Minggu, 11 Januari 2009

Tanaman Obat

Oleh: Naroh

PENGENALAN SIMPLISIA TANAMAN OBAT


A.TUJUAN
Mahasiswa mengenal simplisia tanaman obat dan mengetahui khasiat dari masing-masing simplisia (Simplisia daun, batang, buah dan akar).

B.DASAR TEORI
Para ahli dari berbagai negara seperti Jerman, India, Cina, Australia, Indonesia dan sebagainya, tidak henti-hentinya mengadakan penelitian dan pengujian berbagai tumbuhan yang secara tradisional dipakai untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Hasil penelitian dan pengujian secara ilmiah tersebut disimpulkan bahwa penggunaan tumbuhan tertentu sebagai ramuan obat untuk penyakit tertentu dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, dari penelitian dan pengujian para ahli, telah diketahui adanya komposisi kandungan kimiawi obat-obatan yang terdapat pada jenis tumbuhan tertentu yang telah lama dipakai oleh nenek moyang kita sebagai ramuan obat tradisional.
 Tanaman obat sendiri dapat diartikan sebagai tanaman atau tumbuhan yang secara alami meiliki kemampuan menyembuhkan penyakit. Bagian tanaman atau tumbuhan yang mengandung zat yang mampu mengobati penyakit disebut simplisia. 
Berdasarkan simplisia tanaman obat digolongkan sebagai berikut :
1.Simplisia akar, rimpang dan stolon
Contoh : jahe, pasak bumi dan gembili.
2.Simplisia batang (korteks)
Contoh : kayu manis, mahoni dan tempuyung
3.Simplisia daun
Contoh : kumis kucing, keji beling, tapak liman, sirih, kayu putih, pegagan.
4.Simplisia bunga dan buah
Contoh : makuto dewa, kapulaga, cengkeh.
Penggunaan simplisia dalam negeri dari tahun ke tahun meningkat, tahun 1983 sebanyak 1.687.033.032 gram terdiri dari 154 jenis tanaman, tahun 1984 sebanyak 2.217.226.511 gram terdiri dari 164 jenis. Pada kurun waktu 1999 – 2004 di negara-negara Eropa diperkirakan permintaan terhadap simplisia mencapai 66 % dari permintaan dunia. Di Indonesia sendiri penggunaan simplisia terus meningkat sebagaimana tampak pada tabel berikut ini :

 Tabel. Penggunaan Simplisia Tingkat Nasional
Nama tanaman
Penggunaan (ton)
Temulawak 
Lempuyang gajah
Jahe
Lengkuas
Cabai jamu
Kedaung
Kencur
Lempuyang wangi
Temu hitam
Pulasari
Adas
Bangle
Kunyit
Alang-alang
Temu kunci
Cabai 
285
220
200
160
155
140
107
105
67
64
64
63
55
50
48
37

C.ALAT DAN BAHAN
1.Alat :
1.Alat tulis
2.Kaca pembesar
3.Pisau
2.Bahan :
Contoh simplisia tanaman obat (akar, batang, daun, buah, bunga)


D.CARA KERJA
1.Siapkan alat dan bahan.
2.Gambar tanaman obat, beri keterangan : nama daerah, nama latin, simplisia dan kegunaan.
3.Buat laporan sementara.


E.HASIL PENGAMATAN
1.Simplisia Akar
KENCUR
Kaempferia galanga L.



KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Kaempferia.
Jenis : Kamepferia galanga L.
Nama umum : Kencur.

NAMA DAERAH
Aceh ceuko atau tekur, Batak keciwer, Sumatera Barat Cakue, Sunda Cikur, Kalimantan sikor, Bali cekuh, Makaqsar cakuru, Ambon asauli, dan Irian Ukap.

KHASIAT
Kencur biasa digunakan sebagai bumbu aneka masakan sehari-hari seperti pecel dan karedok. Selain itu daunnya bisa dimanfaatkan sebagai lalap atau campuran urap. Rimpang muda dapat dibuat minuman beras kencur hingga kosmetika tradisional. Manfaat kencur dibidang kesehatan juga membuat kencur banyak diusahakan orang. Tak hanya rimpangnya, daun kencur pun laku dijual di pasar.
Beberapa khasiat kencur dalam hal pengobatan, sebagai berikut :
1.Menyembuhkan batuk pada anak-anak dan balita
2.Mengatasi muntah-muntah
3.Mengobati tetanus
4.Mengatasi keracunan tempe bongkrek
5.Mengobati keracunan jamur

JAHE EMPRIT
Zingiber officinale ROSC.


SINONIM
Zingiber majus Rumph.; Z. minus Rumph. 

KLASIFIKASI 
Divisi : Spermatophyta.
Sub Devisi : Angiospermae.
Kelas : Monocotyledonae.
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Zingiber
Jenis : Zingiber officinale Rosc.
Nama umum : Jahe emprit. 

NAMA DAERAH
Halia (Aceh), Bening (Gayo), Bahing (Batak), Lahia (Nias), Sipadeh (Minangkabau), Jahi (Lampung). Jahe (Sunda), Jae(Jawa Tengah), Jhai (Madura) Cipakan (Bali), Sipados (Kutai), 

KHASIAT
Rimpang Zingiber officinale berkhasiat sebagai pelega perut, obat batuk, obat rematik, penawar racun. Untuk pelega perut dipakai  15 gram rimpang segar Zingiber officinale dicuci, dibakar selama 15 menit, dimemarkan, diseduh dengan 1 gelas air panas, ditambah 1 sendok makan madu, diaduk, diminum sekaligus.










KUNCI PEPET
Kaempferia angustifolia Rosc.


SINONIM
Kaempferia undulata T. & B.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Kaempferia
Jenis : Kaempferia angustifolia Rosc.
Nama umum : Kunci pepet.
NAMA DAERAH
Kunci pepet, kunci kunat, 

KHASIAT
Rimpang Kaempferia angustifolia berkhasiat sebagai obat mulas, obat disentri, dan obat mencret, juga berkhasiat sebagai pelangsing tubuh, sedangkan bunganya untuk memperbanyak air susu ibu.
Untuk obat mulas dipakai ± 10 gram rimpang segar Kaempferia angustifolia. Direbus dengan 1 gelas air selam 15 menit. Setelah dingin disaring, hasil saringannya diminum sekaligus.

KUNYIT
Curcuma domestica Val


SINONIM
Curcuma domestica Rumph.; C. Longasensu Vanon L.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zinguberaceae
Marga : Curcuma
Jenis : Curcuma domestica Val.
Nama umum : Kunyit.

NAMA DAERAH
Kunir, konyek, kunyeh, temu kuning, kekunye, huning, kunidi, ondil, guni, gulati, kaungi, gogohiki, hamu, henda, hingiro, konden, undre, janar, jiten, cahang, dio, kalesau, wingir, dingira, kolawak, kolalagu, pagodon, rame, nikwai, mingguai, ina, kandeifu, wingira.

KHASIAT
Untuk obat menghentikan pendarahan, membersihkan perut, mengeluarkan gas dari usus, obat gatal, anti kejang, pembengkakan selaput lendir mulut (gingivitis), obat kudis, borok, bengkak, radang umbai usus buntu, radang rahim, mati haid, kurang darah, tekanan darah tinggi, demam nifas, mencret, kepala pusing, keputihan, penyakit kuning.

2.Simplisia daun

TAPAK DARA
Catharanthus roseus [L] G. Don



SINONIM
Ammocallis rosea Small, Lochnera rosea Reich., Vinca rosea L.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : 
Suku : Apocynaceae 
Marga : Catharanthus
Jenis : Catharanthus roseus [L] G. Don
Nama umum : Tapak Dara.



NAMA DAERAH
Rutu – rutu, rumput jalang (Sumatera). Kembang sari cina, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, tapak doro, cakar ayam, tai lantuan (Jawa). Tapak lima (Bali). Sindapor (Sulawesi). Usia (Maluku).

SIFAT DAN KHASIAT
Herba sedikit pahit rasanya, sejuk, agak beracun (toksik), masuk meridian hati. Berkhasiat sebagai anti-kanker (antineoplastik), menenangkan hati, peluruh kencing (diuretik), menurunkan tekanan darah (hipotensif), penenang (sedatif), menyejukkan darah, penghenti perdarahan (hemostatis), serta menghilangkan panas dan racun. Sedangkan akar tapak dara berkhasiat sebagai peluruh haid.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Herba dan akar. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

INDIKASI
Herba berkhasiat untuk mengatasi :
Tekanan darah tinggi (hipertensi),
Kencing manis (diabetes mellitus),
Kencing sedikit (oliguria),
Hepatitis,
Perdarahan akibat turunnya jumlah trombosit (primary throbocytopenic purpura),
Malaria,
Sukar buang air besar (sembelit),
Kanker : penyakit hodgkin’s, chorionic epithelioma, leukemia limfositik akut, leukemia monositik akut, limfosarkoma, dan retikulum sel sarkoma.

Akar berkhasiat :
Haid yang tidak teratur.



ILER
Coleus acutellarioides [L.] Benth.


SINONIM
C.atropurpureus Benth., C. blumei Benth., C.ingratus Benth., C.laciniatus Benth., Plectranthus scutellarioides (L.) Benth.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Solanales
Suku : Labiateae
Marga : Coleus
Jenis : Coleus acutellarioides [L.] Benth.
Nama umum : Iler.

NAMA DAERAH
Si gresing (Batak), adang-adang (Palembang), miana, pilado (Sumbar). jawer kotok (Sunda), iler, kentangan (Jawa), dhin kamandhinan (Madura). Rangon tati, serewung (Minahasa), ati-ati, panci-panci, saru-saru (Bugis), majana (Manado).
KHASIAT
Berbau harum, sedang rasanya agak pahit, sifatnya dingin. Mempunyai khasiat sebagai peluruh haid (emenagog), perangsang nafsu makan, penetralisir racun (antitoksik), menghambat pertumbuhan bakteri (antiseptik), membuyarkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, dan pembunuh cacing (vermisida). Bagian yang digunakan adalah daun dan akar.


KUMIS KUCING
Orthosiphon spicatus B.B.S.


-SINONIM
O. aristatus (Bl.) Miq., O. gandiflorus Bold., O. gandiflorum et aristatum BL., O. longiflorum Ham., O. spiralis Merr., O. stamineus Benth., Clerodendranthus spicatus (Thunb.) C.Y.Wu, Trichostemma spiralis Lour.
 
KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Tubiflorae 
Suku : Labiatae 
Marga : Orthosipon
Jenis : Orthosipon spicatus B. B. S.
Nama umum : Kumis kucing.

NAMA DAERAH
Kumis kucing (Melayu). kumis kucing (Sunda), remujung (Jawa), sesalaseyan, seongot koceng (Madura).

KHASIAT
Herba kumis kucing rasanya manis sedikit pahit, sifatnya sejuk. Berkhasiat sebagai anti radang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan panas lembab, serta menghancurkan batu saluran kencing. Bagian yang digunakan adalah herba, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan.

INDIKASI
Herba kumis kucing digunakan untuk pengobatan :
Infeksi ginjal akut dan kronis,
Infeksi kandung kencing (sistitis), Kencing batu,
Sembab karena timbunan cairan di jaringan (edema),
Kencing manis (diabetes mellitus),
Tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
Rematik gout.


DAUN WUNGU
Graptophyllum pictum [L.] Griff.


SINONIM
Graptophyllum hortense. Nees.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Solanales
Suku : Acanthaceae 
Marga : Graptophyllum
Jenis : Graptophyllum pictum Griff.
Nama umum : Daun ungu.

NAMA DAERAH
pudin (Simular), dangora, puding, p. perada (Melayu). daun ungu, handeuleum (Sunda), demung, tulak, wungu (Jawa), karaton, karotong (Madura). temen (Bali). kabi-kabi (Ternate)

KHASIAT
Daun berkhasiat sebagai peluruh kencing (diuretik), mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan (laksatif), dan pelembut kulit (emoliens). Sedangkan bunganya berkhasiat sebagai pencahar haid.
INDIKASI
Daun berkhasiat untuk mengatasi :
Wasir (hemoroid) dan
Sembelit (konstipasi).
Bunga berkhasiat untuk mengatasi :
Datang haid tidak lancar.

CARA PEMAKAIAN
Daun segar sebanyak 10 – 15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun atau kulit batang secukupnya dibersihkan lalu dipipis. Gunakan untuk menutup bisul, borok luka, sakit telinga, payudara bengkak karena bendungan ASI, atau bagian tubuh yang bengkak (memar)akibat terbentur benda keras atau terpukul. Air perasan daun untuk sakit telinga.

MENIRAN
Phyllanthus urinaria l.



KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Geraniales
Suku : Euporbiaceae
Marga : Phyllanthus
Jenis : Phyllanthus urinaria l.
Nama umum : Meniran.

NAMA DAERAH
Meniran (Jawa)

KHASIAT
Untuk mengobati penyakit ginjal, kuning, mencret, kencing nanah, ayan, sakit perut, sakit gigi, kencing kurang lancar, demam, tetanus, darah kotor, kejang gagau, putih telur dalam kencing, kencing batu.
MURBEI
Morus alba L.


SINONIM
M. australis Poir., M.atropurpurea Roxb., M. constantinopalitana Poir., M. indica L., M.rubra Lour.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Urticales
Suku : Moraceae 
Marga : Morus
Jenis : Morus alba L.
Nama umum : Murbei.

NAMA DAERAH
Kerta(Gayo), kitau (Lampung). Murbei, besaran Jawa).

KHASIAT
Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru, dan hati. Berkhasiat sebagai peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh kencing (diuretik), mendinginkan darah, pereda demam (antipiretik), dan menerangkan penglihatan.
Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Memelihara darah dan “yin”, memperkuat ginjal, diuretik, peluruh dahak (ekspektoran), hipotensif, penghilang haus, meningkatkan sirkulasi darah dan efek tonik pada jantung.
Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Berkhasiat sebagai anti asmatik, ekspektoran, diuretik, dan menghilangkan bengkak (detumescent).
Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati. Berkhasiat sebagai karminatif, antipiretik, analgesik, antireumatik, dan merangsang pembentukan kolateral.

INDIKASI
Daun (Sang ye) berkhasiat untuk :
Demam karena flu, malaria,
Batuk,
Sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
Darah tinggi (hipertensi),
Kencing manis (diabetes mellitus),
Kaki gajah 
(elephantiasis tungkai bawah),
Sakit kulit, bisul,
Radang mata merah (conjunctivitis acute)
Memperbanyak ASI,
Keringat malam,
Muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,
Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), dan
Gangguan pada saluran cerna.

Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk : 
Sakit gigi,
Tidak datang haid,
Batuk berdahak, sesak nafas (asma),
Muka bengkak (edema),
Kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
Cacingan.



Buah (Sang shen) berkhasiat untuk
Tekanan darah tinggi (hipertensi),
Jantung berdebar (palpitasi),
Kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,
Sukar tidur (insomnia),
Batuk berdahak,
Pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
Telinga berdenging (tinnitus), neurastenia,
Sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
Rambut beruban sebelum waktunya.

Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk :
Rematik,
Tangan dan kaki terasa gatal dan sakit,
Sakit pinggang (lumbago),
Keram pada tangan dan kaki,
Tekanan darah tinggi, serta
Menyuburkan pertumbuhan rambut.



PULE PANDAK
Rauwolfia serpentina Benth.


SINONIM
Hunteria sundana Miq. ; Ophyoxilon obversum miq.

KLASIFIKASI
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Apocynales
Suku : Apocynaceae
Marga : Rauwolfia
Jenis : Rauwolfia serpentina Benth.
Nama umum : Pulu pandak

NAMA DAERAH
Akar tikus (sumatera), Pule pundak (Jawa).

SIFAT DAN KHASIAT
Akar bersifat pahit, dingin, dan sedikit beracun. Akar Rauwolfia serpentina berkhasiat sebagai obat kolera dan obat tekanan darah tinggi. Untuk obat kolera dipakai ± gram akar segar Rauwolfia serpentina, dipotong kecil-kecil, ditambah ¼ sendok teh garam dicampur, kemudian dikunyah, airnya ditelan. Bagin yang digunakn adalah akar, batang, dan daun. akar untuk penyimpanan dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu dijemur.

INDIKASI
Akar berkhasiat untuk :
Tekanan darah tinggi ( hipertensi ),
Sakit kepala dan rasa berputar ( vertigo ) pada hipertensi,
Sakit perut pada disentri, diare, muntah,
Panas yang menetap, panas pada malaria, influenza,
Radang kandung empedu, hepatitis akut,
Kejang pada penyakit ayan ( epilepsi )
Sussah tidur ( insomnia )
Bisul, kudis ( scabies ), biduran (urtikaria )
Gigitan ular, kalajengking dan luka memar
Batang dan daun berkhasiat untuk :
Influenza, sakit tenggorok,
Malaria
Tekanan darah tinggi
Diare, muntah karena angin,
Hernia,
Bisul, memar.
TEMBELEKAN
Lantana camara L.


SINONIM
L. acuelata L., L. antillana Rafin, L. mutabilis Salisb., L. polyacanthus SCH., L.scabrida Soland, L. viburnoides Blanco.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Solanales
Suku : Verbenaceae 
Marga : Lantana.
Jenis : Lantana camara L.
Nama umum : Tembelekan.

NAMA DAERAH
Bunga pagar, kayu singapore, tahi ayam (Melayu). kembang satek, saliyara, saliyere, tai hayam, t. kotok, cente (Sunda), kembang telek, oblo, puyengan, pucengan, tembelek, tembelekan, teterapan, waung, wileran, (Jawa), kamanco, mainco, tamanjho (Madura).

KHASIAT
Akar bersifat tawar, sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam (antiperetik), penawar racun (antitoksik), penghilang nyeri (analgesik), dan penghenti perdarahan (hemostatis). Daun bersifat pahit sejuk, berbau, dan sedikit beracun (toksik), yang berkhasiat menghilangkan gatal (anti-pruritus), anti-toksik, menghilangkan bengkak dan perangsang muntah. Sedangkan bunga tembelekan manis rasanya dan sejuk, berkhasiat sebagai penghenti perdarahan. 

INDIKASI
Bagian akar berkhasiat :
Influenza disertai demam tinggi,
TBC kelenjar (skrofuloderma),
Rematik, bengkak terbentur (memar),
Keputihan (leukorea),
Kencing nanah (gonore),
Gondongan (parotitis, mumps), dan
Sakit kulit yang berkaitan dengan gangguan emosi (neurodermatitis).

Bunga berkhasiat :
TB paru dengan batuk darah, dan
Sesak napas (asmatik)
Daun berkhasiat untuk mengatasi
Sakit kulit, gatal-gatal, bisul, luka,
Batuk, dan
Rematik, memar, bengkak.

CATATAN
Kelebihan dosis menyebabkan pusing dan muntah.
Perempuan hamil jangan minum rebusan tembelekan, karena dapat menyebabkan kematian janin.





3.Simplisia buah 

MANGKUDU
Morinda citrifolia L.


 KLASIFIKASI
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rubiales
Suku : Rubiaceae
Marga : Morinda
Jenis : Morinda citrifolia L.
Nama umum : Mangkudu

NAMA DAERAH
Keumudu (Aceh), Leodu (Enggano), Bakudu (Batak), Bangkudu (Batak Toba), Bangkudu (Angkola), Paramai (Mandailing) Makudu (Nias), Neteu (Mentawai), Bingkudu (Minangkabau), Mekudu (Lampung), Bengkudu (Melayu). Pace (Jawa Tengah).

KHASIAT
Buah dan daun Morinda citrifolia berkhasiat sebagai obat batuk dan, radang usus, daunnya berkhasiat sebagai obat masuk angin, obat amandel, obat mulas dan obat kencing manis.
Untuk obat batuk dipakai  100 gram buah segar Morinda citrifolia yang sudah masak, dicuci, ditumbuk sampai halus, ditambah, 1/4 gelas air matang, 1 sendok teh cuka, dan 1 gram garam, diaduk sampai rata, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak, pagi, siang, dan sore hari.

JERUK PURUT
Citrus hystrix D.C.

SINONIM
C. paeda Miq.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Geraniales
Suku : Rutaceae
Marga : Citrus
Jenis : Citrus hystrix DC.
Nama umum : Jeruk Purut.


NAMA DAERAH
Unte mukur, u. pangir (batak), lemau purut, 1. sarakan (Lampung), Limau purut, jeruk wangi, jeruk purut (Jawa), jeruk linglang, jeruk purut (Bali).

KHASIAT
Daun jeruk purut berkhasiat stimulan dan penyegar. Kulit buah berkhasiat stimulan, berbau khas aromatyik, rasanya agak asin, kelat, dan lama-kelamaan agak pahit. Bagian yang digunakan adalah buah dan daun.

JERUK LEMONTE
Citrus Limon L.


SINONIM
C. limonellus Miq., C.medica Linn. Var. acida Brandis., C.acida Roxb., C. aurantium L. var. amara Engl., C. javanica Blume., C.notissima Blanco.

KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Rutales
Suku : Rutaceae
Marga : Citrus
Jenis : Citrus limon L.
Nama umum : Jeruk Lemonte
NAMA DAERAH
Kelangsa (Aceh), jeruk nipis (Sunda), jeruk pecel (Jawa). Jeruk alit, kaputungan, lemo (bali), dongaceta (Bima), mudutelong (Flores),

SIFAT DAN KHASIAT
Buah jeruk nipis rasanya pahit, asam, sedikit dingin, dan berkhasiat untuk menghilangkan sumbatan vital energi, obat batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diuretik), peluruh keringat, dan membantu proses pencernaan.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian utama yang digunakan adalah buah. Selain itu daun, bunga, dan akar juga bisa digunakan sebagai obat.

GANDARUSA
Justicia gendarussa Burm.f.


SINONIM
J. dahona Buch. – Ham., J.nigricans Lour., J. salicina Vahl., Gendarussa vulgaris Nees.



KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae 
Marga : Jatropha
Jenis : Justicia gendarussa Burm.f
Nama umum : Gandarusa

NAMA DAERAH
Besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu). handarusa (Sunda), gandarusa, tetean, trus (Jawa), gandharusa (Madura). Gandarisa (Bima). Maluku : puli (Ternate).

KHASIAT
Daun bersifat rasa pedas, sedikit asam, dan netral. Berkhasiat melancarkan peredaran darah, membuyarkan sumbatan, anti-rematik, peluruh keringat (diaforetik), peluruh kencing (diuretik), dan pencahar. Sedangkan kulit kayunya bersifat sebagai perangsang muntah. Bagian yang dugunakan adalah daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan. 

INDIKASI
Daun berkhasiat untuk mengatasi :
Bengkak akibat terpukul atau terbentur (memar),
Keseleo, tulang patah (fraktur),
Rematik sendi, nyeri pinggang,
Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenore)
Demam yang hialng timbul, dan
Mual sewaktu batuk dan sesak.
Akar berkhasiat untuk mengatasi
Rematik, keram otot, demam,
Kencing tersasa nyeri (disuria),
Sakit kuning (jaundice), diare, serta,
Anak kecil yang kurus sekali (marasmus).


CARA PEMAKAIAN
Daun segar 30 – 60 g direbus atau ditumbuk dan diperas, air yang terkumpul lalu diminum. Bila memakai daun kering, rebus sebanyak 15 – 30 g akar sebanyak 3 – 10 g direbus, minum. Untuk pemakain luar, herba segar dipipis lalu tempelkan ke tempat yang sakit seperti tulang patah, bengkak terklir, pembengkakan kelenjar dan bisul. Air perasan daun segar digunakan sebagai obat tetes pada telinga yang sakit. Sedangkan air rebusan herba ini bisa digunakan untuk mencuci koreng dan borok.


SAMBILATA
Andrographis paniculata Nees




KLASIFIKASI  
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Solanales
Suku : Acanthaceae
Marga : Andrographis
Jenis : Andrographis paniculata Nees.
Nama umum : Sambiloto.
NAMA DAERAH
Pepaitan (Maluku), ki oray (Sunda), ki peurat, takilo, bidara, sadilata, takila.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Ranting tumbuhan dengan daun, bunga dan buah.

MANFAAT DAN KHASIAT
Obat tradisional untuk anti radang, borok, terkena racun, jamur, singkong, udang, tifus, demam, gatal-gatal, digigit serangga, ulat berbisa, kencing manis, disentri, radang telinga, eksema, radang usus buntu, masuk angin, trahom, difteri, ayan, kencing nanah dan anti malaria. Penurun tekenan darah, peluntur sesudah melahirkan, keputihan, pegal linu, penambah nafsu makan.

SEREH
Cymboppgon nardus Rendle




SIMPLISIA :
Batang, daun akar

KHASIAT :
Penghangat tubuh, patah tulang, rematik.


F.PEMBAHASAN
1.Simplisia Akar
a.Kencur
URAIAN TANAMAN
Kencur merupakan terna yang tumbuh merumpun. Sosok tanamannya tergolong kecil. Bila diperhatikan, tanaman ini seolah tak memiliki batang sama sekali, padahal kencur memiliki batang semu yang amat pendek. Kencur tidak tumbuh meninggi, melainkan menutup permukaan tanah.
Daun kencur berbentuk bulat melebar dengan ujung mengecil, tumbuh melebar seakan menjalar di tanah, warna hijau gelap namun berkesan segar, permukaannya tebal dan mulus. Tulang daunnya jelas sekali. Daunnya cukup banyak, tumbuh dari batang dengan tangkai yang amat pendek dan berwarna keputih-putihan.
Bunga kencur berwarna ungu keputih-putihan,, kecil, berbau harum, muncul di sela – sela daun, dan mudah gugur.
Rimpang kencur cokelat gelap dan berkesan mengkilap. Apabila dibelah, tampak daging rimpang berwarna putih cerah. Rimpang kencur tumbuh bergerombol dan bercabang-cabang. Kadang-adang umbinya bisa muncul ke permukaan tanah. Dalam satu tanaman, kita bisa mendapatkan rimpang dalam jumlah yang cukup banyak.



b.Jahe emprit
URAIAN TUMBUHAN
Habitus : Herba, semusim, tegak, tinggi 40 – 50 cm.
Batang : Semu, beralur, membentuk rimpang, hijau.
Daun : Tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, hijau tua.
Bunga : Majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3 – 5 – 5 cm, lebar 1,5 – 2 cm, tangkai panjang  2 cm, hijau merah, kelopak bentuk tabung, bergigi tiga, mahkota bentuk corong, panjang 2 – 2,5 cm, ungu.
Buah : Kotak, bulat panjang, coklat.
Biji : Bulat, hitam. 
Akar : Serabut, putih kotor.

KANDUNGAN KIMIA
Rimpang Zingiber officinale mengandung flavonoida dan politenol, disamping minyak atsiri.

c.Kunci pepet
URAIAN TUMBUHAN
Habitus : Semak, semusim, tinggi 15 – 30 cm. 
Batang : Semu, hijau, membentuk rimpang, putih kehijauan, 
Daun : Tunggal, bulat telur, tepi rata, licin, panjang 8-14 cm, lebar 5-7 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk malai, kelopak tunggal, masih muda putih, setelah tua putih kehijauan, benang sari putih, panjang ± 3 cm, putik putih, panjang ± 1,5 cm, mahkota bulat memanjang, kuning.
Buah : Buni, bulat telur, bagian dalam putih, hijau muda.
Akar : Serabut, putih kotor.
KANDUNGAN KIMIA
Rimpang Kaempferia angustifolia mengandungalkaloida, saponin dan flavonoida dan polifenol, di samping minyak atsiri.

d.Kunyit
URAIAN TUMBUHAN
Tumbuhan yang termasuk jenis temu yaitu tumbuhan berumbi, dapat tumbuh dengan subur di tanah yang gembur. Apabila tanahnya disiangi dengan baik akan dapat menghasilkan umbi yang banyak. Kalau umbinya diparut atau ditumbuk, kemudian diperas akan menghasilkan air sari yang berwarna kuning. Umbi bercabang-cabang dan umbi induk di sebut empu. Bunga majemuk berwarna kuning muda sampai putih. Daun lebar berbentuk lonjong. Tumbuhan berbatang basah, tinggi sampai 1 meter atau lebih. Pengembangbiakan dengan umbinya.

KANDUNGAN KIMIA
Rimpang tumbuhan ini mengandung minyak atsiri, (felandren, turmeron, zingiberen) kurkumin, damar, gom, lemak, protein, kalsium, fosfor, besi.

2.Simplisia Daun
a.Tapak dara 
URAIAN TUMBUHAN
Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah, umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Tapak dara bisa tumbuh ditempat terbuka atau terlindung pada bermacam-macam iklim, ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 800 m dpl.
Terna atau semak, menahun, tumbuh tegak, tinggi mencapai 120 cm, banyak bercabang. Batang bulat, bagian pangkal berkayu, berambut halus, warnanya merah tengguli. Daun tunggal, agak tebal, bertangkai pendek, berhadapan bersilang. Helai daun elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, kedua permukaan daun mengilap, dan berambut halus. Perbungaan majemuk, keluar dari ujung tangkai dan ketiak daun dengan 5 helai mahkota bunga berbentuk terompet, warnanya ada yang putih, merah muda atau putih dengan bercak merah ditengahnya. Buahnya buah bumbung berbulu, menggantung, berisi banyak biji berwarna hitam. Perbanyakan dengan biji, setek batang, atau akar.

KANDUNGAN KIMIA
Herba mengandung lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 bindole alkaloid. Komponen anti-kanker, yaitu alkaloid seperti vincaleukoblastine (vinblastin=VLB), leurocristine(vinkristin = VCR), leurosin (VLR), vinkadiolin, leurosidin, dan kantaratin. Alkaloid yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula drah) antara lain leurosin, katarantin, lochnerin, tetrahidroalstonin, vindolin, dan vindolinin. Sedangkan akar tapak dara mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin.
CATATAN
Di luar negeri herba tapak dara sudah dibuat obat suntik, yaitu vincristine dan vinblastine injeksi.
Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

b.Iler
URAIAN TUMBUHAN
Iler dapat ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat lembab dan terbuka pada ketinggian 1 – 1.300 m dpl. Herba yang berasal dari Asia Tenggara ini merupakan tumbuhan setahun, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya yang menyentuh tanah akan mengeluarkan akar, tinggi 0,5 – 1,5 m, jika seluruh bagian diremas akan mengeluarkan bau harum. Batang segi empat dengan alur yang agak dalam pada masing sisinya, berambut, percabangan banyak, berwarna ungu kemerahan. Daun tunggal, panjang tangkai 3 – 4 cm. helaian daun berbentuk bulat telur, pangkal membulat atau melekuk menyerupai bentuk jantung, ujung meruncing, tepi bergerigi, tulang daun menyirip jelas (berupa alur), permukaan daun agak mengkilap, berambut halus, berwarna ungu kecoklatansampai ungu kehitaman, dengan panjang 1-11 cm lebar 3,5-6 cm. bunga dalam anak payung yang berhadapan, tersusun dalam tandan lepas di ujung atau malai yang bercabang lebar, mahkota berbibir dua dengan bibir bawah yang menggantung, berwarna putih. Buah keras, berbentuk seperti telur, dan licin.
Bentuk, corak serta warna tanaman beraneka ragam, namun yang berkhasiat sebagai tanaman obat adalah yang memiliki daun berwarna merah kecoklatan
 
KANDUNGAN KIMIA
Batang dan daun mengandung minyak atsisri, fenol, tanin, lemak, phytosterol, kalsium oksalat, dan peptic substances.

CATATAN
Ibu hamil dilarang minum rebusan daun iler karena bisa menyebabkan keguguran.

c.Kumis Kucing
URAIAN TUMBUHAN
Kumis kucing tumbuh liar di sepanjang anak sungai dan selokan, atau ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat dan dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl.
Terna, tahunan, tumbuhan tegak, tinggi 50 – 150 cm. Batang berkayu, segi empat agak beralur, beruas, bercabang, berambut pendek atau gundul, berakar kuat. Daun tunggal, bulat telur, elips atau memanjang, berambut halus, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, tipis, panjang 2 – 10 cm, lebar 1 – 5 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung percabangan, berwarna ungu pucat atau putih, benag sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah berupa buah kotak, bulat telur, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna cokelat. Biji kecil, masih muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Kumis kucing dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang.

KANDUNGAN KIMIA
Orthosiphonin glikosida, zat samak, minyak asiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, mioinositol, dan sinensetin. Kalium berkhasiat diuretik dan pelarut batu saluran kencing, sinensetin berkhasiat antibakteri.

d.Daun Wungu
URAIAN TUMBUHAN
Daun wungu sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Asalnya dari Irian dan Polynesia, dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.250 m dpl. Tumbuh baik pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari, dengan iklim kering atau lembab. Perdu atau pohon kecil, tinggi 1,5 – 3 m, batang berkayu. Kulit dan daun berlendir dan baunya kurang enak. Cabang bersudut tumpul, berbentuk galah dan beruras rapat. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berhadapan bersilang, bulat telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergelombang, pertulangan menyirip, panjang 8 – 20 cm, lebar 3 – 13 cm, permukaan atas warnanya ungu mengilap. Perbungaan majemuk, keluar diujung batang, tersusun dalam rangkaian berupa tandan yang panjangnya 3 – 12 cm, warnanya merah keunguan. Buahnya buah kotak, bentuknya lonjong, warnanya ungu kecoklatan. Biji kadang-kadang 2, bentuknya bulat, warnanya putih.
Ada 3 varietas, yaitu berdaun ungu, berdaun hijau dan belang-belang putih. Yang digunakan sebagai obat adlh varietas berdaun ungu yang dinamakan Graptophyllum pictum (L.) Griff. var luridosanguineum Sims. Tumbuhan berbunga sepanjang tahun, namun di Jawa jarang sekali menghasilkan buah. Perbanyakan dengan stek batang.

KANDUNGAN KIMIA
Daun tumbuhan ini mengandung alkaloid yang tidak beracun glikosida, steroid, saponin, tanin, klorofil, dan lendir. Batang daun wungu mengandung kalsium oksalat, asam formik, dan lemak.

e.Meniran
URAIAN TUMBUHAN
Tumbuhan berbatang basah dengan ketinggian sampai 45 cm. Daun bersirip genap, bunga berseling kecil, melekat pada ketiak daun, menghadap ke bawah sehingga agak terlindung oleh daunnya. Buah kotak, bentuknya bulat seperti menir atau lemukut. 
KANDUNGAN KIMIA
Tumbuhan ini mengandung filantin, kalium, damar dan zat samak.

f.Murbei
URAIAN TUMBUHAN
Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. Dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basah seperti lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang-kadang ditemukan tumbuh liar.
Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1 – 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5 – 20 cm, lebar 1,5 – 12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk berbentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota berbentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tahun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah madu warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam, biji kecil, warna hitam.
Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. 

KANDUNGAN KIMIA
Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, β-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, α-, β-hexenal, cis-β-hexenol, cis-γ-hexenol, benzaldehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol,butylamine, acetone, butylamine, acetone, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A,B1,C, karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting daun murbei mengandung tanin dan vitamin A. buahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam starat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1B2, dan C). Kulit batang mengandung (1) triterpenoids : α-, β-amyrin, sitosterol, sitosterol-α-glukoside. (2) Flavonoids : morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins :umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung drivet flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morusin, dan mulberrofuran A. juga mengandung betulinic acid, scopoletin, α-amyrin, β-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol.

g.Pule Pundak
URAIAN TUMBUHAN
Habitus : Semak, tahunan, tinggi 25 – 80 cm.
Batang : Berkayu, bulat, bercabang, permukaan kasar, putih kotor.
Daun : Tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, duduk berseling, panjang 3 – 20 cm, lebar 2 – 9 cm, pertulangan menyirip, hijau muda, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk payung, di ujung cabang, kelopak bertajuk lima, hijau, mahkota merah, merah.
Buah : Batu, bulat telur, masih muda hijau setelah tua hitam.
Biji : Bulat, pipih, putih.
Akar : Tunggang, coklat.

KANDUNGAN KIMIA
Akar dan daun Rauwolfia serpentina mengandung alkaloida dan saponin, di samping itu akarnya juga mengandung flavonoida dan polifenol.

h.Tembelekan
URAIAN TUMBUHAN
Tembelekan kadang tumbuh liar tu ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tumbuhan asal Amerika tropis ini bisa ditemukan dari dataran rendah sampai 1.700 m dpl., pada tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari tau agak ternaung.
Perdu tegak atau agak memanjat tinggi 0,5 – 4 m, berbau. Batang berkayu, bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, berduri, berambut. Daun tunggal, berhadapan, bundar telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut, perabaan kasar, panjang 5 – 8 cm, lebar 3,5 – 5 cm, warnanya hijau tua. Perbungan majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berambut, warnanya putih, merah muda, jungga, kuning, dan sebagainya. Buah buni, tangkai berambut, masih muda hijau, bila masak hitam mengilap.

3.Simplisia Buah
a.Mengkudu
URAIAN TUMBUHAN
Habitus : Pohon, tinggi 4 – 8 m.
Batang : Berkayu, bulat, kulit kasar, percabangan monopodial, penampang cabang muda segi empat, coklat kekuningan.
Daun : Tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang 10 – 40 cm, lebar 5 – 17 cm, pertulangan menyirip, tangkai pendek, dan penumpu bulat telur, panjang 1 cm, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk bongkol, bertangkai, diketiak daun, benang sari lima, melekat pada tabung mahkota, tangkai sari berambut, tangkai bakal buah panjang 3 – 5 cm, hijau kekuningan, mahkota bentuk terompet, leher berambut, panjang + 1 cm, putih.
Buah : Bongkol, permukaan tidak teratur, berdaging, panjang 5 – 10 cm, hijau kekuningan.
Biji : Keras, segitiga, coklat kemerahan.
Akar : Tunggang, coklat muda.

KANDUNGAN KIMIA
Daun dan buah Morinda citrifolia mengandung alkaloida, saponin, flavonoida dan antrakinon, di samping itu daunnya juga mengandung politenol.

KANDUNGAN KIMIA
Daun mengandung lantadene A, lntadeneB, lantanolic acid, lantic acid, humulene (mengandung minyak atsiri), β-caryophyllene, γ-terpidene, α-pinene, dan p-cymene.

b.Jeruk purut
URAIAN TUMBUHAN
Jeruk purut banyak ditanam orang di pekarangan atau di kebun-kebun, daunnya merupakan daun majemuk menyirip beranak daun satu tangkai daun sebagian melebar menyerupai anak daun. Helaian anak daun berbentuk bulat tel;ur sampai lonjong, pangkal membundar atau tumpul, ujung tumpul sampai meruncing, tepi beringgit, panjang 8 – 15 cm, lebar 2 – 6 permukaan atas warnanya hijau tua agak mengkilap, permukaan bawah hijau muda atau hijau kekuningan, buram, jika diremas baunya harum. Bunganya berbentuk bintang, putih kemerahan atau putih kekuningan. Bentuk buahnya bulat telur, kulitnya hijau berkerut, berbenjol-benjol, rasanya asam agak pahit.
Jeruk purut sering digunakan dalam masakan, pembuatan kue, atau dibuat manisan. Jeruk purut dapat diperbanyak dengan cangkok dan biji.

c.Jeruk Lemonte
URAIAN TUMBUHAN
Biasanya, jeruk nipis ditanam di pekarangan atau di kebun, dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, asalkan mudah meneruskan air dan mendapat sinar matahari penuh. Konon, jeruk nipis berasal dari kepulauan Hindi Timur. Di Indonesia tanaan ini dapat ditemukan pada ketinggian 1 – 1.000 m dpl.
Pohon kecil bercabang lebat, tetapi tidak beraturan, tinggi 1,5 – 3,5 m, batang bulat, berduri pendek, kaku dan tajam. Daun tunggal, tangkai lonjong, pangkal bulat, ujung tumpul, tepi beringgit, permukaan atas berwarna hijau tua mengilap, permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda, panjang 2,5 – 9 cm, lebar 2 – 5 cm. Bunga majemuk, tersusun dalam malai yang keluar dari ketiak daun, bunga berbentuk bintang, diameter 1,5 – 2,5 cm, berwarna putih, baunya harum. Buahnya buah buni, benjolan, berwarna hijau yang akan menjadi kuning jika matang, rasanya asam. Bijinya banyak, kecil-kecil, licin, bulat telur sungsang.

KANDUNGAN KIMIA
Jeruk monte mengandung minyak terbang limonene dan linalool. Selain itu, juga mengandung flavonoid, seperti poncirin, hesperedine, rhoifolin, dan naringin. Buah masak mengandung synephrine dan N-methyltyramine. Disamping itu, juga mengandung asam sitrat, kalsium, fosfor, besi, dan vitamin (A, B1 dan C).

4.Simplisia Batang
a.Gandarusa
URAIAN TUMBUHAN
Gandarusa tumbuh liar di hutan, tanggul sungai, atau ditanam sebagai tanaman obat atau tanaman pagar. Di Jawa Tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m dpl.
Perdu, tumbuh tegak, tinggi 0,8 – 2 m. batang berkayu, bercabang, beruas, warnanya cokelat kehitaman, mengkilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. Helai daun berbentuk langset, tepi rata, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, pertulangan menyirip, panjang 5 – 20 cm, lebar 1 – 3,5 cm, warnanya hijau tua. Bunga majemuk tersusun dalam rangkaian berupa malai, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan, mahkota bentuk tabung, berbibir dua, putih. Buah bentuknya bulat panjang, berbiji empat, licin.
Gandarusa berbatang cokelat kehitaman lebih populer, walaupun ada juga yang berbatang hijau. Daunnya dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan setek batang.

KANDUNGAN KIMIA
Justisin, minyak asiri, kalium, kalsium oksalat, tanin, dan alkaloid yang agak beracun.
CATATAN
Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.
Di India dan Asia Tenggara, Gandarusa digunakan sebagai obat pereda demam, peranhgsang muntah, rematik, sakit kepala, kelumpuhan otot wajah, ekzema, sakit mata, dan sakit telinga.

b.Sambilata
URAIAN TUMBUHAN
Terna tumbuh tegak tinggi 40 cm sampai 90 cm, percabangan banyak dengan letak yang berlawanan, cabang berbentuk segi empat dan tidak berambut, bentuk daun lanset, ujung daun dan pangkal daun tajam atau agak tajam, tepi daun rata, panjang tangkai daun 5 mm sampai 25 mm, daun bagian atas bentuknya seperti daun pelindung. Perbungaan tegak bercabang-cabang, gagang bunga 3 mm sampai 7 mm, panjang kelopak bunga 3 mm sampai 4 mm. Bunga berbibir berbentuk tabung, panjang 6 mm, bibir bunga bagian atas berwarna putih dengan wara kuning di bagian atasnya, ukuran 7 mm sampai 8 mm, bibir bunga bawah lebar berbentuk biji, berwarna ungu dan panjang 6 mm. Tangkai sari sempit, dan melebar pada bagian pangkal, panjang 6 mm. Bentuk buah jorong dengan ujung tajam, panjang lebih kurang 1 cm, bila tua akan pecah terbagi 4 keping.
Tumbuhan belum dibudidayakan. Tumbuhan dapat diperbanyak dengan biji.

TEMPAT TUMBUH
Tumbuh tersebar di India, semenanjung malaya dan hampir di seluruh Indonesia pada tempat terbuka, di kebun, di tepi sungai, pada tanah yang gembur, seringkali tumbuh berkelompok. Tumbuh pada ketinggian tempat 1 m sampai 700 m di atas permukaan laut.

KANDUNGAN KIMIA
Asam kersik damar, lakton, flavonoida, glukosida, diterpen, deoksiandrodrafolida 19 glukosida, homoandrografolida, deoksiandrografolida, andrografolida, neoandrografolida, andrografin, asigenin 7-4 dimetil eter panikulin, kamelgin, minyak atsiri.
CATATAN
Anak BALITA jangan diberi ramuan ini.

G.KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan berdasarkan simplisiany dapat dibedakan :
1.Simplisia Akar
Contoh : Kencur, jahe emprit, kunci pepet, kunyit, dan lain-lain.
2.Simplisia Daun
Contoh : tapak dara, iler, kumis kucing, daun wungu, meniran, murbei, pule pundak, tembelekan.
3.Simplisia Buah
Contoh : mengkudu, jeruk purut, jeruk lemonte.
4.Simplisia Batang
Contoh : gandarusa dan lain-lain.





DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2005. Tanaman Obat. Agro Merapi Farma ; Yogyakarta.

Suwondo. 2005. Diktat Tanaman Obat. STPP ; Yogyakarta.

Thomas, A.N.S. 1992. Tanaman Obat Tradisional. Kanisius ; Yogyakarta.

Tim Penulis Martha Tilaar Innovation Center. 2002. Budidaya Secara Organik Tanaman Obat Rimpang. Penebar Swadaya ; Jakarta.



































BUDIDAYA TANAMAN JAHE 
(Zingiber officinale)

I. PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) yang termasuk famili Zingiberaceae sekarang ini sudah memiliki tempat di dalam pasar internasional, karena jahe semakin banyak memiliki kegunaan. Akan tetapi, petani dan pengusaha Indonesia belum banyak yang tergetar untuk mau mengusahakannya dengan serius. Walaupun demikian, dengan adanya campur tangan pemerintah dan usaha keras para wiraswastawan, produksi jahe sudah mulai beranjak dan Indonesia bisa berbangga karena disebut sebagai salah satu negara pengekspor jahe.
Di Indonesia, jahe telah diakrabi oleh sebagian besar masyarakatnya. Tidak heran jika masing-masing daerah memiliki nama yang berbeda untuk menyebut nama tanaman berkhasiat ini. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah terbuka sampai agak ternaungi. Tanah yang disukai berbahan organik tinggi, berjenis latosol atau andosol dan berdrainase baik. Tanaman ini dapat tumbuh sampai pada ketinggian 900 m dpl, tetapi akan lebih baik tumbuhnya pada ketinggian 200-600 m dpl. Sedangkan curah hujan yang dibutuhkan antara 2500-4000 mm/tahun.
Budidaya jahe biasa dilakukan di lading secara monokultur atau tumpangsari. Perbanyakan yang biasa dilakukan adalah cara vegetatif dengan perbanyakan rimpang. Cara lain seperti dengan rumpun atau kultur jaringan tidak umum ditemui. Oleh karenanya, rimpang jahe merupakan bagian penting tanaman, baik secara biologis maupun ekonomis.
Secara ekonomis, rimpang jahe dapat digunakan untuk berbagai kepentingan dalam bentuk jahe segar maupun jahe olahan. Jahe segar sering digunakan untuk rempah-rempah dan berbagai keperluan lain seperti obat tradisional. Sementara jahe olahan dapat berupa jahe kering, jahe asin, jahe dalam sirup, jahe kristal, bubuk jahe, minyak atsiri dan oleoresin. Masing-masing bentuk olahan mempunyai manfaat yang berbeda. Namun prospek bisnis kesemuanya sama bagusnya. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan analisis usaha bahwa membudidayakan dan mengusahakan pengolahan jahe bisa mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Beberapa tahun terakhir ini, sebagian wilayah Indonesia secara serius telah berkiprah pada segala bentuk usaha yang menyangkut komoditi jahe. Produknya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. Hasil jahe segar yang dipanen muda ataupun panen tua bisa langsung ekspor atau diolah dulu untuk meningkatkan nilai tambah.
Kebutuhan dalam negeri pun ternyata tidak sedikit. Kebutuhan ini akan terus meningkat terus seiring pertambahan penduduk. Sementara di pihak lain potensi wilayah di Indonesia untuk areal jahe masih terbentang luas.

B.Tujuan
1.Untuk mengetahui teknik budidaya tanaman jahe.
2.Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam hal budidaya tanaman jahe.













II.TINJAUAN PUSTAKA

A.Deskripsi Tanaman Jahe
1.Botani Tanaman
Berdasarkan taksonomi tanaman, jahe (Zingiber officinale) termasuk dalam divisi Pteridophyta, subdivisi Angiospermae, klas Monocotyledoneae, ordo Scitamineae dan famili Zingiberaceae, serta genus Zingiber.
Tanaman jahe terdiri atas bagian akar, batang, daun dan bunga. Berikut ini uraian dari bagian tanaman :
Akar
Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman jahe. Pada bagian ini tumbuh tunas-tunas baru yang kelak akan menjadi tanaman. Rimpang jahe memiliki aroma khas, bila dipotong berwarna putih, kuning, atau jingga. Sementara bagian luarnya kuning kotor, atau bila telah tua menjadi agak cokelat keabuan. Akan tetapi bagian dalam rimpang jahe biasanya memiliki dua warna yaitu bagian tengah (hati) berwarna ketuaan dan bagian tepi berwarna agak muda.
Batang
Batang tanaman merupakan batang semu yang tumbuh tegak lurus. Batang terdiri dari seludang-seludang daun tanaman dan pelepah-pelepah daun yang menutupi batang.
Daun
Daun jahe berbentuk lonjong lancip, bentuknya seperti daun rumput besar. Letak daun sebelah menyebelah berselingan dan tulang daun sejajar. Daun jahe berwarna hijau dan kurang begitu mengkilap.
Bunga
Bunga jahe berbentuk bulir, tidak berbulu, memiliki panjang kurang lebih 5-7 cm bergaris tengah 2-2,5 cm. bunga terletak pada ketiak daun.

2.Jenis Jahe
Jenis jahe yang umum dikenal di Indonesia adalah jenis jahe emprit, jahe merah, jahe putih dan jahe gajah.

B.Budidaya Tanaman jahe
Adapun teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a.Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah untuk Jahe dilakukan sebanyak 1-2 kali. Pertama, membersihkan lahan dari gulma, semak dan lain sebagainya. Kemudian tanah dicangkul/dibajak sedalam 30 cm, dilanjutkan dengan membiarkan tanah selama 2-4 minggu. 
Setelah dibiarkan selama 2-4 minggu, tanah kemudian diolah hingga gembur bersamaan dengan pemberian pupuk organik dengan dosis 10 ton/ha dicampur merata dengan tanah, dan selanjutnya dibuat bedengan dengan lebar 60-70 cm, tinggi 25-30 cm, dengan jarak antar bedengan 30-40 cm.
b.Penyiapan Bibit
Bibit berasal dari tanaman induk yang sudah tua (9-10 bulan), serta bebas dari hama dan penyakit. Cara pembibitan adalah sebagai berikut :
Mengambil bibit dari rumpun secara hati-hati agar rimpang yang diperoleh tidak rusak/lecet.
Membersihkan rimpang.
Rimpang yang sudah bersih kemudian dijemur hingga kulitnya mengkilap dan keras, tetapi jangan sampai terlalu kering.
Kecambahkan rimpang tersebut di tempat yang lembab dan biasanya diberi alas dari jerami selama 2-4 minggu, sampai tunasnya keluar.
Setelah keluar tunas rimpang dipotong-potong sesuai ukuran. Biasanya bobot untuk jahe putih berkisar 20-40 gram, sedangkan untuk jahe gajah berkisar 25-60 gram.


c.Penanaman
Jarak tanam yang dianjurkan adalah 25-30 cm dalam barisan dan 45-60 antar barisan. Adapun cara penanaman adalah sebagai berikut:
Membuat lubang tanam sesuai dengan jarak yang ditentukan sedalam 10-15 cm.
Tanam rimpang jahe dengan posisi rebah, tiap lubang diisi satu potong rimpang, kemudian tutup dengan tanah.
Berikan pupuk dasar dengan membuat alur 10 cm dari lubang tanam. Pupuk yang digunakan adalah TSP/SP 36 dengan dosis 200 kg/ha. Kemudian alur tersebut ditutup dengan tanah.
d.Pemberian Mulsa
Setelah diadakan penanaman kemudian lahan ditutup dengan menggunakan mulsa. Mulsa yang bisa digunakan berupa jerami kering, alang-alang, cabutan gulma, daun pisang dan lain sebagainya. Tetapi yang biasa digunakan petani adalah jerami kering.
Mulsa yang diperlukan untuk lahan seluas 1 ha, sekitar 10-12 ton. Pemberian berikutnya pada bulan kedua dan ketiga setelah tanam sekitar 5 ton/ha.
e.Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman jahe meliputi:
Pemupukan
Pemupukan susulan dapat diberikan pada saat tanaman berumur 40-60 hari dan 3 bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan Urea 130-200 kg/ha, ZK atau KCL 60-100 kg/ha.
Pembumbunan
Pembumbunan dilaksanakan bersama-sama dengan penyiangan, tanah-tanah yang berada di sepanjang barisan tanaman ditimbunkan ke pangkal rumpun jahe. Penimbunan tersebut akan membentuk guludan serta saluran kecil sehingga dapat berfungsi sebagai saluran drainase.


Penyiangan
Penyiangan merupakan salah satu pemeliharaan yang berfungsi untuk mengendalikan gulma. Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2-4 minggu setelah tanam dan 6-7 bulan setelah tanam.
Pengendalian Hama/Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman jahe adalah:
Kepik (Epilachna spp)
Ulat
Penyakit yang sering menyerang tanaman jahe adalah :
Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)
Penyakit busuk rimpang (Fusarium oxysporium sp atau Rhizoctonia sp)
Penyakit bercak daun (Phyllosticta zingiberi)
Pemanenan
Panen jahe ada dua macam, yaitu :
Panen Muda
Jahe yang dipanen muda, berumur sekitar 3-4 bulan. Biasanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga, jahe segar atau jahe awet.
Panen Tua
Jahe yang dipanen tua, pada umumnya telah berumur 8-12 bulan, dengan ciri-ciri daun dan batang layu atau matinya batang semu, daun telah berubah menjadi berwarna kuning.
Hasil panen jahe tergantung pada jenis, lingkungan dan perawatannya. Hanya saja, secara umum hasil panen jahe emprit, jahe merah, jahe putih kecil berkisar 8-15 ton/ha. Sementara jahe gajah berkisar 15-30 ton/ha.




III. PELAKSANAAN

A.Tempat dan Waktu
Praktek budidaya tanaman Jahe ini dilaksanakan pada awal bulan Maret-Juni 2005, bertempat di Lahan Praktek Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Penyuluhan Pertanian di Yogyakarta.

B.Hasil Pengamatan
Berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan dan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa semua rimpang tanaman jahe yang ditanam pada lahan tersebut tidak ada satupun yang tumbuh, sehingga dapat dikatakan bahwa praktikum yang telah dilakukan adalah gagal..



















IV. PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa tanaman jahe yang telah dibudidayakan tidak ada satu pun yang tumbuh. Hal ini kemungkinan dikarenakan ada beberapa faktor penyebab yang membuat tanaman tidak tumbuh. Bisa karena faktor bibit yang ditanam maupun faktor lingkungan dari lahan setempat.
Faktor bibit biasanya berasal dari kualitas dari dalam bibit itu sendiri. Berdasarkan pengamatan yang ada, bibit yang digunakan sebelum ditanam nampaknya kualitasnya rendah. Hal ini berdasarkan dari bentuk fisik bibit yang terlihat tidak baik, rimpang terlihat sudah terlalu lama disimpan sehingga bibit nampak tidak berisi/keropos. Selain itu rimpangnya juga terlihat sangat kering, banyak yang cacat dan terlihat seperti banyak dimakan bubuk. Sehingga kemungkinan dari faktor inilah tanaman jahe yang dibudidayakan tidak tumbuh.
Faktor yang lain, yaitu faktor lingkungan juga nampaknya menyebabkan tidak tumbuhnya tanaman jahe yang dibudidayakan. Lahan yang digunakan ternyata banyak ditumbuhi rumput, hal ini menyebabkan terjadinya persaingan dengan tanaman jahe yang akan tumbuh. Nampaknya banyak rumput yang tumbuh dikarenakan, saat pengolahan tanah rumput yang sudah terangkat dari tanah tidak dibuang atau dipendam. Sehingga menyebabkan rumput tumbuh dengan cepat.
Kemungkinan faktor-faktor inilah yang menyebabkan rimpang jahe yang kita tanam tidak dapat tumbuh.








V. KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.Ternyata kualitas bibit merupakan salah satu faktor terpenting dari suatu kegiatan budidaya yang akan dilakukan.
2.Faktor lingkungan juga menjadi salah satu penyebab berhasil dan tidaknya budidaya suatu tanaman.
3.Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan suatu tanaman adalah iklim, tanaman pengganggu (gulma), dan lain sebagainya.

 
B.Saran
1.Sebelum kita menanam suatu tanaman, sebaiknya kita harus mengetahui kualitas dari bibit/benih terlebih dahulu, yaitu dengan mengetahui daya kecambah dan daya tumbuhnya terlebih dahulu.
2.Sebelum kita akan menanam, hendaknya lahan yang akan digunakan harus benar-benar sesuai dengan syarat tumbuh yang diinginkan oleh tanaman yang akan dibudidayakan dan lahan tersebut harus benar-benar bersih dari segala jenis pengganggu tanaman.









DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Herman. 1992. Budidaya Tanaman Jahe. PD. Mahkota, Jakarta. 




























BUDIDAYA KAPULAGA
(Elletria cardomomum)

A.TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui budidaya tanaman kapulaga secara baik dan benar

B.DASAR TEORI
Tanaman Kapulogo atau Kapulaga yang dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Elletria Cardamomum merupakan salah satu diantara tanaman rempah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berprospek cerah mengingat kapulaga sebagai bahan "obat alam" diyakini tidak mempunyai efek samping dibanding dengan menggunakan obat kimiawi.
  Selain itu, dalam pembudidayaannya tanaman ini pun tidak memerlukan lahan tersendiri, dalam arti tumbuh di bawah naungan tanaman lain sebagai tanaman sela atau tanaman tumpangsari. Hasil berupa buah jika sudah kering mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Buah kering kapulaga disamping sebagai bahan jamu, juga diambil minyak atsirinya untuk bahan penyedap atau pengharum makanan, minuman dan sebagai bahan baku atau campuran di dalam industri parfum.
  Sistem pola tanam yang dapat diterapkan dalam pengembangan tanaman kapulaga adalah sistem pola tanam pekarangan dan pola tanam perkebunan. Dengan adanya pola tanam terpadu maka dapat diharapkan penghasilan petani meningkat disamping itu juga dapat meningkatkan produktivitas lahan perkebunan dan konservasi. Beranjak dari kapulaga yang relatif mudah dibudidayakan dan bisa dipanen 4 kali dalam setahun, maka hal tersebut telah banyak menarik minat petani untuk membudidayakan.

Syarat Tumbuh
  Tanah yang cocok untuk ditanami kapulaga adalah tanah lempung yang berwarna coklat, memiliki humus tebal dan berdrainase baik. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air, tanah yang memiliki topografi rata sampai miring dapat ditanami tanaman ini. Di lahan yang berlereng curam, rumpun tanaman yang terbentuk akan berfungsi mengurangi atau menghambat aliran air permukaan yang berlebihan sehingga erosi permukaan dapat ditekan.
  Sedangkan untuk iklim, tanaman kapulaga menghendaki kelembaban udara cukup tinggi yaitu 40 - 75%, dengan curah hujan berkisar antara 2.500 - 4000 milimeter per tahun. Suhu harian rata-rata daerah tempat tumbuh tanaman kapulaga adalah berkisar antara 20 - 30 derajat celcius, dengan intensitas cahaya terbaik bagi pertumbuhan tanaman berkisar antara 30 - 70%. Kelebihan lain dari tanaman kapulaga adalah dapat tumbuh baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Sementara itu untuk memperoleh hasil yang terbaik, ketinggian pada 300 - 500 meter dari permukaan air laut merupakan daerah budidaya yang paling tepat. (Warsana SP,2000)

C.ALAT DAN BAHAN
Alat : - Cangkul - Tali Rafia
  - Ajir - Bambu
   
Bahan : Bibit Kapulaga 

D.CARA KERJA
1.Siapkan alat dan bahan
2.Bersihkan lahan yang akan ditanami dan gemburkan tanah dengan cangkul 
3.Buat bedengan dengan ukuran panjang 30 m, lebar 3 m 
4.Siapkan bibit yang akan ditanam
5.Buat lubang tanam dengan jarak tanam 40 cm x 100 cm
6.Lakukan penanaman

E.PELAKSANAAN
1.Penyediaan Bibit
Penyediaan bibit kapulaga umumnya diperbanyak dengan anakan atau tunas baru atau percabangan rizoma yang membentuk tunas. Bibit yang baik adalah tunas yang tingginya lebih kurang 50 cm dengan akar rizoma yang muda dan mata tunasnya banyak, rizoma yang sudah tua pertumbuhannya kurang baik.
2.Pengolahan Tanah
  Pengolahan tanah dilakukan pada bulan September - Oktober dengna membersihkan tanah dari batu, rumput-rumputan/gulma dan sisa tanaman lainnya. Pencangkulan tanah dilakukan sedalam kurang lebih 30 cm. Persiapan lobang tanam dilakukan sebulan sebelum penanaman dengan terlebih dahulu dibuat lobang tanam dengan ukuran panjang 50 cm dan dalamnya 40 cm. Sebaiknya 15 hari setelah pembuatan lobang, tanah dikembalikan lagi ke dalam lobang, sebelumnya tanah dicampur dulu dengan pupuk kandang secukupnya.
3.Penanaman
  Untuk penanaman, sebaiknya dibuatkan penaung. Penaung ditanam sebelum penanaman kapulaga sehingga pada saat tanam, penaung telah berfungsi dengan baik. Jenis penaung diantaranya adalah : Lamtoro, dadap dan sebagainya dengan perbandingan 1 : 2 (1 penaung - 2 kapulaga).
4.Waktu Tanam
  Waktu tanam yang baik yaitu awal hujan, sekitar bulan Oktober - Desember. Caranya: bila tanah olahan atau lobang tanam telah tersedia dan bibit telah disiapkan, kemudian buat lobang kecil, letakkan bibit sedalam 10 - 15 cm. Tanah di sekitarnya dipadatkan atau ditimbun dengan memperhatikan tunas agar tidak sampai terganggu (terluka atau patah). Jarak tanam untuk kapulaga bisa digunakan 1m x 1,5m atau 1m x 2m dan juga bisa 1,5m x 2m.
5.Pemeliharaan
  Dalam pemeliharaan kapulaga, beberapa pekerjaan penting yang harus dilakukan antara lain: penyiangan rumput atau pengendalian gulma, penggemburan diluar rumpun untuk merangsang perumbuhan anakan rimpang sehingga bisa tumbuh lebih baik, pemotongan daun kering untuk tidak menghalangi penyerbukan bunga, pemotongan batang yang sudah agak tua atau menguning untuk memberi kesempatan batang muda tumbuh dengan baik, pengaturan anakan agar tidak tumpang tindih dan untuk merangsang pertumbuhan bunga atau buah juga unuk mengurangi penguapan pada musim kemarau serta untuk mendapatkan anakan atau bibit baru.
  Di masa pemeliharaan ini, yang tidak kalah pentingnya juga pemberian mulsa berupa bahan organik dari jenis tanaman leguminosa. Untuk lebih meningkatkan mutu maka perlu dilakukan pemupukan mengingat tanaman kapulaga termasuk rakus akan unsur hara, sehingga pemupukan sangat diperlukan terutama sekali pupuk organik dan pupuk buatan. Adapun cara dan jumlah pupuk yang diberikan adalah berdasarkan masa pertumbuhan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan). Untuk ini pupuk organik diberikan pada saat pengolahan tanah, dan pada saat penggemburan diluar rumpun sebanyak 1 - 1,5 kg pupuk kandang, pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali.
  Sedangkan untuk pupuk buatan diberikan pada umur 1 bulan sebanyak 1 sendok makan pupuk urea dan diulang pada umur 3 bulan dengan 1 sendok pupuk urea disebar diluar rumpun atau disemprotkan pada daun. Bagi tanaman kapulaga yang sudah menghasilkan, pupuk kandang diberikan sebanyak 10 - 15 kg setiap rumpun dan pemberian selanjutnya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan.
  Pupuk buatan diberikan 10 - 12,5 gram berupa Urea dan TSP. Pupuk ini diberikan diluar rumpun pada batas perakaran dengan membuat selokan kecil, kemudian ditutup dengan tanah dan disiram seperlunya.
  Kapulaga sebagaimana tumbuhan lain, juga tidak terhindar dari penyakit.Hama yang biasa menyerang kapulaga adalah berupa kutu, ulat pemakan daun, penggerek akar rimpang, penggerek batang, penggerek buah dan kumbang pamakan daun.
  Pemberantasannya bisa dilakukan dengan mempergunakan berbagai insektisida yang dijual di pasaran bebas.Untuk penyakit yang menyerang biasanya penyakit busuk (Mozaik) yang disebabkan oleh virus. Cara pengendalian yang efektif adalah dengan jalan membuang tanaman yang terserang dan menanam tanaman baru yang berasal dari pembibitan asal biji.
6.Pemanenan
  Kapulaga dapat memberikan hasil setelah berumur 2 - 3 tahun. Kapulaga berbuah sepanjang tahun sehingga untuk pemanenan ini tidak menentu. Dalam pemanenan kapulaga dikenal istilah panen besar 4 kali dan panen kecil 4 kali yang berlangsung dalam 1 tahun secara berselang-seling. Tanaman dapat dipergunakan sampai umur 10 - 15 tahun. Hasil panen per hektar bisa mencapai 2 - 3 ton buah kering per tahun dan ini berlaku untuk tanaman yang sudah berumur belasan tahun.
  Adapun syarat-syarat pemanenan kapulaga adalah: Buah harus dipanen sebelum benar-benar matang, bila dipanen terlalu matang atau kering, buah akan pecah dan warnanya juga kurang bagus. Waktu panen yang tepat adalah jika buah sudah berwarna hijau kekuning-kuningan.Cara panen yaitu dengan memotong karangan bunga dibawah dompolan buah.Buah yang sudah dipanen kemudian dijemur sampai kering, sebaiknya jangan terkena sinar matahari langsung atau dikering anginkan. (Warsana SP,2000)

F.KESIMPULAN
Budidaya kapulaga yang ditanam dengan menggunakan penaung sangat baik karena rimpang akan berproduksi dengan optimal



DAFTAR PUSTAKA
Warsana SP,2000 “Budidaya Tanaman Kapulaga”Suara Karya Online






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar