak tergantung lagi pada orang lain, atau ada yang menyokong hidup anda, maka bagaimana pun anda harus tetap bekerja untuk bisa memperoleh pangan, sandang dan papan. Dan ini berarti anda perlu berpakaian, bersisir, berkendaraan dan duduk di kantor semua hal-hal yang harus dikerjakan dan menyita waktu.
Aktivitas –aktivitas penting, tugas-tugas rutin, komitmen-komitmen sebelumnya, ditambah dengan krisis dan interupsi yang tak terduga bisa membuyarkan impian kita untuk memiliki beberapa menit yang bisa kita pakai untuk mengerjakan sasaran hidup. Tapi sebenarnya hal-hal itu tak perlu membuyarkan impian kita. Semua tergantung dari beberapa jauh kita mengenal (dan menanggulangi) hal-hal yang menyita waktu ini, dan tergantung juga dari apakah kita siap untuk meluangkan waktu bagi diri kita. Tidak ada jalan lain untuk memperbesar peluang merai sasaran hidup yang penting, maka kita harus merencanakan hidup kita dari hari ke hari.
Membuat suatu perubahan waktu
Anda bisa melakukan perubahan waktu. Jika anda merasa bahwa waktu anda terlalu banyak dipakai untuk bekerja dan kurang untuk keluarga dan diri sendiri, maka berhentilah melakukan pekerjaan lembur, dan mulailah menjadwalkan lebih banyak waktu diakhir pecan bersama keluarga.
Mencoba melakukan hal-hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari akan menghemat dan sekaligus membangkitkan energi anda. Energi dihemat karena anda tidak perlu lagi berlama-lama dalam keraguan. Tugas-tugas yang sepele anda lakukan tanpa berpikir lagi.dan kebiasaan untuk melakukan panggilan telepon, kebiasaan untuk merencanakan menu, membaca surat kabar, menghadiri kursus atau menghadiri suatu pertemuan pada waktu yang tertentu, akan membangkitkan energi.
DUA JENIS WAKTU PRIMA
Aspek penting lainnya dalam masalah penjadwalan ialah aspek waktu “prima” waktu prima internal adalah waktu yang paling baik bagi anda sendiri untuk melakukan suatu pekerjaan pagi, siang atau malam. Waktu prima eksternal adalah waktu yang paling baik bagi anda dalam hubungan dengan orang lain dalam kaitan pekerjaan, pergaulan atau kehidupan keluarga anda.
Waktu prima internal adalah waktu dimana anda paling bisa berkosentrasi dengan sebaik-baiknya. Usahakanlah untuk memakai waktu prima internal untuk melakukan tugas-tugas yang paling prima pula. Banyak usahawan menetapkan beberapa jam pertama dari hari kerjanya sebagai waktu prima internal, padahal pada jam itu justru mereka membaca surat kabar, menjawab surat-surat rutin, menjawab pesan-pesan telepon yang masuk kemarin, dan bercakap-cakap dengan anak buah atau atasannya. Labih baik menunda tugas-tugas rutin itu pada saat yang bukan merupakan waktu prima anda.
MANFAAT WAKTU MENUNGGU
Saat menunggu juga bisa dipakai untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang menggangu anda dipekerjaan. Cobalah memecahkan masalah itu dari awal dan berurutan. Mula-mula cobalah menyusun kerangka persoalan itu langkah demi langkah. Kemudian jika anda masih punya waktu, katakanlah lima menit, maka anda bisa mengambil salah satu aspek dan memikirkanya lebih dalam. Boleh jadi anda tak langsung bisa memecahkan keseluruhan persoalan. Tapi paling tidak anda telah mulai memikirkannya.
Apakah Prokrastinasi Itu?
Prokrastinasi adalah situasi dimana anda telah berhasil memilih suatu aktivitas yang baik, merasa cocok dengan pilihan tersebut, dan merencanakan waktu untuk melaksanakannya, tapi tokh tak kunjung melaksanakannya. Bahkan anda memilih yang kurang penting, atau suatu kegiatan lain yang sebenarnya tidak ada gunanya dilaksanakan.
Apa sebenarnya yang terjadi dengan diri anda?
Yang terjadi pada diri anda sebenarnya adalah juga yang terjadi dengan manusia lain pada umumnya. Anda pasti akan bersifat prokrastinasi terutama terhadap yang rumit dan yang kurang menyenangkan. Manusia menunda yang begitu rumit karena ia memberi kesan menakutkan atau terlalu banyak menyita waktu.
Dipihak lain yang kurang menyenangkan sebenarnya adalah pekerjaan-pekerkjaanyang cukup mudah ditangani dan wajar, tapi anda cenderung menghindarinya karena beberapa asosiasi yang membuat anda benci. Asosiasi itu biasanya emosional.
Kedua kategori prokrastinasi ini kadang-kadang sukar dibedakan satu dengan yang lain. Kita bisa saja menganggap suatu aktivitas rumit sekaligus tidak menyenangkan.
MAJU TERUS DAN BERHENTI JIKA TERPAKSA
Jika anda memutuskan bahwa anda menikmati pekerjaan berenang dan bermain air dingin, maka satu jam kemudian anda pasti masih juga didalam air. Tapi jika anda berhenti setelah lima menit berenang maka kini anda pasti sedang manunggu giliran untuk menantang teman bermain ping-pong.
Carilah Informasi Lebih Banyak Lagi
Ini adalah mata rantai yang bisa terjadi. Anda tidak memiliki informasi. Anda belum tertarik benar. Anda tak kunjung terlibat. Tak ada aksi.
Adagium yang selama ini mengatakan bahwa tak kenal maka tak saying rupanya benar. Terbukti dari beberapa penelitian bahwa ternyata untuk menumbuhkan minat dibutuhkan informasi. Hal yang sama juga terjadi dalam hidup sehari-hari. Penelitian yang dilakukan terdapat pendengar radio dan TV memperlihatkan bahwa mereka yang terdengar siaran berita jam enam adalah juga mereka yang mendengar siaran berita jam sebelas. Mereka yang teratur mendengar siaran berita itu adalah juga mereka yang berlangganan lebih dari satu surat kabar. Informasi emang memacu hasrat dan keingintahuan.
Nasihatilah Diri Sendiri
Ada juga kemungkinan, keengganan untuk melibatkan diri itu disebabkan oleh kurangnya motivasi. Dalam hal ini yang paling baik untuk dilakukan ialah menyediakan waktu beberapa saat untuk membantu motivasi.
Penelitian menunjukan bahwa pada umumnya kita enggan memulai suatu proyek yang menurut pemahaman kita tak akan mungkin selesai. Dan sebaliknya, kita akan mencoba melakukan suatu pekerjaan yang tampaknya mudah, walaupun sebenarnya pekerjaan itu sukar. Dasar dari kesediaan untuk mencoba ini adalah taksiran subyektif akan memungkinkan untuk berhasil.
Jasi ingatlah: Kalau anda merasa bahwa suatu pekerjaan akan sukar atau mustahil, maka besar kemungkinan anda tak akan mau mencobanya. Sebaliknya, kalau anda merasa bahwa pekerjaan itu ringan dan pasti berhasil, maka pasti anda mau mencobanya.
“Anda bisa melakukan hal itu. Bertahanlah”
“Berhentilah merasa kasihan kepada diri sendiri dan bekerjalah”
“Anda tidak akan pernah tahu, kalau tidak mencobanya”
“Saya tidak menginginkan orang-orang yang kalah disekitar saya”
Slogan-slogan seperti diatas akan membantu menerangi keengganan dan perasaan-perasaan negative lainnya.
Selingan Istirahat dan Selingan Pekerjaan
Salah satu hal yang biasa anda lakukan ialah mengambil selingan istirahat. Bangkitlah dan kendurkan otot-otot, pergilah kedapur kantor, temuilah berbagai orang, kemudian lanjutkanlah itu selama satu atau dua jam lagi.
Anda bisa mengambil suatu pekerjaan sebagai selingan. Pekerjaan apapun bisa, tapi lebih baik lagi kalau pekerjaan itu ada kaitannya, sepanjang ia bisa memberikan perubahan irama dari pekerjaan yang baru saja anda lakukan. Acapkali hanya selinganlah yang sebenarnya anda perlukan. Tapi apa yang anda lakukan jika anda bekerja mengejar suatu deadline diman setiap menit sangat berharga?
Teknik seperti itu terutama akan sangat menolong bila anda mengalami kesulitan untuk melibatkan diri dalam proyek-proyek yang nultifaset, seperti menulis artikel untuk sebuah majalah.
Untuk itu cobalah mengganti lokasi pekerjaan. Karena kadang-kadang lingkungan baru bisa memberikan kesegaran bagi pikiran yang telah letih.
JANGAN MAU
DIHADANG OLEH KETAKUTAN
Pernahkah anda menghindar melakukan suatu hal yang penting karena takut berbuat kesalahan? Atau takut menjadi marah? Atau takut karena dihantui perasaan bersalah? Atau karena takut melukai perasaan sendiri atau perasaan orang lain? Atau karena takut memikul terlalu banyak tanggung jawab? Atau takut karena menghadapi sesuatu yang kurang jelas? Anda tentu sering menghadapi hal-hal tersebut.
Saya bukanlah seorang psikiater, karena itu tak pantas kalau saya melakukan diagnosis apalagi tanpa bertatapan muka mengenai kemandengan emosi seseorang.
Tuan Blue adalah wiraniaga dari suatu perusahaan penghasil bahan baku industri. Ia sadar bahwa pemanfaatan waktunya yang terbaik adalah mengembangkan hubungan dengan sebanyak mungkin kepala bagian pembelian. Sebenarnya tuan Blue telah menyiapkan suatu rencana penjualan setahun. Didalam rencana itu sudah ditekankan perlunya membuka kontak-kontak baru. Tapi sejak awal ia mencoba melaksanakan rencana itu, ia sudah merasa kecenderungan menghindar didalam dirinya. Ketakutan terhadap penolakan menyebabkan ia tidak berani menjalankan rencananya yang luar biasa itu.
Apakah Harga Dari Penundaan Itu?
Sebelum anda memutuskan untuk menunda keputusan apapun, maka tenanglah sebentar. Luangkanlah satu waktu atau dua menit untuk mempertimbangkan konsekuensi yang bakal timbul.
Jika keputusan masa kini adalah indikasi dari pengalaman masa lalu, maka berarti masalah tidak bisa hilang begitu saja. Bagaimana pun anda harus mengerjakannya. Masalah bukanlah “Apakah Saya Akan Mengerjakannya” tapi “Kapan Saya Mengerjakannya?” Tanyakan kepada diri anda, “Karena bagaimanapun satu waktu saya tetap harus mengerjakannya, maka apakah saya siap membayar harga dari penundaan itu?”.
Apakah harga yang harus anda bayar? Harga itu berbeda-beda, dari situasi yang satu kesituasi yang lainnya.
Kerugian Yang Diakibatkan Oleh Kerja Di Bawah Tekanan
Karena setiap menit sangat berharga, maka kebutuhan untuk mempercepat aspek-aspek rutin dari suatu proyek acapkali membuat anda harus bekerja sendiri. Padahal, kalau anda bisa menganggarkan waktu lebih baik, maka pekerjaan itu bisa dilakukan oleh orang lain. Kini anda terpaksa melakukan sendiri pekerjaan mengetik, membuat fotocofi, menempel perangko dan sebagainya.
Apakah anda merasa, bahwa kerja dibawah tekanan membuat anda jadi memperlakukan orang dengan kasar? Apakah anda membuat orang lain menjadi menderita, karena manuntut mereka agar memprioritaskan pekerjaan anda ketimbang pekerjaannya sendiri? Ingat, orang lain mungkin tidak menganggap proyek anda itu penting.
Jika tumpukan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda dan tuntutan-tuntutan baru yang terus bermunculan menyebabkan tekanan yang tidak ada jalan keluarnya dan anda tidak menyukai situasi itu, maka berarti pekerjaan andalah yang salah. Tetapi jika tekanan itu disebabkan oleh prokrastinasi terus menerus yang merupakan pikiran anda sendiri, maka anda bisa melakukan sesuatu terhadapnya.
Bagaiman Memberi Imbalan Kepada Diri Sendiri
Terutama sedang menyelesaikan suatu tugas yang panjang atau rumit, maka besar sekali manfaatnya kalau anda menekankan manfaat yang bakal diperoleh. Kadang-kadang ditengah suatu tugas yang sukar bahkan anda perlu melebih-lebihkan manfaat itu.
Imbalan setelah menyelesaikam akhir dari suatu proyek juga penting. Juga anda harus mengaitkan imbalan langsung dengan tujuan hidup anda. Anda bisa menyatakan kepada diri sendiri “Ya, jika hal ini saya lakukan maka berarti saya tetap dipertahankan kenaikan pangkat”. Kamudian anda bisa menyusun imbalan dibenak anda. Jika anda memiliki seperangkat sasaran hidup yang baik, maka anda bisa mangaitkannya dalam banyak hal dengan upaya menyelesaikan ini. Sekali lagi, semua yang anda lakukan ini adalah menekankan manfaat.
Lakukanlah Yang Terbaik Dan Anggaplah Itu Sebagai Suatu Keberhasilan.
banyak orang dalam yang dalam kehidupannya lebih meminimkan kegagalan daripada memaksimalkan keberhasilan. Ada pula sebagian orang menghabiskan waktunya yang berharga itu hanya dengan menimbang-nimbang untung rugi, takut kalau salah memilih langkah. Padahal “melakukan kesalahan” itu sebenarnya adalah hal yang sangat menghemat waktu. Dengan mencoba sesuatu, maka barulah anda mengetahui hal-hal mana sebenarnya yang bermanfaat untuk dikerjakan. Anda membuang-buang saran yang tidak realistis, justru telah mencoba dan mengalami kegagalan untuk mencobanya. Selama ini mungkin anda selalu bermimpi untuk menulis puisi. Tapi kini, setelah beberapa lama mencobanya dengan sungguh-sungguh, maka barulah anda menyadari, bahwa berdasarkanbakat anda menulis puisi itu ternyata adalah suatu yang mustahil paling tidak untuk waktu yang dekat ini. Lupakanlah keinginan itu dan carilah saran lain yang lebih realistis. Hal-hal yang tadinya merupakan kesalahan, sebenarnya adalah hal-hal yang konstuktif. Anda sedang membangun jembatan yang dari hari ke hari semangkin mendekatkan anda ke sesuatu yang memang anda dambakan.
SUMBER.
Lakein Alan, 1997. Langkah-Langkah Keberhasilan Menguasai Waktu Dan Hidup (How to Get Control of Your Time and Your Life), Pustaka Tangga. Jakarta
WAKTU YANG ANDA MILIKI
Waktu adalah hidup. Ia tidak akan diulang dan diganti. Bila anda memboroskan hidup, tapi bila anda menguasai hidup, dan mengambil manfaat yang sebaiknya dari hidup. Sebagai seorang konsultan perencanaan waktu dan sasaran hidup, maka saya telah saya telah mengembangkan suatu sistem yang saat ini menyatakan telah bisa menolong jutaan orang untuk menetapkan penggunaan terbaik dari waktu yang mereka miliki dan yang juga berarti mengontrol hidup mereka sendiri. Saya bukanlah seorang pengatur “waktu dan gerak” yang ingin agar segala-galanya dilakukan dalam waktu yang sesingkat mungkin dan dalam gerak yang sedikit mungkin. Efisien semacam itu hanya membuat suatu aktivitas menjadi kehilangan jiwa dan ia tinggal menjadi suatu rentetan rutinitas yang mekanis. Saya akan memperlihatkan kepada anda cara-cara bijaksana agar anda dapat menjadi tuan dari jam bukan budak dari jam dan melakukan apa yang anda inginkan dari hidup anda.
Akhirnya, didalam hidup anda tidak ada yang lebih penting dari pada waktu anda. Saya tidak bisa memberikan kepada anda lebih banyak lagi waktu dari pada yang sudah anda miliki. Tapi saya bisa membantu anda untuk mempergunakan waktu yang anda miliki itu dengan lebih efektif.
PENGONTROLAN
DIMULAI DENGAN PERENCANAAN
“Saya merasa seperti pemborosan waktu terlalu banyak, melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi saya, padahal sementara itu hidup saya menggelinding terus”
“Begitu banyak yang perluh saya lakukan, dan tak cukup bagi saya untuk melakukan semua itu, saya gelisah terlalu banyak beban, letih, tegang. Rasanya saya selalu memaksa diri dan saya sama sekali tidak bisa santai”.
Inilah hal-hal yang sering saya dengar dari orang-orang yang datang kepada saya membicarakan persoalan mereka dengan waktu. Dibalik setiap pertanyaan diatas terdapat harapan kalaulah terjadi hal yang berbeda. “Kalaulah saya bisa mengatasi situasi”. “Kalaulah saya bisa lebih menyerupai si ini dan si itu, yang kelihatannya mempunyai waktu untuk melakukan segala-galanya dan tokh masih bisa rileks serta bahagia”. “Kalaulah saya bisa melakukan apa yang memang ingin saya lakukan”. “Kalaulah saya yang mengontrol”.
Perencanaan ialah membawa masa depan ke masa kini, sehingga anda bisa melakukan sesuatu mengenai hal itu sekarang. Semua kita membuat perencanaan. Banyak orang membuat perencanaan secara asal-asalan. Mereka baru membuar perencanaan karena terpaksa. Jika anda hanya membuat rencana seperti itu, maka akan ada resiko bahwa pada saat dimana sebenarnya anda perlu membuat rencana maka anda tidak membuat rencana.
Tahukah anda bagaimana anda menyusun prioritas anda sekarang?
Membuat perencanaan dan membuat pilihan acapkali merupakan suatu pekerjaan yang berat. Hal ini menuntut pemikiran dan pengambilan keputusan secara cermat. Hal ini juga memaksa anda untuk mengenali keteria-keteria apa yang anda pakai dalam menetapkan prioritas. Keteria yang berbeda bisa menyebabkan prioritas yang berbeda, dan menimbulkan pertentangan kepentingan. Tapi jika anda sadar akan hal ini, yang menjadi keteria adalah kemajuan diri, maka penggunaan waktu yang baik ialah melanjutkannya.
Banyak orang yang menghadapi kesulitan dalam membuat perencanaan karena mereka memandang perencanaan hanya sebagai kegiatan “berfikir” dan yang sering diartikan sebagai “menerawang kelangit-langit” atau “berhanyal”. Mereka membutuhkan suatu sarana yang lebih kongrit dari perencanaan. Berdasarkan pengalaman menangani ribuan orang, maka saya tiba pada kasimpulan bahwa adalah lebih baik bila perencanaan diartikan sebagai “menulis” daripada “berfikir”.
Apa sebenarnya yang anda ingginkan dari hidup ini?
Apa sasaran hidup anda?
Bagaimana kira-kira anda menghabiskan waktu dalam tiga tahun mendatang?
Jika seandainya
anda tahu bahwa enam bulan dari sekarang anda akan disambar petir, bagaimana kira-kira anda menjalani hidup sampai saat yang ditetapkan itu tiba?
Pertanyaan seperti yang menjadi judul diatas mungkin kelihatan sudah agak kuno, tapi barang kali anda memang belum pernah mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Sumber daya paling pokok yang menjadi modal awal dari semua orang ialah masa hidupnya; semua menit, jam, hari, dan tahunyang dijalaninya. Hanya dalam rangkah inilah perencanaan waktu baru bisa dimungkinkan.itu jugalah sebabnya saya menyarankan anda agar mulai dengan merumuskan sasaran hidup anda.
Dengan menuliskan pernyataan sasaran hidup, maka anda akan dibantu dengan menemukan apa yang sebenarnya ingin anda lakukan, anda akan dibantu untuk termotivasi melakukan dan memberikan makna kepada cara-cara anda memakai waktu anda. Pernyataan sasaran hidup ini akan memberi arah pada hidup anda. Pernyataan sasaran hidup bukanlah suatu daya gaib atau latihan untuk meramal.
Pernyataan sasaran hidup membantu membawa masa depan anda ke masa sekarang, yaitu dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana masa depan yang anda harapkan itu. Pada saat penyataan sasaran hidup berhenti, maka mulailah bekerja alat kedua untuk merencanakan waktu. Alat ini membantu anda menetapkan kegiatan tertentu yang bisa anda lakukan sekarang, membantu meraih sasaran hidup dimasa mendatang.
Sasaran tidak dapat kita kerjakan. Karena perencanaan dan penetapan sasaran jangka panjang haruslah dibarengi dengan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mensyaratkan menentukan aktivitas yang lebih sepesifik. Suatu aktivitas bisa kita dilakukan, karena aktivitas adalah langkah-langkah yang kita lakukan menuju suatu sasaran.
MAMFAAT DARI PENJADWALAN
Kalau tadinya anda sudah merasa sibuk, maka ini anda akan merasa lebih sibuk lagi, sebab di samping apa yang sedang anda kerjakan sekarang, maka anda harus pula melakukan aktivitas. Untuk mencari jalan keluar dari dilemma ini maka cobalah bayangkan selama beberapa menit sasaram-sasaran hidup sebagai latar belakang dan renungkanlah hal-hal yang medesak untuk dilakukan pada ekstrim lainnya.
apa yang harus anda lakukan hari ini?
Tentu saja anda memerlukan waktu untuk melakukan aktivitas-aktivitas penting seperti makan dan tidur. Jumlah waktu yang anda alokasikan untuk hal-hal itu mungkin berbeda-beda, tapi ada jumlah waktu minimum yang diperlukan untuk melakukan aktivitas itu secara normal. Kecuali anda benar-benar kaya dan secara keuangan tidak tergantung lagi pada orang lain, atau ada yang menyokong hidup anda, maka bagaimana pun anda harus tetap bekerja untuk bisa memperoleh pangan, sandang dan papan. Dan ini berarti anda perlu berpakaian, bersisir, berkendaraan dan duduk di kantor semua hal-hal yang harus dikerjakan dan menyita waktu.
Aktivitas –aktivitas penting, tugas-tugas rutin, komitmen-komitmen sebelumnya, ditambah dengan krisis dan interupsi yang tak terduga bisa membuyarkan impian kita untuk memiliki beberapa menit yang bisa kita pakai untuk mengerjakan sasaran hidup. Tapi sebenarnya hal-hal itu tak perlu membuyarkan impian kita. Semua tergantung dari beberapa jauh kita mengenal (dan menanggulangi) hal-hal yang menyita waktu ini, dan tergantung juga dari apakah kita siap untuk meluangkan waktu bagi diri kita. Tidak ada jalan lain untuk memperbesar peluang merai sasaran hidup yang penting, maka kita harus merencanakan hidup kita dari hari ke hari.
Membuat suatu perubahan waktu
Anda bisa melakukan perubahan waktu. Jika anda merasa bahwa waktu anda terlalu banyak dipakai untuk bekerja dan kurang untuk keluarga dan diri sendiri, maka berhentilah melakukan pekerjaan lembur, dan mulailah menjadwalkan lebih banyak waktu diakhir pecan bersama keluarga.
Mencoba melakukan hal-hal yang sama pada waktu yang sama setiap hari akan menghemat dan sekaligus membangkitkan energi anda. Energi dihemat karena anda tidak perlu lagi berlama-lama dalam keraguan. Tugas-tugas yang sepele anda lakukan tanpa berpikir lagi.dan kebiasaan untuk melakukan panggilan telepon, kebiasaan untuk merencanakan menu, membaca surat kabar, menghadiri kursus atau menghadiri suatu pertemuan pada waktu yang tertentu, akan membangkitkan energi.
DUA JENIS WAKTU PRIMA
Aspek penting lainnya dalam masalah penjadwalan ialah aspek waktu “prima” waktu prima internal adalah waktu yang paling baik bagi anda sendiri untuk melakukan suatu pekerjaan pagi, siang atau malam. Waktu prima eksternal adalah waktu yang paling baik bagi anda dalam hubungan dengan orang lain dalam kaitan pekerjaan, pergaulan atau kehidupan keluarga anda.
Waktu prima internal adalah waktu dimana anda paling bisa berkosentrasi dengan sebaik-baiknya. Usahakanlah untuk memakai waktu prima internal untuk melakukan tugas-tugas yang paling prima pula. Banyak usahawan menetapkan beberapa jam pertama dari hari kerjanya sebagai waktu prima internal, padahal pada jam itu justru mereka membaca surat kabar, menjawab surat-surat rutin, menjawab pesan-pesan telepon yang masuk kemarin, dan bercakap-cakap dengan anak buah atau atasannya. Labih baik menunda tugas-tugas rutin itu pada saat yang bukan merupakan waktu prima anda.
MANFAAT WAKTU MENUNGGU
Saat menunggu juga bisa dipakai untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang menggangu anda dipekerjaan. Cobalah memecahkan masalah itu dari awal dan berurutan. Mula-mula cobalah menyusun kerangka persoalan itu langkah demi langkah. Kemudian jika anda masih punya waktu, katakanlah lima menit, maka anda bisa mengambil salah satu aspek dan memikirkanya lebih dalam. Boleh jadi anda tak langsung bisa memecahkan keseluruhan persoalan. Tapi paling tidak anda telah mulai memikirkannya.
Apakah Prokrastinasi Itu?
Prokrastinasi adalah situasi dimana anda telah berhasil memilih suatu aktivitas yang baik, merasa cocok dengan pilihan tersebut, dan merencanakan waktu untuk melaksanakannya, tapi tokh tak kunjung melaksanakannya. Bahkan anda memilih yang kurang penting, atau suatu kegiatan lain yang sebenarnya tidak ada gunanya dilaksanakan.
Apa sebenarnya yang terjadi dengan diri anda?
Yang terjadi pada diri anda sebenarnya adalah juga yang terjadi dengan manusia lain pada umumnya. Anda pasti akan bersifat prokrastinasi terutama terhadap yang rumit dan yang kurang menyenangkan. Manusia menunda yang begitu rumit karena ia memberi kesan menakutkan atau terlalu banyak menyita waktu.
Dipihak lain yang kurang menyenangkan sebenarnya adalah pekerjaan-pekerkjaanyang cukup mudah ditangani dan wajar, tapi anda cenderung menghindarinya karena beberapa asosiasi yang membuat anda benci. Asosiasi itu biasanya emosional.
Kedua kategori prokrastinasi ini kadang-kadang sukar dibedakan satu dengan yang lain. Kita bisa saja menganggap suatu aktivitas rumit sekaligus tidak menyenangkan.
MAJU TERUS DAN BERHENTI JIKA TERPAKSA
Jika anda memutuskan bahwa anda menikmati pekerjaan berenang dan bermain air dingin, maka satu jam kemudian anda pasti masih juga didalam air. Tapi jika anda berhenti setelah lima menit berenang maka kini anda pasti sedang manunggu giliran untuk menantang teman bermain ping-pong.
Carilah Informasi Lebih Banyak Lagi
Ini adalah mata rantai yang bisa terjadi. Anda tidak memiliki informasi. Anda belum tertarik benar. Anda tak kunjung terlibat. Tak ada aksi.
Adagium yang selama ini mengatakan bahwa tak kenal maka tak saying rupanya benar. Terbukti dari beberapa penelitian bahwa ternyata untuk menumbuhkan minat dibutuhkan informasi. Hal yang sama juga terjadi dalam hidup sehari-hari. Penelitian yang dilakukan terdapat pendengar radio dan TV memperlihatkan bahwa mereka yang terdengar siaran berita jam enam adalah juga mereka yang mendengar siaran berita jam sebelas. Mereka yang teratur mendengar siaran berita itu adalah juga mereka yang berlangganan lebih dari satu surat kabar. Informasi emang memacu hasrat dan keingintahuan.
Nasihatilah Diri Sendiri
Ada juga kemungkinan, keengganan untuk melibatkan diri itu disebabkan oleh kurangnya motivasi. Dalam hal ini yang paling baik untuk dilakukan ialah menyediakan waktu beberapa saat untuk membantu motivasi.
Penelitian menunjukan bahwa pada umumnya kita enggan memulai suatu proyek yang menurut pemahaman kita tak akan mungkin selesai. Dan sebaliknya, kita akan mencoba melakukan suatu pekerjaan yang tampaknya mudah, walaupun sebenarnya pekerjaan itu sukar. Dasar dari kesediaan untuk mencoba ini adalah taksiran subyektif akan memungkinkan untuk berhasil.
Jasi ingatlah: Kalau anda merasa bahwa suatu pekerjaan akan sukar atau mustahil, maka besar kemungkinan anda tak akan mau mencobanya. Sebaliknya, kalau anda merasa bahwa pekerjaan itu ringan dan pasti berhasil, maka pasti anda mau mencobanya.
“Anda bisa melakukan hal itu. Bertahanlah”
“Berhentilah merasa kasihan kepada diri sendiri dan bekerjalah”
“Anda tidak akan pernah tahu, kalau tidak mencobanya”
“Saya tidak menginginkan orang-orang yang kalah disekitar saya”
Slogan-slogan seperti diatas akan membantu menerangi keengganan dan perasaan-perasaan negative lainnya.
Selingan Istirahat dan Selingan Pekerjaan
Salah satu hal yang biasa anda lakukan ialah mengambil selingan istirahat. Bangkitlah dan kendurkan otot-otot, pergilah kedapur kantor, temuilah berbagai orang, kemudian lanjutkanlah itu selama satu atau dua jam lagi.
Anda bisa mengambil suatu pekerjaan sebagai selingan. Pekerjaan apapun bisa, tapi lebih baik lagi kalau pekerjaan itu ada kaitannya, sepanjang ia bisa memberikan perubahan irama dari pekerjaan yang baru saja anda lakukan. Acapkali hanya selinganlah yang sebenarnya anda perlukan. Tapi apa yang anda lakukan jika anda bekerja mengejar suatu deadline diman setiap menit sangat berharga?
Teknik seperti itu terutama akan sangat menolong bila anda mengalami kesulitan untuk melibatkan diri dalam proyek-proyek yang nultifaset, seperti menulis artikel untuk sebuah majalah.
Untuk itu cobalah mengganti lokasi pekerjaan. Karena kadang-kadang lingkungan baru bisa memberikan kesegaran bagi pikiran yang telah letih.
JANGAN MAU
DIHADANG OLEH KETAKUTAN
Pernahkah anda menghindar melakukan suatu hal yang penting karena takut berbuat kesalahan? Atau takut menjadi marah? Atau takut karena dihantui perasaan bersalah? Atau karena takut melukai perasaan sendiri atau perasaan orang lain? Atau karena takut memikul terlalu banyak tanggung jawab? Atau takut karena menghadapi sesuatu yang kurang jelas? Anda tentu sering menghadapi hal-hal tersebut.
Saya bukanlah seorang psikiater, karena itu tak pantas kalau saya melakukan diagnosis apalagi tanpa bertatapan muka mengenai kemandengan emosi seseorang.
Tuan Blue adalah wiraniaga dari suatu perusahaan penghasil bahan baku industri. Ia sadar bahwa pemanfaatan waktunya yang terbaik adalah mengembangkan hubungan dengan sebanyak mungkin kepala bagian pembelian. Sebenarnya tuan Blue telah menyiapkan suatu rencana penjualan setahun. Didalam rencana itu sudah ditekankan perlunya membuka kontak-kontak baru. Tapi sejak awal ia mencoba melaksanakan rencana itu, ia sudah merasa kecenderungan menghindar didalam dirinya. Ketakutan terhadap penolakan menyebabkan ia tidak berani menjalankan rencananya yang luar biasa itu.
Apakah Harga Dari Penundaan Itu?
Sebelum anda memutuskan untuk menunda keputusan apapun, maka tenanglah sebentar. Luangkanlah satu waktu atau dua menit untuk mempertimbangkan konsekuensi yang bakal timbul.
Jika keputusan masa kini adalah indikasi dari pengalaman masa lalu, maka berarti masalah tidak bisa hilang begitu saja. Bagaimana pun anda harus mengerjakannya. Masalah bukanlah “Apakah Saya Akan Mengerjakannya” tapi “Kapan Saya Mengerjakannya?” Tanyakan kepada diri anda, “Karena bagaimanapun satu waktu saya tetap harus mengerjakannya, maka apakah saya siap membayar harga dari penundaan itu?”.
Apakah harga yang harus anda bayar? Harga itu berbeda-beda, dari situasi yang satu kesituasi yang lainnya.
Kerugian Yang Diakibatkan Oleh Kerja Di Bawah Tekanan
Karena setiap menit sangat berharga, maka kebutuhan untuk mempercepat aspek-aspek rutin dari suatu proyek acapkali membuat anda harus bekerja sendiri. Padahal, kalau anda bisa menganggarkan waktu lebih baik, maka pekerjaan itu bisa dilakukan oleh orang lain. Kini anda terpaksa melakukan sendiri pekerjaan mengetik, membuat fotocofi, menempel perangko dan sebagainya.
Apakah anda merasa, bahwa kerja dibawah tekanan membuat anda jadi memperlakukan orang dengan kasar? Apakah anda membuat orang lain menjadi menderita, karena manuntut mereka agar memprioritaskan pekerjaan anda ketimbang pekerjaannya sendiri? Ingat, orang lain mungkin tidak menganggap proyek anda itu penting.
Jika tumpukan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini tertunda dan tuntutan-tuntutan baru yang terus bermunculan menyebabkan tekanan yang tidak ada jalan keluarnya dan anda tidak menyukai situasi itu, maka berarti pekerjaan andalah yang salah. Tetapi jika tekanan itu disebabkan oleh prokrastinasi terus menerus yang merupakan pikiran anda sendiri, maka anda bisa melakukan sesuatu terhadapnya.
Bagaiman Memberi Imbalan Kepada Diri Sendiri
Terutama sedang menyelesaikan suatu tugas yang panjang atau rumit, maka besar sekali manfaatnya kalau anda menekankan manfaat yang bakal diperoleh. Kadang-kadang ditengah suatu tugas yang sukar bahkan anda perlu melebih-lebihkan manfaat itu.
Imbalan setelah menyelesaikam akhir dari suatu proyek juga penting. Juga anda harus mengaitkan imbalan langsung dengan tujuan hidup anda. Anda bisa menyatakan kepada diri sendiri “Ya, jika hal ini saya lakukan maka berarti saya tetap dipertahankan kenaikan pangkat”. Kamudian anda bisa menyusun imbalan dibenak anda. Jika anda memiliki seperangkat sasaran hidup yang baik, maka anda bisa mangaitkannya dalam banyak hal dengan upaya menyelesaikan ini. Sekali lagi, semua yang anda lakukan ini adalah menekankan manfaat.
Lakukanlah Yang Terbaik Dan Anggaplah Itu Sebagai Suatu Keberhasilan.
banyak orang dalam yang dalam kehidupannya lebih meminimkan kegagalan daripada memaksimalkan keberhasilan. Ada pula sebagian orang menghabiskan waktunya yang berharga itu hanya dengan menimbang-nimbang untung rugi, takut kalau salah memilih langkah. Padahal “melakukan kesalahan” itu sebenarnya adalah hal yang sangat menghemat waktu. Dengan mencoba sesuatu, maka barulah anda mengetahui hal-hal mana sebenarnya yang bermanfaat untuk dikerjakan. Anda membuang-buang saran yang tidak realistis, justru telah mencoba dan mengalami kegagalan untuk mencobanya. Selama ini mungkin anda selalu bermimpi untuk menulis puisi. Tapi kini, setelah beberapa lama mencobanya dengan sungguh-sungguh, maka barulah anda menyadari, bahwa berdasarkanbakat anda menulis puisi itu ternyata adalah suatu yang mustahil paling tidak untuk waktu yang dekat ini. Lupakanlah keinginan itu dan carilah saran lain yang lebih realistis. Hal-hal yang tadinya merupakan kesalahan, sebenarnya adalah hal-hal yang konstuktif. Anda sedang membangun jembatan yang dari hari ke hari semangkin mendekatkan anda ke sesuatu yang memang anda dambakan.
SUMBER.
Lakein Alan, 1997. Langkah-Langkah Keberhasilan Menguasai Waktu Dan Hidup (How to Get Control of Your Time and Your Life), Pustaka Tangga. Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)