Minggu, 11 Januari 2009

Peran Kelompok Pemuda Tani

PERANAN KELOMPOK PEMUDA TANI (TARUNA TANI) TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK
DI DESA SUKARATU KABUPATEN TASIKMALAYA JAWA BARAT

Oleh : Naroh


BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Desa Sukaratu merupakan salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Tasikmalaya yang terletak di kaki Gunung Galunggung, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, khususnya petani padi dan ikan. Karena berada di daerah vulkanik Gunung Galunggung, maka daerah ini terkenal akan kesuburan tanahnya, hal ini dibuktikan dengan tingginya produksi yang dihasilkan dari usaha budidaya tanaman padi.
Akan tetapi kesuburan tanah tersebut sekarang sudah mulai berkurang, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar penggunaan dari pupuk kimia (anorganik) dan pestisida sehingga perlu adanya suatu upaya untuk menanggulangi hal tersebut, salah satunya dengan penggunaan pupuk organik.
Berdasarkan data yang diperoleh penulis menunjukkan bahwa walaupun Desa Sukaratu merupakan areal pertanian, akan tetapi hal tersebut tidak diikuti oleh regenarasi di bidang pertanian. Hal ini didukung oleh data yang menunjukkan bahwa hampir 90 % petani di desa tersebut rata-rata berusia 40 – 50 tahun keatas. Para pemuda merasa enggan dan gengsi untuk terjun di bidang pertanian, mereka lebih memilih untuk berusaha di kota misalnya Jakarta dan Bandung walaupun hanya sebagai kuli bangunan atau tukang kredit.
Akan tetapi di desa tersebut masih ada sekelompok pemuda yang masih peduli dan sudi untuk berusaha dibidang pertanian dan mereka bersatu dalam satu Kelompok Pemuda Tani atau biasa disebut dengan “Kelompok Taruna Tani”. Dalam keberadaannya Kelompok Taruna Tani ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam menggalakan penggunaan kembali pupuk organik dalam berusahatani. Kelompok ini secara aktif bekerjasama dengan para Penyuluh memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik dan bagaimana cara pembuatannya.
Dengan adanya kondisi sebagaimana tersebut diatas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian di desa tersebut khusunya tentang sejauh mana peran dari Kelompok Taruna Tani terhadap penerapan inovasi khususnya penggunaan pupuk organik.

B.Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Untuk mempermudah penulis melakukan penelitian dan hasilnya lebih terarah, maka penulis merasa perlu untuk merumuskan masalah yang akan diteliti, sehingga nantinya akan diperoleh tujuan penelitian yang jelas.
Perumusan masalah ialah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahannya
Secara garis besarnya penulis membagi perumusan masalah menjadi tiga bagian dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendukungnya sebagai berikut :
1.Deskriftif
a.Berapa persen tingkat kerusakan tanah yang terjadi ?
b.Seberapa besar tingkat penggunaan pupuk anorganik dan pestisida oleh petani ?
c.Sejauh mana para petani telah melakukan antisipasi terhadap tingkat kesuburan tanahnya ?
d.Sejauh mana peran Kelompok Taruna Tani terhadap usaha mengembalikan kembali kesuburan tanah ?
e.Sejauh mana peran Kelompok Taruna Tani terhadap sosialisasi penggunaan pupuk organik ?
2.Komparatif
a.Bagaimana perbedaan tingkat kesuburan tanah di Desa Sukaratu dengan desa lain disekitarnya ?
b.Adakah perbedaan pola penggunaan pupuk anorganik dan pestisida di Desa Sukaratu dengan desa lain disekitarnya ?
c.Adakah perbedaan antara para petani pada umumnya dengan Kelompok Taruna Tani dalam penggunaan pupuk anorganik dan pestisida serta dalam penggunaan pupuk organik ?
3.Asosiatif
a.Apakah terdapat hubungan antara penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan terhadap tingkat kesuburan tanah ?
b.Adakah hubungannya antara penggunaan pupuk organik dengan tingkat kesuburan tanah ?
Adapun tujuan dilaksanakannya penelitiannya ini adalah sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kerusakan tanah yang terjadi di Desa Sukaratu.
2.Untuk mengetahui sejauhmana peran petani dalam terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah di Desa Sukaratu
3.Untuk mengetahui sejauhmana peran dari Kelompok Taruna Tani terhadap penggunaan pupuk organik di Desa Sukaratu.
4.Untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang pengaruh penggunaan pupuk anorganik dan pestisida terhadap kesuburan tanah.
5.Untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap tingkat kesuburan tanah.

C.Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Ruang lingkup dari penelitian ini penulis batasi hanya di Desa Sukaratu dengan batasan penelitian hanya pada peranan Kelompok Taruna Tani terhadap penggunaan pupuk organik di Desa Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar